Showing 61–90 of 196 results

Show sidebar
-9%Hot
Close

Di Kota Tuhan – Stebby Julionatan

Rp 45.000 Rp 41.000

Melalui Stebby, kita merasakan puisi menjadi suci dan agung.
Terkadang angkuh, terkadang melata, kerap pula menebas seperti
pedang. Baginya, puisi tidak lahir hanya menjadi etalase
kata-kata indah tapi lautan makna. Ia mengemban tugas utama
menggiring manusia menuju kemuliaan.
–Moch Satrio Welang, pelakon, juri Siwa Nataraja Awards 2016

Sebuah tawaran menarik. Pertemuan mengasyikan antara sejarah
dan puisi. Gambaran atas tenun kebangsaan yang ciamik
menggunakan model carangan kitab suci. Kebhinekaan suku,
ras, dan agama mewujud dengan begitu memesona dalam kepekaan
lokalitas yang menawan.
–F. Aziz Manna, penyair, peraih Kusala Sastra 2016

-8%Hot
Close

Langit Yang Jatuh – Saufi Tahir

Rp 60.000 Rp 55.000

“Kiranya kita semua mengerti bila menulis ialah seni membaca diri sendiri, dan ketika saya membaca tulisan-tulisan di “Langit yang Jatuh”, saya seperti membaca diri saya sendiri. Tak semua penulis sanggup membuat pembaca menemukan dirinya sendiri pada apa yang ditulis oleh penulis, namun Saufi Tahir sanggup melakukannya dan itu hebat.

Saya lebih menikmati tulisan sederhana, tanpa banyak unsur sastra atau majas, pada tulisan milik Saufi Tahir, saya bisa menikmati kesederhanaan kata-katanya.

Pada tulisan-tulisan di dalam manuskrip ini, ia tak hanya sanggup merangkai kata demi kata dengan apik, tetapi ia juga sudah berhasil merebahkan dirinya ke dalam puisi, menjadi puisi sederhana, namun tak mudah terlupakan begitu saja di dalam kepala.

Selamat untuk Saufi Tahir dan untuk tulisan-tulisannya! Saya sampai membacanya berulang kali.”

-Kharisma P. Lanang, Penulis Untuk Matamu.

Sold out
Close

See How Much I Love You – Juwanda Ahmadyani

Rp 50.000

Jika kau pernah mencintai seseorang sampai kau bersedia membagi begitu saja semua mimpi, harapan, dan segala kebahagiaan yang kau miliki untuknya. Mencintai seseorang hingga kau akhirnya percaya bahwa ialah tempatmu berlabuh, ialah rumah tempatmu untuk selalu pulang. Jika kau pernah, kau mungkin akan paham mengapa puisiku begitu dalam mengisahkan segala perasaannya.

Puisiku akan membuatmu belajar bagaimana sebaiknya kau mencintai, menjaganya sebaik-baiknya, dan membebaskan hidupnya. Dan untuk melakukan itu, kau harus mencintai dengan tabah, ikhlas, dan tulus. Lalu bagaimana caranya? Buka saja halaman demi halaman di buku ini.

-10%Hot
Close

The Darkened Valley – Alex Runggeary

Rp 90.000 Rp 81.000

Cerita dalam buku ini dibangun di atas fakta dan diolah melalui fiksi. Kisah dalam buku ini menceritakan kebrutalan militer Indonesia terhadap rakyat Papua pada tahun 1963-1969. Bahkah kebrutalan ini terus berlanjut dalam bentuk dan waktu yang berbeda, yang tentu saja tidak bekesudahan. Semua orang menjadi buta dan tuli untuk melihat dan mendengar jerit tangis mereka. Di sini!

Bagian awal adalah cerita tentang masa kehidupan baru di Indonesia. Bagaimana kehidupan di asrama, khususnya cerita tentang Kota Serui yang kecil dan permai. Kemudian disusul beberapa bagian yang menceritakan bagaimana kehidupan yang berat di kampung pada masa sebelumnya. Seperti keputusan untuk dapat bersekolah yang tidak semudah membalik telapak tangan. Perjuangan keras di tengah sistem pendidikan Belanda yang mengharuskan “hanya yang terbaik yang bisa lolos ke jenjang pendidikan berikutnya”. Sekolah adalah suatu perjuangan tersendiri yang melibatkan seluruh anggota keluarga, bahkan orang sekampung. Pendidikan di sekolah haruslah diraih, bukan hadiah.

Kemudian cerita bersambung lagi ke Serui, di asrama ODO. menceritakan bagaimana bentrokan dengan tentara terjadi. Bagaimana Organisasi Papua Merdeka (OPM) bergeliat di tengah pengetatan kekejaman tentara Indonesia. Ada pula kisah cinta segitiga yang terjadi antara murid dan guru yang memperebutkan seseorang yang sama. Apakah ada unsur persekongkolan dan pengkhianatan?

-8%Sold outHot
Close

Dialog Perempuan di Bulan Juni – Ardisa Pradhita

Rp 50.000 Rp 46.000

Tanda Tanya

Langkahku membelah kerumunan…
Mencoba untuk bertahan, namun menghindar untuk terpaku.
Borjuis,
Hedonis,
Membabat habis perbedaan, menjadikannya gaya hidup.
Hingga seorang yang mungil itu rela menukar kebahagiaannya
Hanya demi sebuah alat elektronik yang bahkan pupus jiwanya.

Aku.
Disini, menjadi saksi.
Melihat bagaimana kemanusiaan nyaris punah.
Bagaimana sebuah rasa empati disejajarkan dengan benda mati.
Bagaimana gaya hidup memperbudak segelintir manusia.
Tidak. Aku bukan tuhan.
Aku bukan nabi.

-13%Sold outHot
Close

Ketika Matamu Terbuka – Adhe Junaedi Sholat

Rp 40.000 Rp 35.000

Mengenal manusia adalah mengenal karyanya. Baik bentuk dan metodenya. Jelek dan bagus. Semua karya punya rasa tersendiri untuk dinikmati lalu dikenang. Saya tahu betul pertemuan beliau dengan puisi-puisinnya. Sering bersama, lempar tanya jawab, sampai bicara soal kesusatraan, sehingga beliau berteman dengan sepi, sunyi, tatapan kosong, dan segala hal yang asli. Buku puisi ini memiliki banyak pesona perempuan dan gambaran wajah sosial yang terjadi, dengan cerita yang mengalir begitu saja, aneh.
—Sofyan Haris M, pegiat literasi makassar.

Jadi saya dapat menyimpulkan kalau adhe seperti gusmus. Ia memiliki ragam corak bertutur dan tidak diikat oleh satu cara berpuisi saja. Bisa jadi, cara menulis puisinya dipengaruhi oleh kondisi keresahan dan kejiwaanya. Jika kersehannya seputar persoalan cinta maka adhe akan menulis puisi liris dengan cara berpuisinya seperti yang saya sebut di awal tulisan ini, namun jika keresahannya seputar kehidupan sosial maka cara berpuisinya akan seperti rendra atau thukul yang lebih lantang, dengan makna yang lebih eksplisit.
—Syafri A. Masser, penulis buku unjuk rasa, kumpulan sajak-sajak politik.

setiap hari aku membaca buku resep yang kucuri dari kamar ibuku
agar nanti, kelak aku bisa buatkan makanan kesukaanmu
aku mau bisa memasak seperti ibuku
aku biasa melihatnya di dapur—berkeringat

meramu rempah demi rempah
meracik bumbu demi bumbu
merasakan tubuh seorang ibu
dapur adalah kantor baginya
tidak pernah mengenal hari libur—
semakin libur kantornya semakin sibuk

Sold outHot
Close

Menghidupi Kematian

Rp 40.000

Menghidupi Kematian
: nslff

Ajal tunggang langgang
oleh harapan dan puji-pujian
beribu harap disulut
ribuan pujian dinyalakan

Kami, anak-anak berlarian
menjumputi kenang-kenangan
yang tercecer
di bagasi pesawat terbang
untuk segera diturunkan
tepat di hari penutupan

Tapi, adakah keleluasaan memandang nirmana
tanpa jerit linu mata
sebab alirannya terlalu deras?

(Sala, 2018)

-7%Sold outHot
Close
-10%Hot
Close
-7%Hot
Close

Banjarmelati – Ahmad Zaenudin

Rp 75.000 Rp 70.000

Bermulanya dari Aminah yang kembali ke kampung halamannya, Annisa yang kembali ke pangkuannnya, dan Hanif yang berpetualang ke India, Banjarmelati berkisah tentang kaleidiskop kehidupan tiga anak manusia yang mempunyai sejarah tak terlupakan. Kisah-kisah ini kemudian bergulir dari Kediri ke Surabaya, Jakarta, Bali, Samudera Hindia, Shimla, Krabi, Alice Springs, dan kembali lagi ke Kediri. Narasinya terajut dengan apik dan jujur –terkadang juga mendayu-dayu –langsung dari mulut-mulut mereka.

-9%Hot
Close

Montase – Wayan Jengki Sunarta

Rp 55.000 Rp 50.000

kangenku padamu, cintaku
seperti bunga-bunga tembakau
rekah sebelum tiba subuh

cintaku padamu, kangenku
seperti pepucuk bunga cengkeh
aromanya memenuhi jiwa

kita lintasi hari-hari cerah kaum tani
kita lalui pula tahun-tahun kelam
hembusan angin barat gemuruh
menghancurkan ladang tembakau
tapi tak usah cemas, cintaku

pagi senantiasa berganti
senja segera paripurna
kangenku tak pernah usai
cintaku tak habis
lantaran sekilas prahara

-10%Hot
Close

Mencintai Kata-kata – Wajihan Aidi

Rp 50.000 Rp 45.000

Menikah.

Menikah itu bukan siapa yang paling cepat,

Bukan juga siapa yang paling dapat,

Menikah itu ketika dua hati memilih untuk siap menyatu,

Bukan karena nafsu,

Bukan karena paksa,

Bukan karena apa,

Namun karena hati.

Penuh rintangan,

Penuh jurang curam,

Penuh rasa sakit yang bisa saja suatu saat datang,

Namun ketika kedua hati menerima kekurangan,

Keindahan terpancar dan hati ini sepenuhnya satu.

Ia menjadi cinta.

Ia menjadi kita.

-8%Hot
Tentang Teman Seperjalanan
Close
-10%Sold outHot
Close

The Beginning of A Fallen Leaf – Ingrid Putri

Rp 40.000 Rp 36.000

The Beginning of A Fallen Leaf merupakan buku kumpulan puisi dan fotografi disusun oleh Ingrid Putri. Puisi yang ada berkisar tentang 3 fase dalam kehidupan yang sering dialami seseorang terutama dalam ruang lingkup cinta serta kasih sayang. Fase awal adalah saat cinta datang dan membawa bunga dalam hati serta kebahagiaan tak tertandingi. Namun layaknya bumi yang berputar, tak selalu apa yang diinginkan sejalan dengan kenyataan. Patah hati pun seringkali tak terelakkan. Dalam bagian kedua, akan ditemukan puisi tentang luka dan sakit hati. Pada akhirnya, fase patah hati akan berlalu dan berangsur sembuh melalui penerimaan yang sedalam-dalamnya, selebar-lebarnya. Dilengkapi dengan foto-foto yang diambil sendiri oleh penulis menggunakan kamera film, buku ini sangat cocok dibaca ketika waktu bersantai tiba atau pun saat sedang bergulat dengan roda kehidupan sehari-hari di mana pun Anda berada.

-8%Hot
Close

Pencarian Cinta Tujuh Walet – V. Nita. W

Rp 65.000 Rp 60.000

Kandasnya cinta seorang dokter cantik yang sangat memilukan setelah perjuangannya mencari cinta pertamanya saat masih SMP, setelah bertemu dengan orang yang selama ini diyakini masih menunggu cintanya tapi ternyata setelah bertemu laki laki itu mau menikaih gadis lain. Di lain sisi ada  seorang teman masa SMP juga masih mengharap cinta dokter cantik itu. Dan kandas juga setelah tahu dokter itu mencintai sahabatnya sendiri. Persahabatan Tujuh anak saat masih SMP kembali dipertemukan dalam kebahagiaan Empat orang akan tetapi meninggalkan luka yang dalam bagi Elva, Hendri dan Tio. Cerita yang berakhir memilukan dengan tema kasih tak sampai.

-6%Hot
Close

Pada Mulanya Adalah Amarah – Muhammad Azy

Rp 65.000 Rp 61.000

Tukang bakmi sudah membayangkan pukulan apa saja yang akan dilayangkan pada
bayang-bayang hitam nanti. Berharap kesialannya dapat berpindah. Tukang sayur sudah
memutuskan tubuh bagian mana saja yang akan didaratkan pukulannya. Tukang buah sudah
membawa timbangan untuk menghajar baying-bayang hitam. Tukang beras sudah menghitung
berapa kali kesempatan yang didapat untuk menyentuh pantat atau buah dada tukang buah yang
montok di tengah kerumunan orang yang menghajar bayang-bayang hitam nanti. Tukang jamu
sudah memikirkan untuk mengarak bayang-bayang hitam keliling desa. Pengangguran setuju ide
tukang jamu dan menganggap rencananya adalah bagian dari revolusi.

Close

Badai Berkisah – Dodi Spur

Rp 60.000

Badai berkisah, adalah kumpulan cerita tentang perjalanan hidup banyak orang. Kepada hal-hal yang mereka tuju, entah kepada cinta, cita-cita, keluarga, jati diri, atau identitas. Perjalanan adalah hal luar biasa yang tak hanya melibatkan kaki pemiliknya, namun juga melibatkan kepala, perasaan, bahkan airmata seseorang. Bukan tentang seberapa jauh, namun tentang seberapa besar pelajaran yang didapat dari kaki yang terus melangkah menjalani hidup! (Hidup yang penuh liku dan tanda tanya).   

-9%
Close

Kala Luka – Eko Yisva Rasti

Rp 33.000 Rp 30.000

“Langit menjadi mendung, anak-anak langit tertunduk murung. Ia yang turun ke puncak gunung kini terbuang jauh ke dalam lembah kekelaman. Ia tak lagi mampu melihat terang. ke dalam hening yang jauh ia lalu menerka-nerka, mengucap doa dan menanti sudah. Tak ada salwa dan manna, sertanya hanyalah baris-baris luka yang perlahan mulai kehilangan makna. Ke dalam Kala Luka, baris-baris luka itu menjelma bait-bait kata.”

-6%Hot
Close

Dear Viona – Muhammad Galil Gibran

Rp 70.000 Rp 66.000

Kota Yogyakarta, Selalu ada hal yang dirindukan, entah pada pertemuan ataukah perpisahan. Setiap sudut kota ini yang menyimpan cerita juga cinta yang patah. Bertahun yang lalu Galil merasakan perpisahan itu, saat itu juga ia menyadari bahwa ternyata hubungan yang lama, hobi yang sama, dan banyak kesamaan yang dimiliki tidak menjamin suatu hubungan akan berjalan mulus. Jelas perpisahannya dengan perempuan berdarah sunda-manado itu membuatnya sulit untuk berpaling ke lain hati, apalagi ia ditinggal pergi tanpa sebab, tak ada alasan ataupun penjelasan. Perempuan itu menghilang sembari membawa setengah hati miliknya.

Setelah jatuhnya yang payah itu, Galil mulai menerima kenyataan bahwa tidak semua bisa dia dimiliki. Setelah ia mulai menerima semuanya Tuhan mulai mengambil alih dan pertemuan yang direncanakan pun terjadi, di sebuah toko buku tua dekat UGM kala itu hujan berperan dengan sangat baik, disana dia bertemu dengan Viona, yang mengajarinya untuk kembali jatuh cinta.

Viona benar-benar tahu cara membuatnya jatuh cinta berkali-kali, luka di masa lalu perlahan sembuh, saat dia merasa hubungannya dengan Viona baik-baik saja. Perempuan yang pernah meninggalkannya itu kembali datang, membawa sekotak puisi juga beribu kenangan mereka. Menawarkan kepada Galil untuk sekali lagi kembali bersenyawa.

Perasaan yang tumpah menjadi banyak kata,bukan lagi cinta tapi lebih kepada luka. Perang kata tercipta menjadi bait-bait puisi tanpa tuan menagih janji yang pernah terucap dari lisan.

Sold outHot
Close

Senja yang Terlewat – Febri Kurniawan

Rp 45.000

Senja yang Terlewat

Ada beberapa kosa kata dalam bahasa Indonesia yang begitu aku suka, di antaranya adalah kata rindu, senja, hujan ataupun indah. Dan beberapa kosakata lain yang mampu menginspirasi sebuah kalimat yang disusun.

Adalah rindu yang mampu melebihi kata cinta. Senja yang hadir mampu mengalahkan rasa takjub. Hujan pun turun membasahi penatnya perih. Indah bagaikan perasaan yang mampu mengoyak kekecewaan.

Akan ada saatnya yang terlewat itu terabaikan. Akan ada saatnya yang indah itu akan terlupakan. Akan ada saatnya yang mengalir itu akan terhenti begitu saja. Perjalanan kurang lebih satu tahun terakhir ini, menyusuri berbagai tempat dan pulau di Indonesia. Semakin membuat tersadar, bahwa setiap orang yang kita temui akan begitu banyak memberi pelajaran. Terlebih tentang arti hidup dan makna saling berbagi dalam berbagai hal. Buku ini hadir sebagai coretan yang begitu sederhana, untuk mengabadikan momen dan kejadian yang terjadi. Banyak kejadian hidup yang terlewat begitu saja, tak terekam, tak terabadikan. Tujuan dari sebuah perjalanan adalah kembali ke asalnya, mengerti dirinya sendiri, dan tahu ke arah mana dirinya akan pulang. Buku ini tidak hanya berisi tentang kumpulan puisi, melainkan lebih banyak jurnal perjalanan serta pemaknaannya.

Khairunnas Anfa'uhum Linnas.

Sebaik-baik manusia adalah dia yang paling bisa bermanfaat untuk orang lain.

Dan sebuah pertemuan akan perjalanan mengajari itu semua.

-5%Hot
Close

Unjuk Rasa (Kumpulan Sajak – Sajak Politik) – Safri Arifuddin

Rp 55.000 Rp 52.000

Semenjak aktor perasa adalah penulis, saat itu pula keterlibatan emosi, rasa, cipta, karsa menyatu dan terwujud dalam berbagai rangkain keelokan kata-kata. Pengingat hidup dalam berpolitik seringkali tak mempunyai batasan yang jelas dan cenderung diabaikan karena kekuasan memang menjadi momok membutakan. Pengingat melalui puisi Sudah Waktunya Pulang pada akhirnya menyadarkan diri untuk bersimpuh kepada yang sang pemilik kuasa tertinggi yang tak ubahnya pemilik dari segala pemilik, perasa dari segala perasa, pencipta dari segala pencipta dan pada akhirnya pengingat sesungguhnya tidak hanya kematian tetapi juga keluarga.

Jogjakarta, 2018

Muhammad Fadli Muslimin (Jurnal Puitika UGM)

Membayangkan Hypatia

 

Kau dikutuk sebagai penyihir jalang,

padahal kau hanyalah seorang yang ingin pulang

ke tempat di mana ilmu pengetahuan menjelma

anak-anakmu yang perlu kau beri kasih sayang.

 

Mahar Politik

Ada yang punya mimpi besar
tapi mimpi yang besar tanpa didukung
dengan isi kantong yang lebar
bagi negara ini hanyalah
orang-orang yang baru belajar.

Sudah waktunya pulang

Sudah waktunya pulang,
lepaskanlah rindu yang telah lama meradang
istri dan anak-anakmu butuh doa
yang engkau pandu saat makan malam.
Kembalilah, semua orang punya waktu kedaluwarsa.
Tempat kerjamu tak kenal tua atau muda,
yang ada kepentingan menjelma dewa.

 

-5%Hot
Close

Cara Mudah Menjadi Pewarta Warga – Imam Nugroho

Rp 35.000 Rp 33.250

Jurnalis warga saat ini begitu menjamur di hampir semua lapisan masyarakat, dari yang muda hingga yang tua. Usia bukan lagi menjadi tolok ukur untuk berkiprah. Kehadiran jurnalis warga seperti angin segar bagi perkembangan jurnalistik tanah air.

Jadi, setelah membaca buku ini mulailah menyusun rencana besar untuk menjadi yang terbaik bagi hidup ini. Bergegaslah mengambil pena dan kertas, tuangkan segala ide dan gagasanmu lalu menulislah.

-10%Hot
Close

Makam Seekor Kuda – Sunlie Thomas Alexander

Rp 50.000 Rp 45.000

Ayahku kebal api, dan tak mempan senjata tajam setiap kali dewa-dewa itu merasuki tubuhnya. Di depan mata kami sendiri ia membakar tangan dan kakinya, atau yang lebih mengerikan menggorok lehernya dengan pisau daging tajam! Tak terluka sedikit pun. Hanyalah atas kehendak Dewa Fa Kong ia bisa menembus pipinya sendiri dengan paku.
Hanya saja aku tidak tahu, apakah kau menganggap ayahku sebagai orang yang beruntung?

-6%Hot
Close

JULIA: Komik Biografi John Lennon

Rp 50.000 Rp 47.000

Buku yang menarik. Mungkin dalam bentuk tulisan, biografi John Lennon sudah banyak, tapi dalam bentuk komik? mungkin cuma Harry yang mikir. Salut deh Mas Har.Tajam tuh visinya. Semoga muncul lagi ide lain yang tak kalah cemerlang.

Gerdi WK, Komikus.

-8%Hot
Close

Refrain Penghabisan

Rp 60.000 Rp 55.000

mengalir dari gitar tigaratus ribuan
dibeli dari toko barang bekas dengan sisa uang gajian
refrain penghabisan ini
untukmu perempuan telah dimainkan
sebelum lampu-lampu kafe dipejam
dan suara-suara dibekap oleh sunyi malam
dikirimkan padamu dentingan senar oleh kaki-kaki hujan
menyelinap di ketiak kota, menunggang awan
agar saat fajar tiba membangunkan tidurmu yang dalam

refrain penghabisan adalah khabar
tentang laki-laki yang tak bisa pulang
pada janji yang pernah kalian rangkai di pantai

saat hari akan menutup pintu dalam angin timur
pada cintamu yang menanti puluhan musim
karena jantungnya makin sering lupa berdetak
karena paru-parunya remuk oleh racun tembakau
dan tubuhnya yang sekarat diterkam gonorhea
hadiah Tatiana setelah percintaan di malam penuh bau marijuana

refrain penghabisan keluar dari dawai gitar yang terkelupas
dicabik jari-jarinya yang letih oleh infeksi
bercerita tentang rindunya pada bibirmu yang anti gincu
pada matamu yang menggodanya saat memberi isyarat
untuk kencan di bibir ombak saat bapakmu sibuk menyadap lontar
tentang aroma cengkeh yang mekar saat fajar begitu belia
tentang harum Arabica yang menguap dari periuk tanah liat
tentang kampung dalam rimbunan pohon kelapa
tentang bau sarung yang baru ditenun ibumu
kau hadiahkan padanya di komuni pertama di umurnya dua belas

-8%Hot
Close

Trilogi Rindu – Dinta Dewanto

Rp 65.000 Rp 60.000

MANUSIA SEMESTA

Kerap kali rindu tercipta karena adanya sebuah jalinan antara Tuhan, Manusia, dan Semesta. Di mana letak rindu itu sendiri hadir dengan adanya berbagai kejadian. Berbagai inspirasi. Berbagai rasa. Berbagai rasa. Berbagai kenangan. Buku Trilogi Rindu ini berbicara tentang rindu yang pernah terjadi di dalam kehidupan.

Tentang rindu yang tak pernah tercapai. Tentang rindu yang tinggal bersama kenangan. Tentang rindu yang senyawa dengan masa lalu. Tentang rindu yang mengajak ke hal-hal yang baru. Tentang rindu yang senang bicara dengan keyakinan, dan tentang rindu yang kita rasakan dengan kehadiran Tuhan, Manusia, dan Semesta.
-5%Hot
Close

Mendengar Bisu di Langit – Wahyu Gandi G.

Rp 40.000 Rp 38.000

Sebelum awan datang menggumpal
menghalangi kepuasan melihat keputus asaan,
pandanglah cara langit tersenyum
kepada orang-orang yang tak ia kenali
Sejauh mana matamu mampu menahan hangat
matahari yang sebentar lagi akan mendung
Pastikan suara dari rinai hujan terdengar
jatuh ke sayap burung yang tengah terbang
mencari makan untuk anak-anaknya
Apakah bisu serupa burung yang terbang
tanpa kepakan sayap yang membuatnya
melayang di udara? Tanyamu

Sebuah suara rindu dari yang bisu
engkau berteriak ke langit yang jauh
didengar oleh angin dijawab hujan,
tapi badai datang mendiamkan mulutmu
lalu kemudian orang-orang memayungi dirinya
seolah jawaban adalah kuyup dari kebenaran
disamarkan oleh gigil yang bergetar

Kumpulan puisi karya Wahyu Gandi G. Memilih menciptakan puisi-puisi
di sepanjang tahun 2016-2017. Hingga awal 2018, “Mendengar Bisu di
Langit” siap diterbitkan.

-5%
Close

Kudengar Angin Itu Mencurimu – Chendra M.A.

Rp 40.000 Rp 38.000

Aku ingin menjadi dekat hangat itu

Aku ingin menjadi dekap dingin itu

Menyaputi remuk rangka-rangka

Manampas jarak-jarak rapat kesedihan itu

Meringkas ingatan-ingatan kita

 

Ingatan adalah hal terakhir yang kau temui

waktu tak tahu

hari depan mana yang hendak kau tuju

kau tahu burung-burung gereja yang meminjam telinga

kita untuk mendengar nyanyiannya sendiri itu, telah lama

membicarakan potongan-potongan sayapnya

tersapu angin-angindari barat

dan berkesiap menjelma punggung-

punggung laut itu

pinggang-pinggang bukit itu

 

Aroma tubuhku sendiri

di timur rumah kita

tertangkap

 

Kau hanya perlu menunda makan malam kita

: ada penjara yang akan membebaskanku

seketika. Suatu ketika

Dalam surat-surat yang akan kau ceritakan

aku akan menjadi bunuh diri

palinhg menyenangkan

aku akan menjadi perjalanan terakhir

pada arus tubuhmu

Aku ingin mnedekat hangat itu

Aku ingin mnedekat dingin itu

tapi aku akan pulang

aku akan pulang

kau akan dapat menciumkan sekali lagi

saat jendela pertama yang kau buka

memasukkan amis darahku

ke dalam liang-liang yang kau siapkan

 

Akan kuhabiskan tubuh ini sebelum kau selesai

menyaksikannya