Beranda ยป Wiviano Rizky

Tampilkan hasil tunggal

Show sidebar
Close

Kita Aku dan Kau di Penghujung Kisah

Rp 60.000

Sesampainya di sana, pagi hari. udara masih sejuk dan pemandangan khas alam di Afrika kami saksikan. Padang rerumputan luas, banyak satwa berkeliaran dan pohon-pohon kering. Kami bersyukur, kami dapat menikmati anugerah Tuhan yang paling indah. Bayangkan, untuk mencapai Baluran, kami memersiapkan tenaga yang harus tetap prima, dan medan yang bisa dibilang cukup mengkoyak-koyakan isi perut kami. Namun, karena tekat kami berdua ingin mengubah paradigma orang, kami hadapi rintangan tersebut. Dan, puji Tuhan! Kami mampu meski pada saat itu kami berdua sedikit kelelahan dan aku yang harus berkutat menahan flu dan kerongkongan yang kering. Tak lupa kami me-ngabadikan kesempatan itu, hanya untuk sebagai bukti bahwa si lumpuh pernah menginjakkan kakinya bersama orang yang sangat ia cinta.

Hembusan angin tetap kencang hingga menusuk dalam sukma, meyakinkankan kami berdua pula bahwa hidup ini sangat indah. Seperti senyummu yang menghias mengalahkan bias senja saat itu, tak ada yang lebih indah selain kau. Kau yang diciptakan menjadi api dan menjadi air bagi si lumpuh memang sejatinya telah direncanakan olehNya. Aku bersyukur tak henti-henti, kami mampu mengubah paradigma bahwa kami tak bisa bahagia dalam kondisi yang sangat terbatas. Maka, si lumpuh tak henti-hentinya bergumul setiap waktu, berharap tak ada yang dapat memisahkan kita bahkan maut sekalipun.