Showing 151–180 of 208 results

Show sidebar
-10%Sold out
Close

Jam Weker

Rp 46.000 Rp 41.400

Tulisan-tulisan di buku ini semuanya adalah pengalaman pribadi. Ada yang ditulis di ponsel saat perjalanan membosankan Jakarta-Bogor setiap hari. Ada juga yang ditulis ditemani secangkir coffee latte hangat favorit saya di sebuah kedai kopi. Ada yang ditulis di perjalanan panjang di pesawat. Banyak juga yang ditulis iseng di sela-sela menyiapkan materi presentasi di kantor. Bagi saya, menulis bisa di mana saja, kapan saja. Menulis pun tidak perlu dipikirkan rumit, detail, dan penuh teori canggih. Setelah kalimat pertama dimulai, maka kalimat-kalimat selanjutnya akan mengikuti dengan cepat

-10%Hot
Browse Wishlist
Close

wo(W)man: Tuhan Tidak Membuat Rencana yang Tak Sempurna

Rp 65.000 Rp 58.500

Membaca buku ini, membuat kita yakin bahwa kesempatan untuk menjadi baik selalu ada. Kita juga diingatkan waktu yang berlalu tidak akan terulang. Cara kita memaknai setiap peristiwa dalam hidup akan membuat waktu yang terlewati menjadi tidak sia-sia. Dengan bahasa yang lugas Merlyn mengingatkan bahwa
banyak tindakan kita dalam hidup ini yang berlandaskan cinta, kejujuran, dan keberanian menjadi diri sendiri.

Andy F Noya, Host Kick Andy di Metro TV

Saya selalu percaya, untuk menjadi jujur itu tidak mudah, that’s why “Jujur” adalah satu hal yang paling saya kagumi dari membaca buku ini. Merlyn dengan luar biasa memaparkan isi kepalanya dengan sangat jujur dan tanpa tedeng aling-aling.

Saya seperti sedang belajar lagi tentang bagaimana sederhananya memaknai hidup dan sedemikian sederhananya cinta.Merlyn mengajak saya dan kita semua untuk memulai kembali menata hidup dengan sederhana, apa adanya tapi penuh dengan cinta. Dan saya mau berterima kasih untuk masih peduli itu semua. By the way, “Mimpi Tentang Ibu” adalah bagian favorit saya, yang membuat saya sadar bahwa bagian terpenting tubuh kita adalah… baca aja 🙂

Hally Ahmad, Film Publicist, Event Spesialist

Sejauh yang saya kenal, Mbak Merlyn di segala keanggunan dan kejudesannya juga tergambar di kalimat yang ia pilih. Lugas, berani, jujur, tanpa tedeng aling-aling. Itu yang saya suka. Tak ada basa-basi. Membuat kita malu, gerah, tapi asyik untuk mengintip. Dengan beberapa kali gaya bertutur yang ‘keluar dari jalur’ tapi tetap menarik. Dan tanpa modal kecerdasan, Mbak Merlyn takkan mampu menelaah dan mengangkat hal yang sederhana di depan mata.

Dedy Darmawan, ST, Tarot Reader (Solusi Tarot Darma)

 

Mbak Merlyn yang kukenal adalah sosok yang cerdas, inspirasional, dan selalu positif. Setiap ngobrol dengannya, saya selalu kagum dengan semangatnya menciptakan kebaikan, kedamaian, optimisme, dan cinta kasih kepada sesama. Dan semua itu ia tuangkan dengan sangat apik dalam buku ini. Gaya bertutur di
tiap-tiap cerita mengalir lancar sehingga mudah dicerna. Katakatanya inspiratif, namun tak menggurui. Ceritanya blak-blakan, tapi tetap punya kelas. Buku ini mengungkapkan kejujuran hati seorang Merlyn Sopjan dengan tanpa basa-basi. Bagi saya, ini adalah refleksi diri yang jujur, cerdas dan humanis

Rizka Azizah (Chika), Features Editor Femina Magazine, @rizchik

Tanpa perlu menggurui dan menyebut inilah cita-cita atau harapan setiap orang, melalui buku ini yang ditulis dengan bahasa manis dan getir silih berganti, Merlyn mengingatkan bahwa kita perlu lebih beradab untuk memperbaiki kehidupan yang mulai melunturkan nilai-nilai kemanusiaan dan cinta sejati. Merlyn ingin dirinya lebih bermakna bagi sesama manusia dan kehidupan ini.

Inang Winarso, Antropolog UNPAD Bandung

Cinta kasih yang jauh melampaui tubuh. Sepotong kerinduan pada waktu yang lalu dan keberanian menjejak pada bumi yang absurd, dihidangkan dengan indah di setiap lembarnya oleh sang penulis.This fascinating book is so smart, sexy, entertaining. What an elegantly written.

Chrissy Siahaan, Women Activist

Melalui buku ketiganya, Merlyn kembali mengajak pembaca untuk berdialog tentang hidup dan kehidupan, yang sarat dengan ketidak-adilan akibat sekat yang tajam. Merlyn berusaha memaknai hidup dengan berpikir melampaui sekat yang masih sangat dominan dalam masyarakat kita. Bukan hal yang mudah dan tanpa tantangan, tetapi Merlyn secara konsisten terus melakukannya. Dan, semuanya dilakukannya melalui
tutur kata yang lugas, tanpa basa-basi.

Muhadi Sugiono, Staf pengajar Ilmu Hubungan Internasional, UGM, Mantan Konvener Jaringan Hak-hak Azasi Manusia Asia Tenggara (SEAHRN)

Sold out
Close
Hot
Close

Mariana

Rp 42.600

Sudah kukatakan kepada lelaki itu untuk jangan nekat mengejar-ngejar mariana, tapi lelaki itu sangat keras kepala. Sulit untuk percaya bila perempuan itu akan meluluhlantakkan hatinya seperti meremahkan roti tanpa peduli.

Aku pun tidak begitu mengerti mengapa Mariana begitu sering menolak cinta para lelaki. Menghancurkan harapan mereka berkeping-kepingbegitu mudahnya seolah tak pernah memiliki arti. Terkadang, hal itu membuatku kerap berpikir jika Mariana tak ubahnya wanita dengan sejuta sihir yang hidup dari masa lalu, dan satu-satunya jalan keabadian baginya adalah dengan mendapatkan air mata lelaki yang begitu mencintainyademi bisa berumur panjang dan awet muda.

“Membaca cerita-cerita Shandy adalah memasuki dunia yang serba ambigu namun menggairahkan. Dunia keseharian yang berkelindan, dengan fantasi, berbaur membentuk petualangan yang bisa menyesatkan. Seru dan menegangkan. Jalinan kisah dan alurnya bisa membuat pembaca hanyut.” (Aris Kurniawan-Cerpenis)

-13%Hot
Close

Aidit, Marxisme-Leninisme, dan Revolusi Indonesia

Rp 52.000 Rp 45.000

Buku ini memberikan gambaran ringkas yang baik mengenai sejarah kehidupan DN Aidit, sejarah pemikirannya mengenai Marxisme-Leninisme yang di-Indonesiakan, revolusi Indonesia, serta nasib revolusi dan politik nasional di kemudian harinya. Sejarah pemikiran Aidit adalah sejarah mempelajari proses seorang manusia dalam mencapai angan-angan revolusionernya. Ini sebenarnya adalah sebuah episode yang menarik dan kalau saja ada novelnya, tentu akan menjadi sangat menarik. Seorang pribadi yang elegan dan cerdas, dibentuk oleh Islam sejak kecil, dan selalu membela nasib kaum buruh dan rakyat kecil. Siapa yang menyangka kalau Aidit di masa kecilnya adalah muazin masjid dan telah khatam (menamatkan) Alquran sebanyak tiga kali. Ayahnya adalah tokoh Islam di kampung halamannya, Belitung, dan pernah menjadi anggota DPRD dari Partai Masyumi. Bagi yang menganggap Aidit sebagai musuh Islam, tentu belum paham mengenai siapa sebenarnya Aidit. Mungkin saja niat Aidit memilih masuk PKI dikarenakan amalannya akan Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan membela kaum duafa (tertindas). —Bonnie Setiawan

 

-8%Hot
Close

Bicara Besar – Kumpulan Puisi Kezia Alaia

Rp 65.000 Rp 60.000

Bicara Besar adalah buku kumpulan puisi pertama, sekaligus buku pertama yang ditulis oleh Kezia Alaia (@keziaalaia) Buku ini berisi sekitar 40 puisi dengan tema beragam yang kesemuanya adalah usaha mendengarkan (dan membungkam) diri sendiri di tengah hiruk pikuk di sekeliling. Beberapa puisi berbicara tentang diri dan pertentangan di dalamnya, sementara beberapa lainnya tentang perenungan tentang tuhan dan cara-cara manusia untuk memahami sosok yang dituhankannya. Puisi lainnya berbicara tentang kekuasaan dengan bentuk-bentuknya yang beragam di keseharian, dan beberapa yang paling disukai Penulis bicara soal cinta. Puisi dalam buku ini sarat juga akan pandangan Penulis soal isu sosial.

Puisi-puisi dalam buku ini diilustrasikan oleh Reyna Clarissa (@reynaclarissa) yang juga mengerjakan sampul buku.

Bersamaan dengan ini, dibuka pula pre-order/pemesanan buku. Buku yang dibeli dalam jangka waktu pre-order akan mendapatkan harga khusus (Rp 60.000, harga asli Rp 65.000) + bonus pembatas buku + tanda tangan.

-7%Sold outHot
Close

Simulakra Sepakbola – Zen RS

()
Rp 70.000 Rp 65.000

Jika pornografi mulai dianggap lebih sensual dibandingkan seks, maka bisakah tayangan sepakbola kini dianggap lebih sporty dari sepakbola itu sendiri?

-6%Hot
Close

Restoran Lee

Rp 80.000 Rp 75.000

Novel ini enak dibaca dengan bahasa yang mengalir, mudah dimengerti, dan menggambarkan situasi kota Wolfenbuttel dan Braunshweig di jerman dengan detail. Restoran Lee adalah novel keseharian hidup yang selalu berulang tentang cinta, cita-cita, dan keluarga. Jika Anda membaca novel ini, maka banyak nilai kehidupan yang akan menginspirasi tujuan hidup ini. Novel Restoran lee adalah novel pertama dari trilogi novel yang akan berlanjut pada novel Roullette dan novel Zuhud.

Sold out
Close

Mutiara dari Lembah Sunyi

Rp 45.000

Tak usah ragu membagi dukamu denganku
Begitulah adanya kehidupan ini
perjuangan tak selalu menghadirkan kemenangan
aku hanya ingin kau mengerti,
pada suatu hari nanti
kau pun akan pahami
bahwa kau tak sendiri meramu letih, perih, dan pedih ini
melainkan hitam sudah menjadi milik setiap orang
tidak terkecuali aku…
bertahanlah rayakanlah musim-musim kelu ini
dengan bersabar
karena mungkin sebentar lagi
kita akan mati
pada peti nanti
pada ujung hari
yang masih belum pasti…
tapi sudah pasti kita akan mati…

-19%Hot
Close

Politik 3.0

Rp 80.000 Rp 65.000

Dalam suasana elektoral sedemikian pekat dengan intensitas lintang pukang seperti yang kerap kita alami, sebuah pertanyaan penting diajukan: ketika kompetisi elektoral tengah berlangsung, adakah rakyat telah menjadi subjek yang sesungguhnya? Pertanyaan ini bukan remeh, meski sebagian akan menjawabnya sebagai hal yang telah usai. Pertanyaan itu sendiri masih menyimpan kemungkinan jawaban yang beragam, namun satu hal yang pasti adalah ketika suara telah selesai dihitung dan kotak suara telah ditutup, rakyat tak ada lagi.

POLITIK 3.0 ini, hendaknya ingin  menyajikan  bahwa semua politikus sebenarnya bisa berpolitik  di pangung demokrasi dan selama itu  pun mereka juga  akan tetap dicintai oleh rakyatnya. Bahwa politik bisa dikelolah menjadi upaya untuk menggapai mimpi-mimpi melalui program dan langkah-langkah strategis. Semua orang bisa menggapainya sepanjang memiliki asa dan tekad yang kuat untuk menghadirkan warna baru ditengah jagad perpolitikan kita yang cendrung seragam.

Yang dipotret di buku ini bukan sekadar perjalanan seorang Politisi muda, tetepi bagaiman para relawannya menjadi bagian penting  dari semua proses politik yang dilalui seseorang.

Para relawan  tak banyak dicatat, mereka kerap dilupakan.  Padahal peran merka tidaklah kecil. Mereka adalah kekuatan utama yang menjadi garda terdepan para politisi. Suka dan duka sudah dirasakan oleh mereka, tetapi dibalik sudak dan duka para relawan itu kemudian muncullah sosok politikus kita yang sesungguhnya.

-5%
Close

Mbah Sjukur dan Cerita Lainnya yang Tak Patut Kau Percayai

Rp 45.000 Rp 42.750

“Membaca cerpen-cerpen Ade Ubaidil ini terasa ‘ajaib’. Seperti bukan karya Ade yang biasanya saya baca. Di kumcernya ini Ade sudah dewasa. Saya seolah membaca gaya bercerita dan menulis dari penulis luar negeri. Ade sudah bisa memadukan setting lokasi cerita di wilayah lokal dan setting lokasi entah di mana. Ini satu lompatan besar bagi karir kepenulisannya. Terus menulis, Ade.”

(Gol A Gong, Penulis dan Pendiri Rumah Dunia)

“Dunia penceritaan di tangan Ade Ubaidil menjadi dongeng yang kian lindap, hitam, dan kental. Ia seperti mau menulis seenak jidatnya saja, tanpa ingin bertanggungjawab apakah ceritanya masuk akal atau tidak. Namun demikian, surealisme dalam cerpen-cerpen Ade Ubaidil merupakan pilihan kerja kreatif yang dilakoni dengan spirit the adventure of ideas. Pembaca, oleh karenanya, perlu juga untuk menangkap ide-ide apa yang sekiranya telah ditanam pengarang di belantara ceritanya. Selamat untuk Ade. Maju terus! Banten ke depan semakin butuh generasi muda yang kreatif, cerdas, dan berani.”

(Chavchay Syaifullah, Penyair dan Ketua Dewan Kesenian Banten)

“Kalau cerpen adalah oase, kita bisa menikmati dari indahnya bahasa dalam buku ini. Kalau cerpen adalah sumur, kita bisa menimba banyak hal dari buku ini. Selamat menikmati sajian Ade kali ini.”

(Teguh Afandi, Penggiat Klub Baca)

“Ade Ubaidil mengolah kenyataan dan fantasi menjadi kritis, kemudian mengejutkan. Baca dan rasakan gejalanya.”

(Eko Triono, Penulis Buku, “Agama Apa yang Pantas Bagi Pohon-Pohon?”)

“Ide-ide yang diangkat sederhana tapi dieksekusi dengan sangat matang. Banyak adegan-adegan yang filmis ketika dibaca, ditambah racikan dialog yang ciamik dan menggugah. Salut buat penulisnya yang muda dan kreatif.”

(Sahrul Gibran, Sutradara dan Produser Film, “Mars”)

“Bagi saya, menulis adalah tentang bagaimana caramu mengatur emosi—dan karya ini terlahir atas hasil pergulatan pikiran serta emosi diri sendiri. Namun, pada akhirnya pengarang telah mati. Sekumpulan cerita pendek dalam buku ini kini menjadi milik pembaca. Maka hal berikutnya yang saya sampaikan tak lain: selamat membaca dan menyelami kehidupan para tokoh yang berada di dalamnya—yang sebenarnya nyata dan ada di sekitar kita. Tetapi sungguh, kau boleh memilih untuk tidak memercayainya.”—hal.13.

 

-7%Sold out
Close

Wartawan Kerah Hitam

Rp 70.000 Rp 65.000

Idealisme kaum muda yang tinggi menjulang sampai nyaris menyentuh bulan sering tak berarti apa-apa karena begitu bersentuhan dengan realitas hidup yang keras, tak jarang sangat getir, apa yang ideal itu terasa begitu jauh, tanpa pijakan, dan rapuh. Meskipun begitu, tantangan keras dan sangat getir seperti itu masih sering bisa dikalahkan dengan apa yang disebut “prinsip”, diikuti penegasan: hidup harus dibangun di atas landasan dan prinsip yang jelas, agar kita tak mudah terbujuk.

Tapi ketika apa yang kita sebut realitas hidup itu tampil lembut, halus, dan agak menggoda, dengan tawaran yang menjamin kenikmatan hidup dan tambahan derajat lebih tinggi, maka penolakan terhadapnya hanya akan menjadi sikap yang bisa diejek ‘keras kepala’ dan ‘dungu’. Dan sering dengan tambahan bahwa yang bersangkutan hidup seperti di awang-awang. Bisa saja dia tidak peduli sama sekali. Boleh jadi idealismenya bisa bertahan sebulan, dua bulan, atau sedikit lebih lama lagi.

Namun bila bujukan itu begitu gigih dan tetap dalam kelembutan yang seolah tak memiliki kepentingan apa pun, maka seperti yang banyak terjadi, idealisme itu diam-diam takluk dan runtuh total. Dan orang berkata—mungkin dengan sedikit kecewa—bahwa di dunia fana ini barang apa yang punya harga bisa dibeli. Begitu juga ‘harga diri’.

Novel ini bermain di dalam setting moral yang kurang lebih mencoba menjelaskan bahwa idealisme itu rapuh, dan bagi banyak orang, daya hidupnya pendek. Banyak orang idealis yang tunduk pada keadaan. Kemudian berkhotbah mengenai realitas hidup yang memang sudah begitu adanya dan tak mungkin digoyah-goyah lagi. Kita harus realistis. Maka hidup dengan idealisme dianggap terkutuk. Atau dungu.

Tokoh kita, bukan tipe pribadi seperti itu. Dia tak ingin menjadi “yang terkutuk” dan dungu. Dia bermain di dalam situasi “rusuh” dunia media yang memalukan itu. Dan dia kelihatannya bermain dengan lihai. Apa yang sudah buruk dibikin menjadi lebih buruk. Apa yang sudah terlanjur “edan” dibuka sekalian agar yang edan tampak edan sungguhan tanpa rasa malu. Sikap munafik, sok suci, dan penuh sikap kongkalikong tak lagi ditutup-tutupi. Media tak lagi menjadi cermin hati nurani masyarakat, tak menjadi masalah. Dia telah memilih peran dengan penuh kesadaran.

(Mohamad Sobary, esais)

Dari sejumlah novel berlatar cerita dunia jurnalistik, Wartawan Kerah Hitam termasuk yang menarik untuk dibaca. Selain karena secara rinci mampu menggambarkan ruang dapur, kebijakan, dan situasi lapangan peliputan berita, ia juga mengisahkan tentang apa yang terjadi di balik berita. Termasuk rekayasa, intrik, dan pemerasan yang dilakukan para pewarta. Mulai dari pewarta bodreks sampai kebusukan para pemimpin media massa. Kecermatan pengarang menguraikan rincian, taktik pemerasan, teknik peliputan, dan penulisan berita menyebabkan novel ini cukup kredibel untuk dibaca. Tidak hanya untuk kalangan jurnalistik tapi juga oleh pejabat, para koruptor, manipulator, bahkan para penasihat spiritual dan pimpinan partai politik. Sebuah novel yang cukup menegangkan sebagai fiksi, tapi juga sangat meyakinkan sebagai realitas. Bagus!

(Noorca M. Massardi, pengarang dan pewarta)

 

-9%Hot
Close

Sepak Bola Seribu Tafsir

(1 ulasan pelanggan)
Rp 55.000 Rp 50.000
-10%Hot
Close

Skandal Sastra

Rp 60.000 Rp 54.000
Hot
Close

Jawaban

Rp 38.500

Dalam hening aku berdoa
Di antara yang terlelap dalam mimpi
Bulan sabit, benderang di luar sana
Kurasakan bunyi pada tiap helai daun bergesekan
Dan langkah kaki angin berbisik
Kupinta pada Ia
Sebuah damai
Dan berdua kita bercakap dalam doaku pada-Mu
Saat itu
Engkau
Benderang bersinar

Sold out
Close

Merawat Ingatan

Rp 40.000

Kado Istimewa

Pak, Bu…
Ini ada sembako dari kampanye
Katanya harus berikan suara untuk partainya
Ini ada cerita
Tentang manis janjinya, tak tahu buktinya

Pak, Bu…
Ini ada bantuan
Lembaran uang kehidupan
Katanya janjikan partainya
Ini ada cerita
Tentang kejujuran, anti penindasan. Tak tahu nantinya

Pak, Bu…
Ini ada camar
Bawa kabar, jika partainya kalah dan calonnya
Masuk rumah sakit jiwa, didiagnosa “gila harta”!

–Merawat Ingatan, halaman 4.

Buku puisi karya Lutfi Topan ini berisi 35 judul puisi yang merupakan usaha untuk merawat ingatan akan kontemplasi sang penyair dalam melihat fenomena di sekitarnya. Disajikan dengan tanpa bunga-bunga kata, sederhana, namun tetap dengan pilihan diksi yang istimewa.

Sold out
Close
Sold out
Close

Anomali Rindu

Rp 40.000

Pungguk

Aku mendengar nyanyian risau para pungguk
Berzikir tentang bulan impian.
Aku mendengar suara parau sang pungguk
merindukan bulan.
Dedaunan bertasbih memujimu.
Ranting-ranting merapal asma tentang
keindahanmu.
Akulah pungguk dan kau bulan
Kekasih.

Merintih

Di malam itu.
Aku menyusuri jejak yang kau tinggalkan untukku.
Setiap langkahnya terucap namamu.
Hanya itu pengusir sepiku.
Aku menyusuri jejak yang kau tinggalkan untukku.
Aku bertasbih menyebut asmamu.
Berharap membasuh jiwaku
Aku menyusuri jejak yang kau tinggalkan untukku.
Aku meraba kesedihanmu.
Berharap aku menyingkap kesedihanmu.
Di malam itu.
Aku meratapimu.

Sold out
Puisi indo Jogja
Close

Samudera Kata

Rp 35.000

kita selalu bangun lebih pagi, tak pernah sama dengan
keluarga lainnya. pukul tiga lima belas, akhir tahun dua ribu
dua. aku tetiba bangun mendadak, mendapati rumah kita
terbakar, begitu juga rumah-rumah tetangga. berbekas
berlari, menyelamatkan diri, kau menabrak pot bunga
di ruang tamu karena memang saat itu gelap, terjerambab dan
mengenaiku, malangnya sebuah kayu jatuh dari atap tepat
mengenai tubuh kita. hari itu, aku dan kau tak sempat
menyempatkan diri menyirami kebun kita.

kita selalu bangun lebih pagi, tak pernah sama dengan
keluarga lainnya. kali ini berbeda, aku bangun dari kasur
yang berbeda pula. aroma dan obat-obatan dan semua dinding
berwarna putih agak kekuning-kuningan. oh, rumah sakit
ketika seorang dokter dan suster datang sambil tersenyum,
basa-basi dan tetiba murung. terkabarkan kau telah tiada
dengan tulang rusuk patah. duniaku seketika gelap. tak ada
ritual menyirami kebun mawar putih tepat di belakang rumah
kita pagi itu.

Sold outHot
Close

RMS: Republik Militer (Para) Sersan

Rp 50.000

Banyak orang akan teringat Soumokil jika bicara soal Republik Maluku Selatan (RMS). Soumokil memang merupakan otak sekaligus pemimpin paling legendaris dalam sejarah RMS. Namun banyak orang tak peduli bahwa ada pihak lain yang juga memiliki peran besar dalam mewujudkan cita-cita berdirinya RMS.

Sejarah militer RMS sejatinya bukan hanya soal kisah para jenderal, kolonel, atau kapten. Sejarah militer RMS adalah sejarah mengenai para bekas sersan KNIL dan pengikutnya yang ternyata punya andil sangat besar dalam menegakkan RMS.

Kunci keberlangsungan RMS di Maluku sejatinya bukanlah di tangan Soumokil, melainkan di tangan bekas pasukan KNIL ini. Merekalah yang secara nyata menegakkan RMS dibanding pemimpin-pemimpin sipilnya. Merekalah ujung tombak RMS.

Di buku ini akan dipaparkan peran para sersan dan serdadu-serdadu bekas KNIL yang berjuang meraih “kemerdekaan” mereka. Sampai diakhiri dengan alasan mengapa mereka menemui kegagalan.

Sold out
Close

Kiambang

Rp 40.000

Kiambang menceritakan 13 kisah dengan berbagai macam rasa, cerita dari atas perbukitan hingga banglasnya lautan, riwayat sebuah kota hingga hari ulang tahun. Seluruhnya bertemu dalam cita yang muda dan mancawarna.

__________________

Kiambang adalah buku kumpulan cerita pendek modern berbahasa Indonesia pertama yang ditulis dalam aksara Jawa. Buku ini dapat dinikmati baik sebagai karya sastra maupun karya seni rupa.

-14%Sold out
Close

Lelaki yang Terus Mencari Sumbi

Rp 35.000 Rp 30.000

Lelaki yang Terus Mencari Sumbi karya Hermawan Aksan adalah cerita yang luar biasa, ditulis dengan cara yang memikat, lancar dan sangat memukau. Hermawan menceritakan kehidupan cinta Sangkuriang yang tak lelah mencari Sumbi. Ratusan kali reinkarnasi membuat Sangkuriang yakin, bahwa Sumbi bukan lagi ibu dan darah dagingnya. Kehidupan yang baru telah mengubah hidup mereka masing-masing. Sangkuriang mencari dan menunggu ratusan tahun, sebab cinta tak terbatas ruang dan waktu.Kekuatan cerita-cerita dalam buku ini bukan hanya pada ide yang jarang sekali disentuh penulis lain, tapi juga gaya bercerita yang lancar, plot-plot yang deras tak terduga, dan akhir cerita yang tak pernah biasa. Selain Sangkuriang yang Memburu sumbi, kisah-kisah lain dalam buku kumpulan cerpen ini tak juga kalah memikatnya.
———————————————————————————————-

“Tapi, Mas…”
“Apa lagi yang kau ragukan?”
“Saya bingung.”
“Mungkin dalam kehidupan yang sebelum-sebelumnya kau banyak mengalami guncangan peristiwa yang membuat kenanganmu terbenam. Tapi cobalah gali sedikit demi sedikit…”
“Aku…”
“Kuharap kau yakin sekarang bahwa kau benar-benar Sumbi, yang sekian abad kucari.”
“Oh.”
“Atau, kau… kau masih menganggap kita tak mungkin bersatu?”
“Mungkin ya.”
“Kau menganggap aku masih darah dagingmu?”
“Rasanya begitu.”
“Setelah sekian ratus tahun?”
Sudut mata yang bening itu tiba-tiba basah. Setetes air meleleh, kemudian membelah pipinya yang berpupur putih.
“Begini saja, Mas, aku mau kau bawa ke mana pun sekarang, asal…”
“Ah, apa pun permintaanmu.”
“Aku hanya ingin memastikan bahwa hidupku seterusnya takkan terlunta, hanya seorang wanita yang pulang malam, selalu menjadi bahan cemoohan, dan gelap akan masa depan. Syaratku sederhana. Sediakan sebuah rumah, tak perlu mewah, untuk nanti kita hidup bersama, dan akan kupelihara dengan sepenuh jiwa.
Lalu jemputlah aku dengan mobil yang nyaman untuk kita berbulan madu. Jemputlah aku di tempat kerjaku sebelum fajar merekah besok pagi.”
“Sumbi, ini zaman yang berbeda! Apakah kau masih hendak mengulang sejarah yang sudah terkubur?”
“Kalau kau tak sanggup…”
“Oh, bukan masalah besar, akan segera kupenuhi permintaanmu!”
Aku meloncat. Dan kulihat malam mulai jatuh.

-20%Sold out
Close
Sold out
Close

Kota Sehabis Hujan

Rp 52.000

“Kalau kau mau tahu seberapa melimpah kasih ayah dan ibumu, cobalah kau hitung butiran hujan yang jatuh ke bumi sepanjang yang kau saksikan selama hidupmu.”

Kota Sehabis Hujan tak melulu bicara soal hujan, meski mungkin memang tak akan habis kata untuk bicara tentangnya. Larik-larik puisi ini berkisah tentang segala hal. Segala hal yang dialami, dengan bumbu olahan emosi yang meruap setelah hujan mengguyur. Pula menghadirkan segenap apa dan siapa yang ambil bagian dalam peristiwa hujan.

——–

Halo, teman-teman pembaca, dengan gembira kami kabarkan bahwa buku “Kota Sehabis Hujan” sudah siap rilis! Mulai malam ini, 3 Juli 2015 pukul 20.00, kamu bisa memesan kumpulan puisi karya Gea Xena Levina ini. Kami akan mengantarkannya untukmu.

Yuk, angkut saja ke keranjang belanjamu! :)))

 

-30%Hot
Close

Kota Dalam Mata—Singing Poetry (CD + Buku)

Rp 100.000 Rp 70.000

Kota Dalam Mata adalah sebuah perkawinan album musik dan buku puisi atau disebut Singing Poetry oleh kreatornya, Bagustian.

Dalam album ini, sebuah buku puisi dikemas dengan ekslusif menjadi sebuah album puisi dengan 9 lagu yang dibawakan sebagai Singing Poetry. Beberapa aransemen musik puisi dalam album ini juga melibatkan beberapa karya penyair lain seperti Agus Noor, Irwan Bajang dan Hasan Aspahani. Dari karya beberapa penyair tersebut, Bagustian bekerja sama dengan Indie Book Corner dan OPRC Audio Production menerbitkan, menggubah dan mengemas puisi menjadi sebuah sajian karya seni yang lebih luas.

Album ini juga dikemas dengan kolaborasi ilustrasi yang melibatkan Deni Iqbal dan Ega Fansuri (desainer grafis dan ilustrator Indie Book Corner).

-8%Sold outHot
Close

Aku Cukup Menulis Puisi, Masihkah Kau Bersedih

Rp 40.000 Rp 37.000

ketika aku kembali, kata-kata telah punah
kita mulai lagi berisyarat dengan jari dan air mata
jika suatu hari, ada yang lebih baik dari bahasa bisu
bangunkanlah aku dari tidur panjang bernama hidup

_________

sebelum badai, akan kukunci pintuku rapat-rapat
tetapi kau udara, begitu mampu menyelinap
kini aku terbiasa, bernapas dengan udaramu
tapi aku tak tahu, apakah kau damai di paru-paruku?

____

Buku ini dicetak dalam jumlah yang terbatas dan tidak dijual di toko buku. Buku akan siap kirim ke alamat pemesan pada tanggal 7 Maret 2015. Silakan pre order dulu.

Sold out
Close

Pharmacophobia

Rp 62.000

Mufid, Joni, dan Herman berencana kemah tiga hari di gunung Candi Gedong Songo. Namun, baru satu malam, Mufid dan Joni sudah kelimpungan sakit gigi lantaran tak kuat menahan dinginnya suhu 21 °C.

Demi sembuh, Joni memeriksakan giginya ke klinik milik teman Herman. Sementara Mufid, menolak periksa dengan alasan bahwa sakit giginya akan sembuh sendiri, seperti penyakit-penyakit cemen yang pernah ia alami: pilek, batuk, dan rabies. Tapi, Mufid enggan mengakuinya. Baik itu dengan teman-teman sekontrakannya, bahkan Yana yang merupakan pacarnya sendiri.

Ira, dokter sekaligus teman Herman, ternyata adalah mantan pacar Mufid sewaktu awal kuliah. Namun, Mufid mencoba untuk menutupi hal ini setelah tahu bahwa Joni menyukai Ira.

Akankah Mufid sembuh dari sakit gigi? Apa saja yang ia lakukan agar sembuh? Bagaimanakah hubungan persahabatan yang terjalin setelah Joni tahu bahwa ternyata Mufid adalah mantan pacar Ira? Lalu, bagaimana pula nasib hubungan asmaranya dengan Yana?

 

 

***

Silakan klik keranjang belanja di situsweb ini, ya, kawan-kawan pembaca buku Indie Book Corner. Salam hangat!