Beranda » 2016

Tampilkan 7 hasil

Show sidebar

Malaikat di Batas Senja

Rp 40.000 Rp 38.000

… Berapa kali kamu mengatakan itu pada diri sendiri? Gerutu diri menolak takdir. Meluap amarah ketidakterimaan.. Bahkan tak jarang sumpah serapah terucap dari labial yang tak sadar. Menyalahkan Tuhan? Memvonis Tuhan? Mengatakan Tuhan tidak adil atas jalan hidupmu?…

Nayatul Aulia, gadis penderita sinutis sekaligus scoliosis. Seorang gadis yang mendapat kejutan istimewa di usianya ke tujuh belas. Awal sebuah vonis yang mengubah dunianya. sekian tahun hidup dalam ketidakterimaan pada takdir yang digariskan untuknya. Tenggelam dalam stigma negatif yang membuatnya melepas semua harapan yang awalnya tergenggam erat. Hingga pada akhirnya ia kembali menemukan dirinya yang telah lama hilang ditelan kepahitan. Melalui perjalanan panjang, ia banyak mendapatkan pelajaran berharga yang hanya bisa didapatkan oleh orang-orang yang peka akan isyarat alam. Karena dibalik semua itu ada rahasia mata yang tak nampak secara lahiriah namun perlu pemaknaan, perlu penerimaan untuk membaca rahasia itu …

Khotbah

Rp 45.000 Rp 41.000

Sayap Kupu-Kupu

Rp 35.000 Rp 30.000

Jika sayap kupu-kupu adalah aku
Bolehkan aku terbang melewati batas dengannya?
jika sayapnya hilang, biarlah terjaga bersamaku
Sayap kupu-kupu tetap terbanglah melewati
batasnya

Menagih Nyawa

Rp 40.000

Jangan sekalipun kamu bermain-main dengan nyawa! Nyawa seakan memiliki kemampuan tak kasatmata yang menagihmu tanpa lelah sampai kamu bisa menggantinya. Entah dengan nyawamu sendiri ataupun dengan nyawa orang lain yang kamu cintai. Camkan itu! Atau kamu maupun orang yang kamu cintai bakal selesai alias TAMAT!

Selain “Menagih Nyawa”, buku ini memuat sembilan belas cerita pendek beserta puisi lainnya yang mengusung dua bahasa universal umat manusia, yakni karma dan cinta. Dikisahkan dengan gaya penceritaan yang sederhana membuat kisah-kisah dalam buku ini tak cuma menarik namun juga sarat akan pembelajaran hidup.

Masa Lalu Terjatuh Ke Dalam Senyumanmu

Rp 50.000 Rp 45.000

Buku ini berisi 33 puisi pilihan ditulis sepanjang tahun 2004-2015. Sosial-politik, cinta & kuasa antara yang berlegar di dalamnya dan menjadikan tiap satu darinya bermakna. Masa lalu penyair telah membentuk puisi-puisinya kini juga mewarnai kecenderungan masa hadapannya. Perspektif, ideologi dan sejarah digauli membentuk definisi apa yang dipanggil sebagai cinta. Sesungguhnya “Masa Lalu Jatuh Ke Senyumanmu” memberitahu kita bahawa sejarah masa lalu indah apa adanya.

Kedung Dharma Romansha telah mengabdikan diri pada sastera, teater juga filem bersama cinta & perjuangan disampingnya. Juara 1 Lomba Cipta Puisi Jogja-Jateng dari Ernawaty Literary Foundation 2013 ini telah tampil dalam beberapa filem progresif seberang termasuk Soekarno (2013), Mata Tertutup (2011), “Habibi & Ainun (2012) dan Sang Kyai (2014). Buku puisi pertama beliau Uterus (2014).

Mbah Sjukur dan Cerita Lainnya yang Tak Patut Kau Percayai

Rp 45.000 Rp 42.750

“Membaca cerpen-cerpen Ade Ubaidil ini terasa ‘ajaib’. Seperti bukan karya Ade yang biasanya saya baca. Di kumcernya ini Ade sudah dewasa. Saya seolah membaca gaya bercerita dan menulis dari penulis luar negeri. Ade sudah bisa memadukan setting lokasi cerita di wilayah lokal dan setting lokasi entah di mana. Ini satu lompatan besar bagi karir kepenulisannya. Terus menulis, Ade.”

(Gol A Gong, Penulis dan Pendiri Rumah Dunia)

“Dunia penceritaan di tangan Ade Ubaidil menjadi dongeng yang kian lindap, hitam, dan kental. Ia seperti mau menulis seenak jidatnya saja, tanpa ingin bertanggungjawab apakah ceritanya masuk akal atau tidak. Namun demikian, surealisme dalam cerpen-cerpen Ade Ubaidil merupakan pilihan kerja kreatif yang dilakoni dengan spirit the adventure of ideas. Pembaca, oleh karenanya, perlu juga untuk menangkap ide-ide apa yang sekiranya telah ditanam pengarang di belantara ceritanya. Selamat untuk Ade. Maju terus! Banten ke depan semakin butuh generasi muda yang kreatif, cerdas, dan berani.”

(Chavchay Syaifullah, Penyair dan Ketua Dewan Kesenian Banten)

“Kalau cerpen adalah oase, kita bisa menikmati dari indahnya bahasa dalam buku ini. Kalau cerpen adalah sumur, kita bisa menimba banyak hal dari buku ini. Selamat menikmati sajian Ade kali ini.”

(Teguh Afandi, Penggiat Klub Baca)

“Ade Ubaidil mengolah kenyataan dan fantasi menjadi kritis, kemudian mengejutkan. Baca dan rasakan gejalanya.”

(Eko Triono, Penulis Buku, “Agama Apa yang Pantas Bagi Pohon-Pohon?”)

“Ide-ide yang diangkat sederhana tapi dieksekusi dengan sangat matang. Banyak adegan-adegan yang filmis ketika dibaca, ditambah racikan dialog yang ciamik dan menggugah. Salut buat penulisnya yang muda dan kreatif.”

(Sahrul Gibran, Sutradara dan Produser Film, “Mars”)

“Bagi saya, menulis adalah tentang bagaimana caramu mengatur emosi—dan karya ini terlahir atas hasil pergulatan pikiran serta emosi diri sendiri. Namun, pada akhirnya pengarang telah mati. Sekumpulan cerita pendek dalam buku ini kini menjadi milik pembaca. Maka hal berikutnya yang saya sampaikan tak lain: selamat membaca dan menyelami kehidupan para tokoh yang berada di dalamnya—yang sebenarnya nyata dan ada di sekitar kita. Tetapi sungguh, kau boleh memilih untuk tidak memercayainya.”—hal.13.

 

Jawaban

Rp 38.500

Dalam hening aku berdoa
Di antara yang terlelap dalam mimpi
Bulan sabit, benderang di luar sana
Kurasakan bunyi pada tiap helai daun bergesekan
Dan langkah kaki angin berbisik
Kupinta pada Ia
Sebuah damai
Dan berdua kita bercakap dalam doaku pada-Mu
Saat itu
Engkau
Benderang bersinar