Showing 31–60 of 131 results

Show sidebar
Close

Memutus Belenggu Takdir

Rp 55.000

Seperti kata Imam al-Ghazali, “Kalau kau bukan anakseorang raja dan ulama, maka menulislah”. Bagiku, menulis tidak hanya sekadar mentransformasikan ingatan atau cerita ke dalam bentuk tulisan, melainkan lebih dari itu. Menulis membantu mengasah intuisi dan kreativitas. Maka, bagiku, kertas kosong adalah laboratorium kata untuk berekspresi. Manusia memang tidak diciptakan untuk abadi, tetapi, seperti kata Pram, manusia bisa bekerja untuk keabadian. Karena itulah menulis menjadi kebutuhan dan hobi bagiku.

Perihal isi buku ini, tidak lain adalah tentang kumpulan perjalanan hidup, semangat, dan mimpi seorang anak kampung. Kisah masa lalu yang berupa catatan-catatan kecil di lembaran kertas, kemudian dirangkai menjadi sebuah cerita utuh yang berlatarkan beberapa tempat; Lombok, Jogja, dan Eropa. Namun, gejolak dalam diri yang akhirnya mengantarkan kepada sebuah keberanian untuk merangkai kata menjadi sebuah buku di sela-sela kesibukan sebagai mahasiswa. Memang tidak mudah untuk menyegarkan kembali kenangan masa lalu yang berserakan.

Cikal bakal tulisan ini sebenarnya sudah ditulis ketika masih kuliah di Jogja dalam catatan-catatan kecil dan dilanjutkan kembali saat studi di Eropa hingga puncaknya, libur musim panas 2019. Sebelumnya, cerita dan kenangan masa kecil di Lombok, kerasnya perjuangan kuliah di Jogja dan petualangan di negara empat musim hanya ia tuliskan lewat blog, Facebook, dan Twitter hingga akhirnya muncul suatu ide, “Kenapa tidak dijadikan buku saja?” Sejujurnya masukan
dari teman-teman di media sosial sangat membantu dan mereka adalah salah satu inspirasi dari ide-ide baru.

Sekiranya sempalan cerita juang berisi beragam nuansa budaya; Lombok, Jogja, dan Eropa mendapat tempat untuk dilihat secara utuh. Maka, Memutus Belenggu Takdir hadir untuk para pemimpi nikmati. Selamat membaca dan salam literasi.

Close

Heartthrob

Rp 50.000

Sebuah kronologi kisah sederhana
tentang keinginan, perasaan,
kerelaan dan ketaatan
yang bungkam.

Bermula dari denyut jantung seorang pendamba
Menjelma abjad-abjad igauan
Dari pikiran dan rasa yang tak karuan
Tertahan dan tak mampu terungkapkan
Untuk pujaan yang dalam ketidakmungkinan

-5%
Close

Daydream

Rp 100.000 Rp 95.000

“Gagasan Pak Jack membentuk kelas khusus benar-benar memberi efek positif dan sangat baik untuk Sayon. Gagasan itu ternyata menghasilkan buah yang manis. Semanis saat mendengar siswa keluaran Sayon tidak main-main langsung menembus perguruan tinggi negeri. Bahkan sampai meluncur keluar negeri karena mendapat beasiswa atas prestasinya. Olimpiade pendidikan maupun olahraga berhasil dimenangi. Mereka tidak salah lagi berasal dari kelas-kelas khusus Sayon. Mari kita sambut siswa kelas tiga, kelas khusus, Jack Rose!”

Tapi bagi Junex, Elid, Lea, dan geng Daydream lainnya, kelas Jack Rose tak lebih dari sebuah anomali yang harus dihancurkan.

-9%
Close

Pilihan Hati

Rp 55.000 Rp 50.000

Kompetisi antarkelas akan segera tiba. Kami hanya punya waktu sebulan lagi sebelum kompetisi dimulai. Dalam minggu-minggu ini kami berpacu dengan materimateri dari kompetisi.

Kami memetakan kemampuan kami terhadap materi itu. Joko unggul di mata pelajaran matematika, Dela unggul di hampir semua mata pelajaran yang dikompetisikan, dan aku unggul dalam usaha keras untuk menjawab semaksimal mungkin.

Demi fokus, kami memutuskan untuk belajar kelompok di rumah Dela yang relatif lebih sepi dan nyaman.

-10%
Close

Samunan Dalam Lamunan

Rp 50.000 Rp 45.000

Rapuh

Aku rapuh,
bersama badanku, seluruh.
Penuh risuh,
berisi keluh.

Melayangku bersama cahaya.
Berhentiku tak berdaya.

-8%
Close

Daun Berselimut Kering

Rp 65.000 Rp 60.000

Semakin dilihatnya semakin indah pandangan yang dia resap, matanya tak ingin berhenti bahkan untuk sejenak. Jika keindahan hidup tercipta dari alam, maka pelukis alamlah yang memberikan keindahan di depan matanya.

Duduk melipat kakinya, Rahmu menegakkan leher melihat dinding besar dan megah di hadapannya, tidak berhenti pikirannya bermain-main dengan harapan dan ketakutan. Ingin dia memiliki kemewahan seperti itu, tapi dia takut berharap akan sesuatu yang tidak mampu dia miliki.

Menutup matanya, dia bebankan rasa ke kepalanya, bersujud dia perlahan tapi segera mengangkat kepalanya kembali. Lagi dia mencoba bersujud, tapi dinginnya lantai mengejutkannya yang kemudian mengembalikannya dalam posisi duduk.

“Inikah aku yang harus menyerahkan diri?” tanyanya dalam hati. Lagi dan mencoba memasrahkan dengan dingin, berat atau pun keinginannya, tapi hasil selalu berkata lain. Dia kembali duduk kesal kemudian berdiri ingin mengutuk tembok. Mencoba menahan, tidak sampai satu detik nafsunya berdiam diri, dia lantas berteriak membenci
tembok.

-10%
Close

Merajut Cerita, Menyelami Makna

Rp 50.000 Rp 45.000

Hidup Untuk Dijalani

Satu ditambah satu
Sama dengan dua
Begitu logika matematika

Punya satu anak
Perlu sekian biaya
Punya banyak anak
Tinggal dikalikan saja
Itu logikanya

Aneh
Bukan begitu yang ayah alami
Bukannya tidak percaya
Namun, hanya bertanya
Apa ada yang salah dengan matematika

Punya satu anak
Itu rezeki
Banyak anak banyak rezeki
Begitu yang ayah pahami

Harap maklum
Ayah sekolah hanya sampai SMA
Tidak jago matematika
Hanya tahu kali bagi tambah dan kurang
Tidak paham kalkulus aritmatika logaritma
Dan matematika rumit lainnya

Generasiku beda dengan generasi ayah
Beraninya punya anak
Hanya satu atau dua
Bila ada yang punya banyak anak
Itu merupakan kejadian langka

Mungkin kami terlalu yakin
Dengan logika matematika
Banyak anak banyak biaya
Kami khawatir tidak mampu menafkahi mereka

-8%
Close

Martir

Rp 60.000 Rp 55.000

Lagi-lagi Adisti harus melihat seseorang diperlakukan secara tidak adil. Dulu ketidakadilan terjadi kepada ayahnya, dan sekarang sang calon presiden harus merasakan hal yang sama. Hatinya terasa pedih. Penangkapan ini terasa terlalu berlebihan. Kesalahan apa yang sudah dibuatnya? Adisti mencoba menerka-nerka.

Suara penyiar dan narasumber yang mengomentari penangkapan tersebut mengabur bercampur aduk di matanya. Adisti baru tahu, politik tidak pernah sederhana. Kelihatannya memang sederhana, tapi sebenarnya tidak. Butuh taktik. Butuh persiapan matang. Butuh masukan kanan kiri. Butuh kesabaran. Jika hanya grasa-grusu pastitidak akan menghasilkan apa-apa.

-8%
Close

Searching For a Lost Star

Rp 52.000 Rp 48.000

Pertemuan yang tidak disengaja mengantarkan mereka pada Sebuah takdir. Kisah cinta yang penuh dengan pengorbanan dan air mata yang membuat mereka harus berpisah pada waktu yang lama, namun mereka percaya pada harapan yang sudah lama digantungkan pada doa, sekian lama berteman dengan keyakinan akhirnya mereka pun dapat menuai penantian dengan sebuah kenyataan yang indah.

-8%
Close

Mencari Cela(h) Untuk Tertawa

(1 ulasan pelanggan)
Rp 60.000 Rp 55.000

Secara umum, ada dua cara yang dilakukan seseorang dalam menyikapi kehidupan. Yang pertama secara serius dan ndakik-ndakik, yang kedua lebih santai dan menganggap sebagai hiburan. Dalam buku Mencari Cela(H) untuk Tertawa ini, Ema Yusuf mengambil cara kedua. Ia mengajak pembacanya untuk tertawa menyikapi berbagai fenomena yang terjadi melalui tulisan-tulisannya.

Sebagai seorang guru, kepala rumah tangga, umat beragama, dan warga masyarakat biasa, Yusuf merekam berbagai peristiwa yang dialaminya menjadi tulisan yang asyik dan sedap dibaca. Ia berusaha mencari cela dan celah agar setiap peristiwa meninggalkan hikmah. Hikmah yang dimaksud ya tertawa. Ia berupaya agar segala perdebatan, rasa geregetan, atau bahkan kemarahan cukup diselesaikan dengan santai dan tawa. Kalaupun mengumpat, umpatannya juga harus dengan nada tawa. Tak harus terlalu serius. Agar otot longgar, agar otak plong dan tenang.

Di balik itu, sebenarnya Yusuf menyelipkan banyak pesan, meski harus lewat sindiran, ejekan, satire, dan kritikan atas karut marutnya banyak hal di negara ini. Dengan lugas ia gambarkan keadaan masyarakat, dunia pendidikan, lingkungan, maupun cara beragama yang tentunya pantas untuk ditertawakan. Paling tidak menurut dirinya.

Semoga Anda bahagia

-10%
Close

Sakura Destination

Rp 68.000 Rp 61.000

Sakura adalah seorang desainer grafis di sebuah advertising, yang sedang terkena masalah tuduhan pelagiat sebuah desain logo. Sakura telah bertunangan dengan teman satu kuliahnya dahulu, yaitu Yusuf, seorang fotografer yang bekerja di sebuah media cetak fashion & style, yang tiba-tiba ditugaskan oleh bos-nya meliput berita ke sebuah negara yang sedang terjadi konflik peperangan.

Dibalik keharmonisan hubungan Sakura dan Yusuf, ada yang sedang berharap datangnya cinta sejati, yaitu Boni dan Dipo, yang juga sahabat Yusuf sejak kuliah. Boni adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan swasta. Cinta yang di tunggu belum juga kunjung datang, malah ketidak beruntungan menimpanya. Tiba-tiba saja Boni di tuduh sebelah pihak menggelapkan uang perusahaan.

Begitu pun dengan Dipo yang juga seorang karyawan swasta yang berbeda kantor dengan Boni, musibah tiba-tiba saja datang menimpa salah satu anggota keluarganya, yaitu adiknya. Masalah adiknya dan juga masalah di dalam keluarga Dipo yang sudah lama menumpuk di pikirannya, membuat Dipo menjadi galau, dan akhirnya memutuskan untuk menghilang dan pergi jauh dari kedua sahabatnya, Yusuf dan Boni.

Persoalan demi pesoalan datang bertubi-tubi pada Sakura dan Yusuf yang sedang ingin menuju ke hari pernikahan yang sudah di tetapkan. Ditambah masalah lagi, karena Sakura memutuskan untuk melakukan perjalanan ke sebuah negara di bagian Eropa, yang membuat Yusuf berpikir bagaimana dengan nasib pernikahannya dengan Sakura yang tinggal hitungan bulan. Belum habis masalah, sebuah masalah datang dari orang ketiga yang masuk ke dalam kehidupan Yusuf, yaitu Melodi, seorang karyawati swasta yang kebetulan menjadi klien di tempat Yusuf bekerja.

Cinta, jalinan asmara, pershabatan dan pencarian cinta, semuanya di pertaruhkan dalam satu tujuan, untuk menuju satu takdir baik, bagi Sakura, Yusuf dan juga Boni dan Dipo. Tuhan yang menggariskan takdir, manusialah yang berikhtiar.

Close

Perihal Rasa

Rp 45.000

VII

Aku
Bukanlah seorang juri yang dapat mengatakan apakah itu
salah atau benar
Namun, ketika kita menjalin sebuah hubungan, alangkah
baik jika kita dapat saling menilai
Bukan kamu menilai aku atau aku menilai dirimu
Tapi menilai diri kita masing-masing
Introspeksi diri
Itu yang lebih penting

-MYFadillah

-7%
Close

Drama Setengah Jiwa

Rp 45.000 Rp 42.000

DALAM panggung ini.
Tiada yang serba-beraturan karena sudah semestinya begitu; yang teratur hanyalah mimpi-mimpi karangan sebelum benar-benar tertidur sedalamnya. Panggung ini bukan hanya tentang mimpi. Dalam panggung ini juga tiada yang serba-berantakan karena sudah semestinya begitu; yang berantakan hanyalah kenyataan yang tak sengaja setelah benar-benar tersadar sepenuhnya. Panggung ini bukan hanya tentang kenyataan.

-9%
Close

Ayong

Rp 45.000 Rp 41.000

Ini bukan kisah yang sederhana.

Bukan tentang seorang siswa SMA yang berprestasi dan membuat bangga, melainkan tentang siswa yang sering dihukum kepala sekolah karena BERMASALAH.

Ini bukan kisah yang sederhana.

Bukan hanya tentang PERSAHABATAN di sekolah yang selalu identik dengan setia dan bahagia, melainkan tentang perseteruan seru antara ANAK IS dan ANAK IA.

Ini bukan kisah yang sederhana.

Bukan tentang ROMANSA yang penuh dengan kata-kata mesra, melainkan tentang betapa tipis jarak antara BENCI dan CINTA.

SELAMANYA.

INI BUKAN KISAH YANG SEDERHANA.

-13%
Close

Melodi Cinta Jelang Lima Puluh

Rp 80.000 Rp 70.000

Aku bekerja di saat yang lain tidur. Aku berpikir serius di saat yang lain duduk santai. Aku menghitung hari di saat yang lain pergi berlibur. Hasil nihil. Tabunganku tetap kosong melompong.

Kini saatnya aku harus benar-benar mencari makna dari pesan itu. Sudah terlalu lama aku tenggelam dan belum pernah sekalipun memikirkannya. Hatiku memang bebal, menganggap pesan itu tak lebih dari sekadar ungkapan zaman dahulu saja. Pesan yang tidak lagi sesuai untuk kehidupan orang di zaman sekarang.

-10%
Close

Karma – Mencinta adalah Menanam Benih Luka

Rp 50.000 Rp 45.000

Adakalanya pergi meninggalkan orang yang kita sayangi dan cintai menjadi satu-satunya jalan, untuk mengembalikan
kebaikan yang tengah padam.

-8%
Close

Memahami Pasar Tenaga Kerja

Rp 65.000 Rp 60.000

Terima kasih penulis ucapkan kepada semua pihak yang berperan dalam terbitnya buku “Memahami Pasar Tenaga Kerja: Bacaan Ekonomi untuk Non Ekonom”. Dari sisi produksi, penulis harus secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Murhananto, “teman seperjuangan” yang banyak membantu penerbitan buku edisi pertama. Dari sisi konsumsi, penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga besarnya kepada pembeli dan/atau pembaca buku tersebut.

Sedikit merupakan kejutan, buku “Memahami Pasar Tenaga Kerja” ternyata harus dicetak ulang. Selain beberapa revisi kecil, ada perubahan cukup berarti dalam buku Edisi kedua ini dibandingkan dengan edisi sebelumnya. Pertama, ada tambahan satu bab, yaitu Bab 13 yang membahas soal outsourcing. Penambahan tersebut dilakukan terutama karena outsourcing merupakan topik hangat dan sekaligus kontroversial dalam wacana ketenagakerjaan di Indonesia.

Perubahan lain yang cukup berarti adalah tambahan pembahasan di Bab 2, Bab 4, Bab 11, dan Bab 12. Dalam Bab 2 masalah penganggur usia muda dibahas lebih banyak dibandingkan di edisi sebelumnya. Bab 4 yang membahas tentang upah minimum ditambahkan pembahasan khusus tentang politisasi upah minimum. Pembahasan tentang fenomena migrasi tenaga kerja antarnegara dalam Bab 11 juga ditambahi dengan pembahasan tentang penanganan masalah tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia. Sementara di Bab 12 tentang migrasi antardaerah (khususnya: ke Jakarta) dilengkapi dengan pembahasan tentang mitos migrasi ke Jakarta yang tidak ada di edisi sebelumnya.

Meskipun demikian, misi dan inti buku ini tetap seperti sebelumnya yaitu berusaha membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan dengan cara yang mudah dimengerti oleh semua orang, termasuk mereka yang tidak belajar Ilmu Ekonomi secara formal. Harapan pun tetap sama, semoga buku ini mampu memainan peran kecil dalam upaya “mencerdaskan kehidupan bangsa”.

-10%
Close

Cakrawala Kesunyian

Rp 39.000 Rp 35.000

Cakrawala Kesunyian, berisi kumpulan-kumpulan puisi pilihan yang sengaja saya pilih untuk dijadikan satu keutuhan hingga tersusun menjadi tiga lingkaran cakrawala. Entah apa pun maknanya, tentu saja itu tak lepas dari tafsiran setiap pembaca, dan saya serahkan sepenuhnya kepada mereka: yang telah memutuskan untuk turut bersedia membacanya, merenunginya, seperti halnya ketika saya menuliskan buku ini. Pengabdian seorang penyair untuk membentangkan samudra aksara, dan penikmat karyanya memilih arah sampannya sendiri untuk menyeberang dan mengarungi jarak dari bentangannya.

-8%
Close

Sajak Semusim

Rp 60.000 Rp 55.000

Sejarah yang Kita Tulis

hujan tak lagi basah
dan matahari seakan dingin menusuk kesunyian
mata haus akan teduh
jemari meliukkan samudra kata-kata
rongga-rongga mengering
lembah menjadi tempat asing, menyesakkan

dari mana datangnya duka?
buluh rindu terkhianati prasangka
dua lubuk menampung air mata
kedua pasang lengan mencoba saling berkait

hentakkanlah kaki-kaki kita!!
saat ragu menyelinap
mengoyak keyakinan yang mulai dibangun

pada tikungan mana keinginan bertahan?
angin tak mampu membawa setiap kenangan
kisah menjadi cahaya remang
tak lagi terbaca hasrat yang pernah membara

segeralah berlari!!
sekencang badai menghapus debu yang kita tinggalkan

mari kita sulam kembali…
sayap kupu-kupu masih mampu mengepakkan mimpi
dan jangan hentikan ini
di saat perjalanan baru menancapkan arah
genggamlah cinta yang belum menjadi abjad

; kita belum sampai batas kelelahan, pada sejarah yang
sedang kita tulis

-7%
Close

Dari Mata Turun ke Hati, Dari Gede Turun ke Kaki

Rp 70.000 Rp 65.000

Arimbi, Jena, dan Yoyon tiga manusia yang merasa dikucilkan oleh lingkungan sekitar mereka dipersatukan oleh sebuah kesamaan di antara mereka bertiga: aneh. Arimbi yang mampu berbicara dengan hewan, Jena yang mampu membaca pikiran, dan Yoyon yang mampu berkomunikasi dengan makhluk gaib.

Keanehan itu membuat jalan hidup mereka penuh perjuangan dan penolakan, khususnya penolakan cinta. Namun, tersebab sama-sama ditolak itulah mereka bertiga akhirnya saling dipertemukan dan diikat dalam sebuah tali persaudaraan.

Close

Pikiran-Pikiran Sekarang

Rp 50.000

17.03

Dan setidaknya, perkataan-perkataan telah
dirangkai untuk diutarakan

Dialog tersusun
di antara deretan senja,
menuju ganjilnya malam

Dua insan, berusaha merajut kisah untuk kasih
diselipkan di atasnya: pucuk bulan purnama

-9%
Close

Arca Jingga

Rp 70.000 Rp 64.000

Itulah patung Rara Jonggrang, putri Kerajaan Baka yang disihir Raden Bandung Bondowoso, pangeran kerajaan tetangga, menjadi arca karena menolak cintanya dengan cara menipunya?membuatnya mengira hari telah pagi padahal fajar belum lagi terbit, sehingga ia gagal merampungkan pembangunan seribu candi dalam semalam seperti yang disyaratkan Rara Jonggrang untuk mendapatkan cintanya.

Bersama legenda mistis Rara Jonggrang yang begitu kental di ruangan berpendar merah redup itu, nuansa romantis amat mudah terpinggirkan, setidaknya bercampur dengan kutukan dari abad kuno?yang entah benar ada atau tidak, tapi cukup mengusik.

Anjani menatap mata lelaki mimpi. Lelaki mimpi menatap Anjani. Mata mereka terus beradu selama beberapa waktu?yang mungkin sejenak membeku. Tatap-menatap itu tak berlangsung selamanya, tentu saja. Celoteh bergulir dan hidangan disajikan. Tapi lidah Anjani terasa kebas. Ia tak dapat merasakan makanan yang ia kunyah.

-7%
Close

Kumpulan Doa yang Apa Adanya

Rp 45.000 Rp 42.000

Pesan Untuk Laki-laki di Bumi

Semua laki-laki itu sombong
Harusnya mereka sadar
Tanpa perempuan mereka semua lemah

-10%
Close

3 On 3

Rp 98.000 Rp 88.000

Sandrina, Jena, dan Thania adalah tiga orang sahabat karib. Saat SMA, Sandrina dikenalkan pada dua orang teman baru di pesta ulang tahun sahabatnya. Perkenalan ini berlanjut pada pertemuan berikut yang melibatkan satu lagi sahabat Adrian dan Martin yang sombong, “Si Entah Siapa”. Tiga lelaki tersebut dikenal sebagai playboy.

Selepas SMA, trio playboy melanjutkan kuliah di Amerika. Sandrina, Jena, dan Thania melanjutkan kuliah di Jakarta. Kehidupan mereka saling terpisah.

Di sela-sela rutinitas Sandrina yang gemar bertualang, ‘Si Entah Siapa’ muncul kembali yang kemudian memperkenalkan diri sebagai Atilla Siahaan. Tak disangka, perjumpaan ini menjadi awal dari sebuah petualangan cinta yang mengejutkan.

Berhasilkah Atilla mendapatkan cinta Sandrina? Mungkinkah pertemuan tiga sahabat lelaki dan tiga sahabat perempuan ini adalah takdir sekaligus karma yang ingin menyapa?

-6%
Close

Layu Sebelum Berkembang

Rp 50.000 Rp 47.000

Harus saya akui, pada awalnya bukanlah „Layu Sebelum Berkembang‟ yang saya jadikan judul untuk novel ini. Tetapi setelah direnungkan, kenapa tidak? Toh, sejauh yang saya teliti, belum ada pengarang yang menjadikan judul yang sama dengan lagunya Tetty Kadi yang dirilis pada tahun 1966 itu sebagai judul novelnya. Dan pada kenyataannya pula, di tengah saya me-nyusun rising action atau keadaan mulai memuncak dalam novel saya ini, saya iringi dengan mendengarkan lagunya Tetty Kadi „Layu Sebelum Berkembang‟ yang menyayat hati itu. Betapa indah dan memilukan hati, begitu menyentuh kalbu. Setiap kata-kata dan nada-nadanya mengilhami hati saya. Seakan „tersihir‟ oleh lagu itu, maka saya bentuk kisah tragis dalam novel ini berdasarkan apa yang saya rasakan ketika mendengarkan lagu tersebut. Dan alhasil, jadilah Lili itu layu sebelum berkembang.

Sebagaimana indahnya lagu Layu Sebelum Berkem-bang ciptaan A. Riyanto dan yang dinyanyikan oleh Tetty Kadi itu, semoga kisah roman ini juga seperti itu. Dapat menghibur, dan dapat pula membuat hati tergores penuh haru menyelami tragedi cinta yang terukir di dalamnya.

-9%
Close

Pupus

Rp 45.000 Rp 41.000

JINGGA beranjak dari tempat tidur, mencoba memulihkan ingatan tentang seseorang yang pernah hadir dalam hidupnya. Jingga mencoba mengingat Mimpi yang beranjak pergi dari hidupnya.

Jingga adalah orang yang percaya bahwa kisahnya dengan Mimpi belum berakhir.

Mimpi adalah orang yang masih saja hidup dalam hati Jingga, sampai detik ini.
Ternyata dalam satu kesempatan, Tuhan pernah menyatukan Jingga dan Mimpi.

Kehidupan di antara keduanya begitu berwarna. Sedih, senang, luka, bahagia. Itu hanya milik Jingga dan Mimpi.

-20%
Close

Cerita Tentang Sebuah Cerita Tentang Sebuah Cerita

Rp 50.000 Rp 40.000

Ketika Yesus disalib, aku benar-benar ada di sana. Aku masih ingat aroma darah dan segala macamnya; tetapi yang melekat hanyasatu, yakni bahwa aku benar benar berada di suatu bukit, dan melihat beberapa lelaki disalib, yang salah satunya kukenal sebagai Yesus. Sembari menyaksikan itu, aku memikirkan apakah mayat-mayat di suatu tempat, yang kusembunyikan dihari yang sama, pada akhirnya ditemukan?

-8%
Close

Nirwana dan Berbagai Ihwal Soal Derita – Dimas Putra

Rp 60.000 Rp 55.000

Duka Sialan!

Larut dalam lamunan
Menatap kosong bualan
Tak perlu mengindahkan kata-kata.
Sialan!
Buang jauh-jauh apa kata pikiran

Perlahan tumbuh, lalu runtuh
Diam-diam membangun, tapi hancur
Hei jangan sampai luluh!
Nanti kita semua akan terkubur

Matahari hilang, bulan datang
Seterusnya akan seperti itu
Mari kita nanti bersulang
Saat kiamat menghampiri kita satu per satu

Bersenang-senanglah selagi bisa
Sebab, kesedihan pasti akan datang juga
Buat apa hidup hanya meratapi duka
Jika suka selalu bisa kita jemput di ujung sana

-10%
Close

Suara – Ridho Ibadurrahman

Rp 50.000 Rp 45.000

Suara itu menjadi sebuah saksi. Suara itu menjadi sebuah titik ketika dunia berputar balik. Ini adalah ceritaku. Aku, Hargoro. Ini adalah cerita ketika cinta yang telah lama saya nantikan akhirnya memeluk erat tubuhku kembali. Namun, ini bukanlah sebuah kisah cinta romantis dengan kata-kata mutiara dengan membawa nama senja. Ini adalah kisahku. Kisah ketika cinta itu datang beriringan dengan kasus penculikan adikku. Ini adalah sebuah kisah cinta. Kisah cinta yang membuat seluruh duniaku berubah dan tidak pernah kembali seperti semula.

-10%
Close