Showing 181–196 of 196 results

Show sidebar
-21%Hot
Close

Badai Pasti Datang

Rp 45.700 Rp 36.000

Badai Pasti datang karya Sonar Manihuruk adalah sebuah buku yang berkisah tentang Parlin, seorang mahasiswa rantau tingkat akhir yang begitu semarak dengan segala dinamika kehidupannya. Masalah persahabatan, asmara, problem akademis, hingga keprihatinannya yang karut-marut negara membuat hari-hari Parlin penuh dengan pelajaran dan perenungan yang sarat makna.

Buku ini menghimpun pemikiran-pemikiran kritis, yang seolah menjadi cermin kondisi negara Indonesia yang sudah hampir lepas kendali ini. Pendapat dan pemikiran Parlin secara tidak langsung menjadi sebuah bentuk peringatan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk berintropeksi dan segera berbenah diri. Kalau tidak, bersiap-siaplah karena cepat atau lambat, Badai Pasti Datang

Close

Manajemen Barang Milik Daerah

Rp 40.000

Saat ini, istilah good governance bukan lagi sekadar wacana yang dibicarakan dalam berbagai kajian akademis maupun kalangan para praktisi, tetapi sudah menjadi tuntutan untuk dilaksanakan dan dipantau pelaksanaannya.

Untuk mewujudkan good governance diperlukan dua pendekatan yang simultan penerapannya, yaitu pendekatan struktural dan pendekatan kultural.

Buku ini berisi tentang manajemen Barang Milik Daerah (BMD) sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai bagian dari pendekatan struktural dengan mengkompilasi berbagai peraturan perundang-undangan yang terbaru.

Buku ini menjelaskan secara detail tentang bagaimana seharusnya aset daerah itu dikelola dengan baik, ditinjau dari aspek teoritis maupun aspek normatif, sehingga bukan saja bermanfaat bagi para aparatur pemerintah daerah dan anggota DPRD, tetapi juga penting untuk dibaca para mahasiswa di perguruan tinggi, khususnya yang menekuni bidang keuangan daerah.

Sold out
Close

Manusia dan Segenggam Dewa

Rp 40.000

Manusia dan Segenggam Dewa adalah sebuah kumpulan puisi karya Maulana Sidik Praowo yang ditulis pada rentang waktu 2008 hingga 2012. Buku ini merupakan hasil refleksi penulis tentang ‘manusia’, sebuah objek yang sederhana namun juga rumit, karena membahas manusia berarti membahas diri kita sendiri. Membahas manusia berarti membahas kita sebagai kita, dan kita sebagai manusia. Tidak ada yang lebih mudah dan lebih sulit daripada itu. Buku ini tidak lebih adalah sebuah pengingat bahwa sebagai manusia kita tidak boleh lupa bahwa kita adalah manusia

Sold out
Close

Reblog Yogya

Rp 45.000

Komunitas Tumblr Yogya mencoba mengumpulkan tulisan-tulisan mereka menjadi sebuah buku. Mereka menamakan bukunya “Reblog Yogya”. Buku Reblog yogya adalah buku yang disusun untuk mengingat, mengapresiasi, mencintai, dan mengenang segala sesuatu tentang Yogyakarta. Kota yang indah, aman, nyaman, dan tentu saja memberi kesan mendalam bagi para penulis dan banyak orang yang pernah bersentuhan dengan Yogya.

Ada 25 cerita pendek (cerpen) yang ada di dalam buku ini. Ada cerpen humor, cinta, dan bahkan ada yang menyisipkan ilustrasi serta coretan sketsa di dalamnya. Keunikan dari buku ini adalah bahwa para penulisnya tidah hanya mempunyai latar belakang sebagai penulis, tapi juga dokter, fotografi, mahasiswa, apoteker.  Tapi, terbukti mereka punya kemauan keras untuk menulis sehingga terbitlah buku Reblog Yogya ini.

Sold outHot
Close

Pers Mahasiswa Melawan Komersialisasi Pendidikan

Wisnu Prasetya Utomo, dalam penelitiannya yang berjudul Pers Mahasiswa Melawan Komersialisasi Pendidikan ini menceritakan tentang bagaimana Pers mahasiswa dengan idealismenya berusaha mengajukan gugatan akan keputusan pemerintah yang berakibat pada melambungnya harga pendidikan tinggi di Indonesia. Kebijakan yang berakibat banyak warga Indonesia semakin sulit untuk mengecap pendidikan tinggi. Gugatan-gugatan ini tidak hanya diajukan kepada pihak pemerintah, melainkan juga pada para pemegang kuasa di universitas yang berlomba-lomba membuka pintu lebar-lebar dan membiarkan arus kapitalisme memasukku universitas.

Dalam buku ini Wisnu berusaha untuk mengkaji dan menganalisis tiga terbitan dari tiga perguruan tinggi negeri di Indunesia. Balairung, UGM; Catatan Kaki dari Universitas Hasanuddin Makassar, dan suara USU, Medan.

-20%Sold outHot
Close

Jebakan Liberalisasi

Rp 35.000 Rp 28.000

Pada masa Orde Baru hingga saat ini, liberalisasi ekonomi Indonesia masih saja terjadi hampir tanpa hambatan. Padahal jelas terbukti di negara mana pun di dunia, liberalisasi yang tidak dikelola dengan baik―melalui penyediaan perangkat hukum dan prasyarat memadai lainnya―hanya akan menciptakan ketergantungan ekonomi. Sebagian besar industri dalam negeri, terutama sektor-sektor penting yang menguasai hajat hidup orang banyak, bakal dikuasai oleh asing, dan utang—meskipun telah dicicil—akan terus bertambah banyak. Akibatnya, kekayaan alam yang melimpah tetap tidak mampu memakmurkan rakyat karena sebagian besar justru dinikmati asing.

Dari sisi kedaulatan, kita hampir sama sekali tak mampu mengambil kebijakan-kebijakan ekonomi-politik penting tanpa tekanan internasional. Kasus penjualan perusahaan-perusahaan negara, eksplorasi ladang-ladang minyak, dan kasus-kasus lainnya hampir selalu terjadi karena tekanan pihak eksternal. Bagi setiap orang yang masih mampu berpikir jernih, keseluruhan cerita ini tentu mengoyak harga diri kita sebagai bangsa.

Bagaimana kita bisa keluar dari jebakan liberalisasi yang “ditawarkan” oleh lembaga-lembaga ekonomi internasional dan instrumen mereka?

Buku indie kali ini berupaya mengurai proyek-proyek liberalisasi yang dilakukan selama Orde Baru dan kepemimpinan lima presiden di era Reformasi. Sebagai perbandingan, penulis memberikan contoh-contoh kasus liberalisasi dan perlawanan terhadapnya di Amerika Latin dan Cina, serta upaya-upaya yang bisa kita lakukan untuk mencari jalan guna mewujudkan kepentingan nasional di tengah arus liberalisasi global. Buku “kiri” ini bukan hanya kiri secara gagasan, tapi juga kiri dalam cara publikasi. Buku ini diterbitan secara mandiri oleh penulisnya bekerjasama dengan Indie Book Corner.

-36%Hot
Close

Sendokir!

Rp 47.000 Rp 30.000

“He eh, terus?” tanya gue nyimak.

“Gue perhatiin kan supir travel-nya nih, kayak yang udah ngantuk. Gue lihatin terus… lama-lama dia ngambil bantal, ditaruh di bahu kanan buat nyender, rilek banget. Gue mikir wah gawat nih kalau abangnya ketiduran. Jadi nggak bisa tidur gue. Udah gitu, makin lama, makin lama, eh, kaki kirinya dinaikin ke atas, naik ke jok, kayak gini nih!” kata Jawir sambil nyontohin duduk ala makan di warteg.

“Lah? Itu gimana nginjek koplingnya?!” gue makin geli sendiri denger ceritanya.

“Nah, makanya. Kagak diinjek berarti. Gas teruuus! Hahaha! Parah banget!”

SENDOKIR! adalah catatan seorang mahasiswa gaoel abiez yang memberikan suasana baru dalam dunia penulisan. Cocok banget dibaca pas gabut dan rilek. Buku ini Insya Allah ada untuk menemani dalam segala urusan.

Jadi, kalau lo denger kata “sendokir”, itu bukan karena mereka lagi sendirian tapi mereka lagi ngomongin buku gue!
—————————————————————————————————-

“Kocak gila, memalukan, tapi menyenangkan abis, bukunya Hayu sukses bikin gue kagak stop ngakak! Kalo lo baca tulisannya, lo wajib ketemu orangnya. Ngocol melulu!”
– Dio Rudiman, Penulis dan Komikus.

“Hayu membuktikan bahwa ga perlu inspirasi yang tinggi dan terlalu jauh untuk menulis buku. Cukup dengan mengamati kejadian sehari-hari di sekitar kita, semua bisa dijadikan bahan untuk tulisan. Itu yang bikin buku ini jadi ringan dan enak dibaca, bahkan bisa bikin kita tertawa di beberapa bagian. Pokoknya buku yang sangat cocok dibaca saat sedang Sendokiran. :)”
– Gilang Bhaskara, Stand Up Comedian.

“Buat orang yang nggak suka baca, buku ini bisa buat lo suka baca, selembar-dua lembar dapet lah…”
– Awang Pamungkas, Temen.

Sold out
Close

Nada yang Hilang

Rp 35.000

Mencintai musik sejak bertemu dengan kawannya yang mati karena kecanduan narkoba, Roman mulai memahami bahwa dunia beserta pengalaman-pengalaman pribadinya merupakan kumpulan nada-nada yang bisa dirangkai menjadi sebuah musik yang indah. Bersama kawan-kawannya satu sekolah, Roman mendirikan band dan mulai menikmati apa yang ia cintai: musik.

Namun, musik bukanlah sebuah nada tunggal yang menjadikan hidup Roman lengkap. Dipertemukan oleh Liandah, cara pandang Roman sontak berubah. Ia mulai memahami bahwa musik hanyalah sebuah media untuk menggapai sebuah mimpi. Dan mimpi yang ia tahu adalah cintanya pada sosok Liandah.

Novel ini berkisah mengenai persahabatan, cita-cita, dan perjalanan menggapai mimpi. Ringan dan cukup renyah dibaca. Menarik untuk disimak.

-22%Hot
Close

Wajah dalam Cermin

Rp 32.000 Rp 25.000

Tema-tema dalam kumpulan cerpen Wajah dalam Cermin karya Ibnu HS sangat dekat dengan realitas keseharian, karenanya ia menjadi sangat membumi. Alur ceritanya mengalir dengan lancar. Meski sarat dengan muatan dakwah, namun cerpen dari Mantan Ketua LFP Kalbar 2002-2003 ini mampu membuat kita bercermin dari peristiwa di dalamnya. Variasi tema dan garapan konfliknya ditambah dengan ending tak terduga dan perenungan yang dalam membuat kumpulan cerpen ini menjadi sangat istimewa.

Ada 15 cerpen dalam kumpulan ini. Kita bisa menemukan karya yang sarat dengan persoalan sosial dan memiliki nilai-nilai religi, sosial dan humanisme. Buku ini diterbitkan secara mandiri dan indie, sebagai respons penulis atas kerasnya tembok dunia penerbitan sastra kita saat ini. Persoalan ini tentu memiliki peristiwa sendiri yang rumit dan pelik. Ada banyak penulis daerah yang tak terwadahi sama sekali, selain sepi dan kurangnya minat masyarakat terhadap buku-buku sastra. Selain itu, dengan membeli buku ini, Anda juga ikut berpartisipasi untuk membantu pengobatan para penderita LUPUS di Indonesia. Selain berkelana dalam lautan hikmah, Anda sekaligus bisa beramal.

Sold out
Close

Sang Pendamping (Pemenang Sayembara Buku Indie)

Rp 35.000

PENDAMPING adalah kumcer pertama karya Ardy. Yang menarik dari kumcer ini, selain seperti yang tertulis di atas, barangkali adalah apa-apa yang berusaha ditawarkannya kepada pembaca, seperti bagaimana keterkaitan antara takdir dan dosa bisa menghadirkan ironi, bagaimana kepatuhan pada sabda Nabi amatlah dekat dengan upaya menjaga kepentingan pribadi, bagaimana yang terjadi terasa tak terjadi dan yang tak terjadi terasa terjadi, bagaimana agama pada akhirnya menjadi pemisah bagi sebagian pemeluknya dalam melakukan kebaikan, dan sebagainya.

Tentu bukan tugas penulis untuk menjabarkan secara detail apa saja kelebihan dan kekurangan cerpen-cerpen dalam buku ini, melainkan tugas mereka yang nantinya barangkali berminat memberikan ulasan alias menjadi semacam kritikus. Tentu bukan tugas penulis juga untuk memberikan label mana cerpen yang berhasil mana yang gagal pada buku ini, melainkan itu tugas pembaca. Namun jika soal menikmati, semata menikmati, kita bisa sama-sama melakukannya.

Ini adalah salah satu dari lima buku terbaik pemenang SAYEMBARA BUKU INDIE yang diadakan oleh Indie Book Corner. Buku ini menghimpun cerita-cerita dari gagasan-gagasan segara sang penulis. Selamat membaca!

-20%Hot
Close

Pleset Book #2 + DVD Plesetan

Rp 50.000 Rp 40.000

Buku ini adalah tanda berkarier Anang Batas sebagai komedian kondang dan tokoh plesetan di Indonesia, khususnya di Jogjakarta.  Bukan hanya berisi plesetan, buku ini juga seperti tutorial bagaimana melakukan aksi plesetan, disertai juga sekilas sejarah plesetan. Bonus buat kalian 1 DVD berisi video plesetan Anang Batas.

Jadi, sudah siapkan kamu terpeleset?

Melihat dan mendengar kultur dan kata Plesetan orang selalu teringat akan Yogyakarta, di mana di kota ini tumbuh subur dalam proses persemaian Jagat Plesetan. Semangat Plesetan seolah merasuk ke jiwa para seniman, budayawan, pemerhati ekonomi, politik, sosial, sampai ke kalangan masyarakat kawulo Ngayogjakarta. Plesetan ternyata bukan sekadar kata yang diplesetkan, tetapi juga logika. Hal ini banyak memengaruhi tatanan kehidupan masyarakat di Yogya khususnya, dan Indonesia pada umumnya (terutama penentu kebijakan, he… he… he…).

Anang Batas yang saya kenal memang manusia produk jagat plesetan. Dia lahir dari keluarga akademisi dan pernah mencicipi Perguruan Tinggi walau tidak sampai selesai. Jangan-jangan buku yang baru dia buat ini adalah ikhtiar penyelesaian kesarjanaannya lewat skripsi ala Plesetan dan mungkin akan mendapat titel dari Universitas Jagat Plesetan (njuk rektore iki sopo yo?). Kehadiran buku yang ditulis oleh calon Sarjana Universitas Jagat Plesetan ini melengkapi dari buku dan tulisan yang sudah ada sebelumnya dari para penulis lainnya. Definisi Plesetan sudah manjing ajer dalam diri Anang Batas.

Selamat membaca!

Melihat dan mendengar kultur dan kata Plesetan orang selalu teringat akan Yogyakarta, di mana di kota ini tumbuh subur dalam proses persemaian Jagat Plesetan. Semangat Plesetan seolah merasuk ke jiwa para seniman, budayawan, pemerhati ekonomi, politik, sosial, sampai ke kalangan masyarakat kawulo Ngayogjakarta. Plesetan ternyata bukan sekadar kata yang diplesetkan, tetapi juga logika. Hal ini banyak memengaruhi tatanan kehidupan masyarakat di Yogya khususnya, dan Indonesia pada umumnya (terutama penentu kebijakan, he… he… he…).

Anang Batas yang saya kenal memang manusia produk jagat plesetan. Dia lahir dari keluarga akademisi dan pernah mencicipi Perguruan Tinggi walau tidak sampai selesai. Jangan-jangan buku yang baru dia buat ini adalah ikhtiar penyelesaian kesarjanaannya lewat skripsi ala Plesetan dan mungkin akan mendapat titel dari Universitas Jagat Plesetan (njuk rektore iki sopo yo?). Kehadiran buku yang ditulis oleh calon Sarjana Universitas Jagat Plesetan ini melengkapi dari buku dan tulisan yang sudah ada sebelumnya dari para penulis lainnya. Definisi Plesetan sudah manjing ajer dalam diri Anang Batas.

Sold out
Close

Aroma Kehidupan

Romo Martin Fatin SVD dalam tulisannya Aroma Kehidupan mengajak kita untuk merefleksikan kehidupan kita melalui gambaran kehidupan seorang gadis bernama Vita. Buku ini juga disertai dengan penjelasan dan kutipan ayat alkitab yang menjadi bahan inspirasi sehingga membuat para pembaca lebih mudah menghayati dan memaknai peran Tuhan Yesus dalam kehidupan kita sehari-hari.

Sold out
Close

Little Angel

Rp 40.000

Setiap detik adalah detik terbaik
karena engkau yang mendetakkannya…

Aku bingung di mana Tuhan menempatkan jodohku
Entah pada subjek ataukah predikat…

Perbedaan adalah anugerah dan
Cinta hadir untuk melengkapi anugerah itu…

-45%Sold outHot
Close

Sebuah Pertanyaan yang Memucat

Rp 30.000 Rp 16.500

Novel pendek ini mengandaikan kalau cinta kasih yang selalu memiliki bayangan, yaitu kehilangan, adalah deret pertanyaan membingungkan dan seringkali tidak pernah terjawab. ‘Aku’, seperti kita semua, muncul sebagai tokoh yang terus-menerus mengalami, memperjuangkannya lagi, sambil pelan-pelan berusaha mencerna hidup diantara hal itu.

Kenangan-kenangan tentang perempuan dan sahabatnya yang menggumpal juga terus menghajar dirinya, membuat deret pertanyaan itu mengerucut menjadi satu. Kebingungan yang melandanya tak berhenti, malah menimbulkan kecemasan tiada terperi.

-20%Hot
Close

Penyair Midas

Rp 45.000 Rp 36.000
-10%Sold outHot
Close