Beranda ┬╗ Anindra Saraswati

Tampilkan hasil tunggal

Show sidebar
-5%Sold out
Close

Tanpa Senja

Rp 50.000 Rp 47.500

TANPA SENJA merupakan diorama dari refleksi sebuah fase biologis seorang manusia yang disebut Hidup. Hidup berakar dari basis materi, dan Waktu adalah bagian kecil dari materi itu. Waktu menjadi ruang di mana sebuah langkah dan pikiran dibentuk.

Melalui Waktu itulah Senja menjelma sebuah titik temu yang terkadang dirindukan tapi juga menjemukan. Senja berdiri sebagai titik arbitrer antara siang dan petang. Tapi Senja tak mutlak, dia bisa saja abstain karena mendung menggantung. Senja, bagaimanapun dia hanya riak kecil dari Waktu.

Berangkat dari Waktumaka lahirlah langkah yang disebut Perjalanan. Perjalanan adalah perpanjangan tangan dari Waktu, dia melangkah dan menggambarkan setiap peristiwa menjadi pengalaman, hingga Waktu membekukannya sebagai kenangan.

Melalui Perjalanan seseorang akan keluar dari belenggu ruang dan kemudian berkembang. Melalui Perjalanan pula keberadaan seorang manusia menjadi nyata di hadapan manusia lainnya.Tapi tidak berhenti di situ, Perjalanan ini tanpa sadar telah membentuk seseorang untuk berinteraksi dengan keberadaan mereka yang lainnya dan mengobservasi keberadaannya terhadap mereka.

Semua hal itu akhirnya melahirkan Idealisme, sebuah fondasi dari pemikiran manusia. Dia melebur bersama laku dan napas relasi seseorang. Idealisme hanya akan menjadi Idealisme jika terhenti pada nalar dan tersangkut pada tenggorokan. Dia adalah apa yang tidak bisa dilihat tetapi bisa meledakkan hati orang lain. Oleh karena itu, melalui Tanpa Senja ini diharapkan ada hati yang beku kaku menjadi cair seiring larutnya siang oleh petang. Tanpa Senja bukan berarti melenyapkan senja itu sendiri, tetapi mencoba lepas dari dramatisir senja yang menggerus tulang.

Senja menandai akhir sebuah hari, tapi tidak untuk semangat yang harus digantung pada mimpi malam hari.