Showing 61–90 of 208 results

Show sidebar
-10%Hot
Close

3 On 3

Rp 98.000 Rp 88.000

Sandrina, Jena, dan Thania adalah tiga orang sahabat karib. Saat SMA, Sandrina dikenalkan pada dua orang teman baru di pesta ulang tahun sahabatnya. Perkenalan ini berlanjut pada pertemuan berikut yang melibatkan satu lagi sahabat Adrian dan Martin yang sombong, “Si Entah Siapa”. Tiga lelaki tersebut dikenal sebagai playboy.

Selepas SMA, trio playboy melanjutkan kuliah di Amerika. Sandrina, Jena, dan Thania melanjutkan kuliah di Jakarta. Kehidupan mereka saling terpisah.

Di sela-sela rutinitas Sandrina yang gemar bertualang, ‘Si Entah Siapa’ muncul kembali yang kemudian memperkenalkan diri sebagai Atilla Siahaan. Tak disangka, perjumpaan ini menjadi awal dari sebuah petualangan cinta yang mengejutkan.

Berhasilkah Atilla mendapatkan cinta Sandrina? Mungkinkah pertemuan tiga sahabat lelaki dan tiga sahabat perempuan ini adalah takdir sekaligus karma yang ingin menyapa?

-6%Hot
Close

Layu Sebelum Berkembang

Rp 50.000 Rp 47.000

Harus saya akui, pada awalnya bukanlah „Layu Sebelum Berkembang‟ yang saya jadikan judul untuk novel ini. Tetapi setelah direnungkan, kenapa tidak? Toh, sejauh yang saya teliti, belum ada pengarang yang menjadikan judul yang sama dengan lagunya Tetty Kadi yang dirilis pada tahun 1966 itu sebagai judul novelnya. Dan pada kenyataannya pula, di tengah saya me-nyusun rising action atau keadaan mulai memuncak dalam novel saya ini, saya iringi dengan mendengarkan lagunya Tetty Kadi „Layu Sebelum Berkembang‟ yang menyayat hati itu. Betapa indah dan memilukan hati, begitu menyentuh kalbu. Setiap kata-kata dan nada-nadanya mengilhami hati saya. Seakan „tersihir‟ oleh lagu itu, maka saya bentuk kisah tragis dalam novel ini berdasarkan apa yang saya rasakan ketika mendengarkan lagu tersebut. Dan alhasil, jadilah Lili itu layu sebelum berkembang.

Sebagaimana indahnya lagu Layu Sebelum Berkem-bang ciptaan A. Riyanto dan yang dinyanyikan oleh Tetty Kadi itu, semoga kisah roman ini juga seperti itu. Dapat menghibur, dan dapat pula membuat hati tergores penuh haru menyelami tragedi cinta yang terukir di dalamnya.

-9%Hot
Close

Pupus

Rp 45.000 Rp 41.000

JINGGA beranjak dari tempat tidur, mencoba memulihkan ingatan tentang seseorang yang pernah hadir dalam hidupnya. Jingga mencoba mengingat Mimpi yang beranjak pergi dari hidupnya.

Jingga adalah orang yang percaya bahwa kisahnya dengan Mimpi belum berakhir.

Mimpi adalah orang yang masih saja hidup dalam hati Jingga, sampai detik ini.
Ternyata dalam satu kesempatan, Tuhan pernah menyatukan Jingga dan Mimpi.

Kehidupan di antara keduanya begitu berwarna. Sedih, senang, luka, bahagia. Itu hanya milik Jingga dan Mimpi.

-8%
Close

Nuit Douce – Afina Iskandar

Rp 50.000 Rp 46.000

Nuit Douce merupakan kumpulan paragraf yang merupakan perwujudan dari imajinasi liar penulis tentang perenungannya sejenak sebelum mengakhiri malamnya.
Buku ini mengajak untuk bertanya dan berkata sebelum tidur.

“Do you know that sometimes between the darkest night, I can hear the silence that kills more than noise?”

-6%
Close

Bidara Dedaunan – Hardian Indra Rukmana

Rp 50.000 Rp 47.000

PRE ORDER SAMPAI 17 DESEMBER

Cinta Seorang Penyair

Cintaku memang tak seluas Rendra
Cintaku pula tak seabadi Sapardi
Tapi cintaku sederhana
Seperti para penyair yang menuliskan namamu di setiap tulisannya

-20%
Close

Cerita Tentang Sebuah Cerita Tentang Sebuah Cerita

Rp 50.000 Rp 40.000

Ketika Yesus disalib, aku benar-benar ada di sana. Aku masih ingat aroma darah dan segala macamnya; tetapi yang melekat hanyasatu, yakni bahwa aku benar benar berada di suatu bukit, dan melihat beberapa lelaki disalib, yang salah satunya kukenal sebagai Yesus. Sembari menyaksikan itu, aku memikirkan apakah mayat-mayat di suatu tempat, yang kusembunyikan dihari yang sama, pada akhirnya ditemukan?

-8%Hot
Close

Nirwana dan Berbagai Ihwal Soal Derita – Dimas Putra

Rp 60.000 Rp 55.000

Duka Sialan!

Larut dalam lamunan
Menatap kosong bualan
Tak perlu mengindahkan kata-kata.
Sialan!
Buang jauh-jauh apa kata pikiran

Perlahan tumbuh, lalu runtuh
Diam-diam membangun, tapi hancur
Hei jangan sampai luluh!
Nanti kita semua akan terkubur

Matahari hilang, bulan datang
Seterusnya akan seperti itu
Mari kita nanti bersulang
Saat kiamat menghampiri kita satu per satu

Bersenang-senanglah selagi bisa
Sebab, kesedihan pasti akan datang juga
Buat apa hidup hanya meratapi duka
Jika suka selalu bisa kita jemput di ujung sana

-10%Hot
Close

Tragedi Tiket Montreal – Eko Wardhana

Rp 90.000 Rp 81.000

Final Pre Olympic 1976 antara Indonesia lawan Korea Utara harus diabadikan. Mengapa? Sebab laga itu adalah peristiwa “Terbesar” dalam dunia sepak bola kita (setidaknya sampai dengan saat tulisan ini dibuat).

Alasan lain, Indonesia miskin artefak, baik itu data, gambar/foto, apalagi video. Sangat langka. Dengan diabadikannya peristiwa itu, diharapkan dapat menjadi sumbangan tambahan pengetahuan bagi kita, anak-cucu kita, terutama mereka yang punya passion di bidang olahraga, sebagai atlet, sebagai wartawan atau sebatas praktisi saja.

***

Isi buku ini luar biasa. Banyak foto yang ditampilkan dalam buku ini yang membuat kenangan saya kembali terbawa ke tahun 1976. Saya sendiri tidak memiliki sesuatu tersisa dari peristiwa itu. Kaus tim, sepatu, dan sebagainya yang harusnya jadi kenang-kenangan untuk generasi sekarang justru entah di mana. Meskipun begitu, dengan buku ini, rasanya saya seperti punya sesuatu yang setiap saat bisa membawa saya kembali ke tahun luar biasa itu.

– LUKMAN SANTOSO, Poros Halang PSSI Pre Olympic 1976/ Kapten Tim Persebaya Surabaya

-10%
Close

Suara – Ridho Ibadurrahman

Rp 50.000 Rp 45.000

Suara itu menjadi sebuah saksi. Suara itu menjadi sebuah titik ketika dunia berputar balik. Ini adalah ceritaku. Aku, Hargoro. Ini adalah cerita ketika cinta yang telah lama saya nantikan akhirnya memeluk erat tubuhku kembali. Namun, ini bukanlah sebuah kisah cinta romantis dengan kata-kata mutiara dengan membawa nama senja. Ini adalah kisahku. Kisah ketika cinta itu datang beriringan dengan kasus penculikan adikku. Ini adalah sebuah kisah cinta. Kisah cinta yang membuat seluruh duniaku berubah dan tidak pernah kembali seperti semula.

-10%Hot
Close
-8%Sold outHot
Close

Memaknaimu Sekali Lagi – Dina Badaruddin

Rp 38.000 Rp 35.000

Memaknaimu, Sekali Lagi mengajak sejenak tenggelam untuk kembali bertanya pada diri sendiri, “Bagaimana saya memaknai cinta selama ini?”. Kumpulan 25 puisi dibungkus manis untuk menemani perjalanan meredefinisi “Cinta”.

-10%Hot
Close

Malam Sakura – Alex Runggeary

Rp 50.000 Rp 45.000

Mungkin satu-satunya kenangan kolektif terindah bagi mahasiswa Universitas Cenderawasih, khususnya mereka yang ditampung di asrama tahun 1970-1974. Bila sekarang kau bertanya kepada mereka, “Apakah Anda tahu Malam Sakura?” Siapa pun dia masih mengenangnya dengan ulasan terindah yang dimilikinya. Betapa tidak? Inilah satu-satunya acara yang mempersatukan anak-anak asrama sekaligus memperluas jangkauan pergaulan mereka antarmuda-mudi sekota Jayapura, terutama gadisnya yang cantik-cantik dari Sentani sampai ke Base-G. Bagaimana sesungguhnya cerita Malam Sakura ini? Setiap orang tentu memiliki kenangan indah dan mengungkapkannya dengan caranya sendiri. Penulis mengungkapkan kenangan itu menurut titik keterlibatannya di sana.

Buku ini sangat berguna bagi para pemuda yang ragu terhadap kemampuan diri sendiri. Kau dapat belajar dari satu pengalaman nyata seorang pemuda yang nyaris tanpa harapan. Ia bangkit dari keterpurukan bawaan yang hampir saja menghanyutkannya. Akan tetapi, sungguh ada keajaiban. ”Sometimes it happens now and then,” begitu kata Jim Reeves. Gunakan semua peluang yang ada dan manfaatkanlah pertemanan yang baik. Kau tak akan pernah menduga dari mana datang pertolongan di saat kau membutuhkan. Sesederhana apapun itu, pertemanan harus dijaga di mana pun kau berada.

-9%Hot
Close

Di Kota Tuhan – Stebby Julionatan

Rp 45.000 Rp 41.000

Melalui Stebby, kita merasakan puisi menjadi suci dan agung.
Terkadang angkuh, terkadang melata, kerap pula menebas seperti
pedang. Baginya, puisi tidak lahir hanya menjadi etalase
kata-kata indah tapi lautan makna. Ia mengemban tugas utama
menggiring manusia menuju kemuliaan.
–Moch Satrio Welang, pelakon, juri Siwa Nataraja Awards 2016

Sebuah tawaran menarik. Pertemuan mengasyikan antara sejarah
dan puisi. Gambaran atas tenun kebangsaan yang ciamik
menggunakan model carangan kitab suci. Kebhinekaan suku,
ras, dan agama mewujud dengan begitu memesona dalam kepekaan
lokalitas yang menawan.
–F. Aziz Manna, penyair, peraih Kusala Sastra 2016

-8%Hot
Close

Langit Yang Jatuh – Saufi Tahir

Rp 60.000 Rp 55.000

“Kiranya kita semua mengerti bila menulis ialah seni membaca diri sendiri, dan ketika saya membaca tulisan-tulisan di “Langit yang Jatuh”, saya seperti membaca diri saya sendiri. Tak semua penulis sanggup membuat pembaca menemukan dirinya sendiri pada apa yang ditulis oleh penulis, namun Saufi Tahir sanggup melakukannya dan itu hebat.

Saya lebih menikmati tulisan sederhana, tanpa banyak unsur sastra atau majas, pada tulisan milik Saufi Tahir, saya bisa menikmati kesederhanaan kata-katanya.

Pada tulisan-tulisan di dalam manuskrip ini, ia tak hanya sanggup merangkai kata demi kata dengan apik, tetapi ia juga sudah berhasil merebahkan dirinya ke dalam puisi, menjadi puisi sederhana, namun tak mudah terlupakan begitu saja di dalam kepala.

Selamat untuk Saufi Tahir dan untuk tulisan-tulisannya! Saya sampai membacanya berulang kali.”

-Kharisma P. Lanang, Penulis Untuk Matamu.

Sold out
Close

See How Much I Love You – Juwanda Ahmadyani

Rp 50.000

Jika kau pernah mencintai seseorang sampai kau bersedia membagi begitu saja semua mimpi, harapan, dan segala kebahagiaan yang kau miliki untuknya. Mencintai seseorang hingga kau akhirnya percaya bahwa ialah tempatmu berlabuh, ialah rumah tempatmu untuk selalu pulang. Jika kau pernah, kau mungkin akan paham mengapa puisiku begitu dalam mengisahkan segala perasaannya.

Puisiku akan membuatmu belajar bagaimana sebaiknya kau mencintai, menjaganya sebaik-baiknya, dan membebaskan hidupnya. Dan untuk melakukan itu, kau harus mencintai dengan tabah, ikhlas, dan tulus. Lalu bagaimana caranya? Buka saja halaman demi halaman di buku ini.

-10%Hot
Close

The Darkened Valley – Alex Runggeary

Rp 90.000 Rp 81.000

Cerita dalam buku ini dibangun di atas fakta dan diolah melalui fiksi. Kisah dalam buku ini menceritakan kebrutalan militer Indonesia terhadap rakyat Papua pada tahun 1963-1969. Bahkah kebrutalan ini terus berlanjut dalam bentuk dan waktu yang berbeda, yang tentu saja tidak bekesudahan. Semua orang menjadi buta dan tuli untuk melihat dan mendengar jerit tangis mereka. Di sini!

Bagian awal adalah cerita tentang masa kehidupan baru di Indonesia. Bagaimana kehidupan di asrama, khususnya cerita tentang Kota Serui yang kecil dan permai. Kemudian disusul beberapa bagian yang menceritakan bagaimana kehidupan yang berat di kampung pada masa sebelumnya. Seperti keputusan untuk dapat bersekolah yang tidak semudah membalik telapak tangan. Perjuangan keras di tengah sistem pendidikan Belanda yang mengharuskan “hanya yang terbaik yang bisa lolos ke jenjang pendidikan berikutnya”. Sekolah adalah suatu perjuangan tersendiri yang melibatkan seluruh anggota keluarga, bahkan orang sekampung. Pendidikan di sekolah haruslah diraih, bukan hadiah.

Kemudian cerita bersambung lagi ke Serui, di asrama ODO. menceritakan bagaimana bentrokan dengan tentara terjadi. Bagaimana Organisasi Papua Merdeka (OPM) bergeliat di tengah pengetatan kekejaman tentara Indonesia. Ada pula kisah cinta segitiga yang terjadi antara murid dan guru yang memperebutkan seseorang yang sama. Apakah ada unsur persekongkolan dan pengkhianatan?

-8%Sold outHot
Close

Dialog Perempuan di Bulan Juni – Ardisa Pradhita

Rp 50.000 Rp 46.000

Tanda Tanya

Langkahku membelah kerumunan…
Mencoba untuk bertahan, namun menghindar untuk terpaku.
Borjuis,
Hedonis,
Membabat habis perbedaan, menjadikannya gaya hidup.
Hingga seorang yang mungil itu rela menukar kebahagiaannya
Hanya demi sebuah alat elektronik yang bahkan pupus jiwanya.

Aku.
Disini, menjadi saksi.
Melihat bagaimana kemanusiaan nyaris punah.
Bagaimana sebuah rasa empati disejajarkan dengan benda mati.
Bagaimana gaya hidup memperbudak segelintir manusia.
Tidak. Aku bukan tuhan.
Aku bukan nabi.

-13%Sold outHot
Close

Ketika Matamu Terbuka – Adhe Junaedi Sholat

Rp 40.000 Rp 35.000

Mengenal manusia adalah mengenal karyanya. Baik bentuk dan metodenya. Jelek dan bagus. Semua karya punya rasa tersendiri untuk dinikmati lalu dikenang. Saya tahu betul pertemuan beliau dengan puisi-puisinnya. Sering bersama, lempar tanya jawab, sampai bicara soal kesusatraan, sehingga beliau berteman dengan sepi, sunyi, tatapan kosong, dan segala hal yang asli. Buku puisi ini memiliki banyak pesona perempuan dan gambaran wajah sosial yang terjadi, dengan cerita yang mengalir begitu saja, aneh.
—Sofyan Haris M, pegiat literasi makassar.

Jadi saya dapat menyimpulkan kalau adhe seperti gusmus. Ia memiliki ragam corak bertutur dan tidak diikat oleh satu cara berpuisi saja. Bisa jadi, cara menulis puisinya dipengaruhi oleh kondisi keresahan dan kejiwaanya. Jika kersehannya seputar persoalan cinta maka adhe akan menulis puisi liris dengan cara berpuisinya seperti yang saya sebut di awal tulisan ini, namun jika keresahannya seputar kehidupan sosial maka cara berpuisinya akan seperti rendra atau thukul yang lebih lantang, dengan makna yang lebih eksplisit.
—Syafri A. Masser, penulis buku unjuk rasa, kumpulan sajak-sajak politik.

setiap hari aku membaca buku resep yang kucuri dari kamar ibuku
agar nanti, kelak aku bisa buatkan makanan kesukaanmu
aku mau bisa memasak seperti ibuku
aku biasa melihatnya di dapur—berkeringat

meramu rempah demi rempah
meracik bumbu demi bumbu
merasakan tubuh seorang ibu
dapur adalah kantor baginya
tidak pernah mengenal hari libur—
semakin libur kantornya semakin sibuk

Sold outHot
Close

Menghidupi Kematian

Rp 40.000

Menghidupi Kematian
: nslff

Ajal tunggang langgang
oleh harapan dan puji-pujian
beribu harap disulut
ribuan pujian dinyalakan

Kami, anak-anak berlarian
menjumputi kenang-kenangan
yang tercecer
di bagasi pesawat terbang
untuk segera diturunkan
tepat di hari penutupan

Tapi, adakah keleluasaan memandang nirmana
tanpa jerit linu mata
sebab alirannya terlalu deras?

(Sala, 2018)

-7%Sold outHot
Close
-10%Hot
Close
-7%Hot
Close

Banjarmelati – Ahmad Zaenudin

Rp 75.000 Rp 70.000

Bermulanya dari Aminah yang kembali ke kampung halamannya, Annisa yang kembali ke pangkuannnya, dan Hanif yang berpetualang ke India, Banjarmelati berkisah tentang kaleidiskop kehidupan tiga anak manusia yang mempunyai sejarah tak terlupakan. Kisah-kisah ini kemudian bergulir dari Kediri ke Surabaya, Jakarta, Bali, Samudera Hindia, Shimla, Krabi, Alice Springs, dan kembali lagi ke Kediri. Narasinya terajut dengan apik dan jujur –terkadang juga mendayu-dayu –langsung dari mulut-mulut mereka.

-9%Hot
Close

Montase – Wayan Jengki Sunarta

Rp 55.000 Rp 50.000

kangenku padamu, cintaku
seperti bunga-bunga tembakau
rekah sebelum tiba subuh

cintaku padamu, kangenku
seperti pepucuk bunga cengkeh
aromanya memenuhi jiwa

kita lintasi hari-hari cerah kaum tani
kita lalui pula tahun-tahun kelam
hembusan angin barat gemuruh
menghancurkan ladang tembakau
tapi tak usah cemas, cintaku

pagi senantiasa berganti
senja segera paripurna
kangenku tak pernah usai
cintaku tak habis
lantaran sekilas prahara

-10%Hot
Close

Mencintai Kata-kata – Wajihan Aidi

Rp 50.000 Rp 45.000

Menikah.

Menikah itu bukan siapa yang paling cepat,

Bukan juga siapa yang paling dapat,

Menikah itu ketika dua hati memilih untuk siap menyatu,

Bukan karena nafsu,

Bukan karena paksa,

Bukan karena apa,

Namun karena hati.

Penuh rintangan,

Penuh jurang curam,

Penuh rasa sakit yang bisa saja suatu saat datang,

Namun ketika kedua hati menerima kekurangan,

Keindahan terpancar dan hati ini sepenuhnya satu.

Ia menjadi cinta.

Ia menjadi kita.

-10%Hot
Tentang Teman Seperjalanan
Close
-10%Sold outHot
Close

The Beginning of A Fallen Leaf – Ingrid Putri

Rp 40.000 Rp 36.000

The Beginning of A Fallen Leaf merupakan buku kumpulan puisi dan fotografi disusun oleh Ingrid Putri. Puisi yang ada berkisar tentang 3 fase dalam kehidupan yang sering dialami seseorang terutama dalam ruang lingkup cinta serta kasih sayang. Fase awal adalah saat cinta datang dan membawa bunga dalam hati serta kebahagiaan tak tertandingi. Namun layaknya bumi yang berputar, tak selalu apa yang diinginkan sejalan dengan kenyataan. Patah hati pun seringkali tak terelakkan. Dalam bagian kedua, akan ditemukan puisi tentang luka dan sakit hati. Pada akhirnya, fase patah hati akan berlalu dan berangsur sembuh melalui penerimaan yang sedalam-dalamnya, selebar-lebarnya. Dilengkapi dengan foto-foto yang diambil sendiri oleh penulis menggunakan kamera film, buku ini sangat cocok dibaca ketika waktu bersantai tiba atau pun saat sedang bergulat dengan roda kehidupan sehari-hari di mana pun Anda berada.

-8%Hot
Close

Pencarian Cinta Tujuh Walet – V. Nita. W

Rp 65.000 Rp 60.000

Kandasnya cinta seorang dokter cantik yang sangat memilukan setelah perjuangannya mencari cinta pertamanya saat masih SMP, setelah bertemu dengan orang yang selama ini diyakini masih menunggu cintanya tapi ternyata setelah bertemu laki laki itu mau menikaih gadis lain. Di lain sisi ada  seorang teman masa SMP juga masih mengharap cinta dokter cantik itu. Dan kandas juga setelah tahu dokter itu mencintai sahabatnya sendiri. Persahabatan Tujuh anak saat masih SMP kembali dipertemukan dalam kebahagiaan Empat orang akan tetapi meninggalkan luka yang dalam bagi Elva, Hendri dan Tio. Cerita yang berakhir memilukan dengan tema kasih tak sampai.

-6%Hot
Close

Pada Mulanya Adalah Amarah – Muhammad Azy

Rp 65.000 Rp 61.000

Tukang bakmi sudah membayangkan pukulan apa saja yang akan dilayangkan pada
bayang-bayang hitam nanti. Berharap kesialannya dapat berpindah. Tukang sayur sudah
memutuskan tubuh bagian mana saja yang akan didaratkan pukulannya. Tukang buah sudah
membawa timbangan untuk menghajar baying-bayang hitam. Tukang beras sudah menghitung
berapa kali kesempatan yang didapat untuk menyentuh pantat atau buah dada tukang buah yang
montok di tengah kerumunan orang yang menghajar bayang-bayang hitam nanti. Tukang jamu
sudah memikirkan untuk mengarak bayang-bayang hitam keliling desa. Pengangguran setuju ide
tukang jamu dan menganggap rencananya adalah bagian dari revolusi.