Kiat Menulis Dialog Agar Terkesan Lebih Nyata

Sebuah cerita tidak bisa hanya mengandalkan narasi untuk memberikan kesan nyata dan benar-benar terjadi. Unsur lain yang mempengaruhi adalah keberadaan dialog. Untuk menulis dialog sebenarnya tidak terlalu susah. Kamu hanya perlu menuliskan percakapan yang sesungguhnya terjadi saat kamu berbicara dengan orang lain karena pada dasarnya bahasa yang digunakan dalam dialog adalah bahasa percakapan yang dituliskan.

Sebelum menulis dialog pun ada beberapa hal yang harus diperhatikan, misalnya menentukan topik yang akan dibahas dalam percakapan. Kamu juga harus menuliskan alur percakapan dengan logis dan halus. Sehingga pesan dan informasi yang ingin kamu sampaikan melalui dialog tersebut dapat disampaikan dengan baik. Selain itu, kamu juga harus memperhatikan tokoh yang menyampaikan dialog tersebut. Pastikan karakter yang terlibat dalam percakapan itu benar-benar sesuai dengan topik yang sudah kamu angkat.

Jika kamu pernah merasa kesulitan saat menulis dialog untuk cerita yang kamu buat, barangkali dialog yang dipakai masih bernuansa kaku sehingga percakapan tidak mengalir dan terkesan dipaksakan. Jangankan orang lain, percakapan yang kaku bisa saja membuatmu tidak nyaman untuk membacanya kembali.

Berikut beberapa kiat menulis dialog agar percakan yang ada dalam ceritamu terkesan lebih hidup dan nyata.

 

1. Perhatikan bagaimana orang-orang berbicara di dunia nyata dan buatlah dialog senatural mungkin.

Apabila karakter tokoh yang ada di dalam ceritamu diadaptasi atau kebetulan sama dengan seseorang yang benar-benar ada di dunia nyata, maka perhatikan lebih seksama bagaimana orang itu berbicara, diksi yang digunakan, intonasi dan emosi yang dikeluarkan, hingga ekspresi saat dia berbicara. Pelajari juga bagaimana dia merespons percakapan tertentu. Orang dengan karakter berbeda, biasanya juga memiliki cara merespons tersendiri.

Walau begitu, bukan berarti kamu bisa langsung menjiplak percakapan nyata begitu saja ke dalam ceritamu. Kamu juga harus mengedit kata-kata yang tidak perlu, agar pembaca tidak mudah bosan dengan dialog yang kamu buat.

 

2. Buatlah orang-orang yang berdialog saling adu argumentasi.

Percakapan yang mulus ketika orang-orang yang berbicara saling setuju satu sama lain adalah percakapan yang datar dan membosankan. Berilah bumbu yang menarik dengan cara membuat lawan bicara tidak sepakat sehingga muncul perdebatan. Cobalah untuk sedikit mendramatisir!

 

3. Perhatikan gerak tubuh dan ekspresi tokoh.

Saat berbicara, tidak mungkin orang itu hanya diam tanpa membuat gerakan apapun. Narasikan beberapa gerakan yang mendukung dialog serta menggambarkan suasana dan latar yang digunakan dalam percakapan. Sesuaikan juga percakapan dengan ekspresi dan intonasi. Memperhatikan panjang-pendeknya dialog juga bisa digunakan untuk menggambarkan suasana dalam percakapan tersebut.

 

4. Baca dialog yang sudah dibuat untuk mengetahu apakah sudah realistis atau belum

Salah satu cara untuk mengetahui apakah dialog yang kamu buat sudah terasa natural atau belum adalah dengan membaca ulang dan mempraktikkan kembali dengan intonasi yang kamu harapkan. Kalau kamu merasa belum nyaman dengan cara pembacaannya, berarti dialog yang kamu buat masih belum natural. Coba mainkan diksi dan kata yang digunakan, lalu baca ulang sampai kamu merasa nyaman dengan dialog yang kamu baca.

Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close