Beranda » Indie Book Corner

Showing 1–30 of 196 results

Show sidebar
Close

Perspektif Imajinatif

Rp 75.000

“Suwi po, Kak Gaz?” tanya Nadia.
“Ah, ora kok. Lagi tekan lima menitan lah,” jawab gue,
“Hawa-hawanya di sini pas sepi gini kok menakutkan juga ya, Nad? Jadi pengin manggil Hari Panca buat uji nyali deh.”
“Iya, Kak Gaz, kan do Tarawih. Biasane bar Tarawih lagi ramai bocah-bocah do dolanan sarung.”
“Ohiya lagi Tarawih bener,” kata gue.
“Tapi iya juga ya. Jadi ingat waktu masih kecil.”
“Emang pernah kecil, po?”
“Dipikir aku brojol dari perut ibuku sudah se-gedhe Bagong gini, Nad?”
“Hahaha ya mana tahu kan?”
“Auk ah!”

Sold out
Close

Toletta

Rp 65.000

Letta adalah kawasan pegunungan yang terletak di bagian utara kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan. Sebelum lahir NKRI, kawasan ini dikendalikan Pangadarandi Appa Banua, sebuah pemerintahan yang sudah bercorak demokrasi. Letta menyimpan banyak mutiara hikmah. Ada kisah legenda Tomanurun, sejarah kasallangan, kearifan lokal dengan konsep tjolo, tannun ta’pura, hingga perjanjian persaudaraan letta dengan Simbuang-Mamasa.

Close

Menerbitkan Rindu

Rp 60.000

Meninggi mimpi
Di belantara hari
Sepenuh hati
Memberi kasih

Segenap rasa
Untukmu tercurahkan
Semua asa
Denganmu melangkah

-9%
Close

Terimalah Desember dengan Terima Kasih [PRE ORDER]

Rp 55.000 Rp 50.000

Bumi kian sepi, hujan membasahi
Aku menepi pada sudut yang semakin malam
Memandangi genangan
Kembali ke masa lalu
Saat kita mewangi di taman
Hingga akhir malam,
kita dipisahkan oleh kokok ayam jantan
Prolog: Iswadi Pratama
Fajar telah tiba, matahari memberi harapan cerah
Tapi hujan belum reda, Bumi tetap sepi
Karena, bagi hati yang kesepian
Di mana pun itu, selalu hujan

Close

Rajeev is not an Indian

Rp 92.000

Aku membaca cerita-cerita pengalaman orang lain di India. Mulai dari cerita seorang perempuan yang memberanikan diri melakukan perjalanan seorang diri menyusuri negeri Bollywood ini. Hal ini menarik karena ternyata dia, si penulis cerita itu tidak sepenuhnya berjalan di India. Dia lebih sering duduk di kendaraan bukan berjalan.

Walaupun ada banyak kisah aneh dan unik yang kubaca tentang perjalanan ke India, tapi tetap saja aku berdiri pada pendirianku. Aku ingin menemukan alasan dari dasar pertanyaan-pertanyaanku ini. Bahwa di negeri ini ada kemungkinan jawaban kenapa aku seorang Rajeev.

Hot
Close

Belalang Komunis – Cerita-cerita dari Indocina

Rp 65.000

Di dalam buku ini tidak akan ada panduan soal bagaimana cara yang murah dan mudah untuk mengunjungi negara-negara yang ada dalam buku ini, apalagi untuk melancong dan menjelajah kota-kota atau situs-situs menarik yang bisa didatangi untuk sekadar berfoto ria. Tak ada rute perjalanan, harga tiket pesawat, bus atau kereta api atau alamat restoran.

Cerita di dalam buku ini adalah sedikit yang tersisa dari hidup menggelandang sebagai pendatang atau ingatan akan kunjungan singkat ke negara-negara Indocina di periode 2013-2017. Masa-masa di mana saya sedikit belajar mengerti tentang masa lalu Indocina. Terutama tentang bagaimana wilayah ini bertaut dengan sejarah sebuah gerakan yang diilhami oleh ide seorang revolusioner asal Jerman bernama Karl Marx. Tentang bagaimana geliat komunisme dan wajah ideologi ini yang tampak dalam gerakan sosial yang berfondasikan Marxisme.

Mencoba memahami dari sudut pandang seorang asing yang negerinya terletak tidak terlalu jauh di selatan, di mana Marxisme adalah tabu dan dianggap sebagai bahaya yang mengancam kesadaran manusia agar tak menemukan daya kritis untuk memperjuangkan kebebasannya.

Close

Terbang Tenggelam

Rp 50.000

Ketika diamku menjadi satu-satunya
alasanku untuk tersenyum, aku tahu,
saat itulah tawa-tawa singgah
dan mendekap tangisku.

Ketika tangisku menjadi satu-satunya
alasanku untuk tertawa, aku tahu,
saat itulah senyum-senyum hadir
dan memecah diamku.

Ketika senyumku menjadi satu-satunya
alasanku untuk menangis, aku tahu,
saat itulah diamku datang
dan memberi arti pada tawaku.

Ketika tawaku menjadi satu-satunya
alasanku untuk diam, aku tahu,
saat itulah tangis-tangisku kembali
dan membuatku mengerti;
kenapa aku harus selalu tersenyum.

-8%Hot
Close

Jemawa

Rp 60.000 Rp 55.000

Sudah habis kesabaran Bambang. Ia mengambil gunng yang berada di lemari meja belajarnya dan memotong leher Meow. Darah mengucur deras dari lehernya. Refleks, Bambang langsung menyedot darah dari leher Meow agar darahnya dak tumpah dan mengotori lantai kamar kosnya. Ini adalah kali pertama Bambang meminum darah kucing. Ternyata, rasanya seper jus stroberi, pikir Bambang. Ia lalu terbayang, sepernya akan terasa lebih nikmat apabila darah Meow dijadikan kuah soto. Tanpa berpikir panjang, Bambang membuka laptopnya kembali dan mencari video tutorial cara memasak soto kuah darah kucing di YouTube.
——————–
Memadukan elemen horror-komedi-fantasi dengan latar belakang lanskap Indonesia modern, kumpulan cerita pendek pertama dari M. Shahriza Rijadi ini mencoba untuk menemukan humor di dalam absurditas terror dan rasa takut manusia. Mulai dari cerita seorang nenek yang secara misterius terlihat awet muda hingga kisah seorang arwah gentayangan yang pantang menyerah menyelesaikan urusan duniawinya, sembilan cerita yang terdapat di dalam Jemawa akan menjadi kisah-kisah yang tak akan kamu lupakan selamanya… atau sedaknya sampai buku ini selesai kamu baca.

-10%
Close

Catatan Kepergianku

Rp 50.000 Rp 45.000

Catatan ini aku tulis untukmu, sebagai kabar kepergianku darimu.
Catatan ini adalah bukti, bahwa aku telah ikhlas kau pergi.
Bacalah! Supaya kau tak lupa, bahwa kita pernah bersama.

-6%
Close

Parade Kisah yang Tak Pernah Berhasil Mati

Rp 47.000 Rp 44.000

Yang tersisa dari cerita panjang hanya kesimpulan yang singkat. Mereka tak peduli meski kau memakai tinta darah yang encer karena keringat. Mereka tak mau tahu sebab-sebab yang ada. Waktu memang cukup sempit untuk mengenang banyak hal.

Yang tersisa dari perang dan petualangan hanya penyesalan, tak ada kemenangan dan pesta pora, yang ada hanya
kehilangan disambut air mata. Kekalahan jadi pilihan paling damai; tak ada dendam, air mata, kehilangan, dan rasa bersalah. Hening seperti cinta yang tak perlu balasan setimpal.

Yang tersisa dari cinta ialah pemberian, yang gugur di pelukannya dan tak perlu dipulangkan. Sebab cinta tak akan berhenti tumbuh sejumlah yang kau butuh. Cinta satu-satunya kehilangan yang terganti, lebih banyak dari apa yang kau beri dan akan lebih pandai dari rencana pengkhianatan.

-10%Hot
Close

Perempuan Kereta

Rp 79.000 Rp 71.000

Bekerja di ibu kota bukanlah perkara mudah bagi Adinda. Untuk orang Bandung seperti dia, Jakarta identik dengan tempat panas yang sesak, mahal, serta dipenuhi orang-orang tidak ramah. Adinda juga tak sampai hati meninggalkan ibunya yang sudah tua tinggal sendirian di Bandung.

Itulah yang menjadi alasan bagi Adinda untuk tetap pulang ke Bandung, Meski sehari-hari bekerja di Jakarta. Dia pulang menggunakan kereta setiap akhir pekan. Namun ternyata, baginya menaiki kereta bukan hanya soal menempuh jarak antara dua kota. Di Keretalah Adinda bertemu dengan sosok yang membuat perjalanannya menjadi sesuatu yang begitu ditunggu.

-20%
Close

Ophelia’s Sweet Occult

Rp 60.000 Rp 48.000

Words that
smell of dead
flowers and settling
midnight lakes.

-20%Hot
Close

Metakuasa Perdagangan Global

Rp 85.000 Rp 68.000

Buku Metakuasa Perdagangan Global memberikan argumentasi tentang fenomena jaringan produksi global sebagai basis dari perdagangan internasional. Penulis menggunakan pendekatan ekonomi-polik internasional dalam menjelaskan evolusi kapitalisme global, di mana terdapat interaksi antara perusahaan multinasional, aktor-aktor negara, perusahaan lokal dan posisi buruh.

***

Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI 2014-2019
Analisa kritis dalam buku ini perlu menjadi perhatian para pengambil kebijakan untuk merumuskan strategi industrialisasi yang selaras dengan kebijakan perlindungan tenaga kerja, mengingat industri domestik dan hubungan majikan dengan buruh memiliki ikatan sistemik dengan perdagangan internasional yang dinamis dan kompleks.

Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)
Kehadiran buku ini memberi wawasan baru bagi kaum buruh. Kerja kerja keras Bung Tengku menulis buku ini menyadarkan kaum buruh bahwa posisinya amat rentan di dalam rantai pasokan global. Selain memberikan wacana baru, buku ini pada akhirnya memberikan energi baru bagi semangat gerakan buruh.

Ali Muhammad, pengajar llmu Hubungan Internasional – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Buku ini jauh dari kerangka berpikir reduksionis dalam menjabarkan fenomena perdagangan internasional. Penulis cakap menguak ‘meta’-nya kuasa perdagangan global dengan didukung data dan fakta historis. Sangat bermanfaat bagi yang menekuni ilmu hubungan internasional, khususnya kajian perdagangan internasional.

Ah Maftuchan, Direktur Eksekutif Perkumpulan Prakarsa
Penulis mendeskripsikan sesuatu yang pada akhirnya menstimulasi hadirnya diskursus tentang bagaimana menyeimbangkan kepentingan dunia industri dengan kepentingan pekerja, dan mengurangi dampak buruk perdagangan internasional terhadap kesejahteraan sosial. Sebuah telaah yang cukup berharga untuk diteli lebih jauh.

-8%Hot
Close

Memeluk Angin

Rp 65.000 Rp 60.000

Seperangkat senyummu adalah bahaya bagi
ketidakberdayaanku.
Peringatan-peringatan datang dalam diriku
sebagai dingin dan panas, lidahku bingung harus
melafalkannya seperti apa.
Aku selalu berusaha untuk tidak menjadi lemah,
tapi pada kenyataannya rindu telah memasuki aku
yang kering sebagai nyala yang tidak mau padam.

Hot
Close

Tradisi Pencerita di Balik Tempurung

Rp 48.000

“Tuhan tidak apa-apa ketika mereka mengakui kebingungan, mereka bisa mengundang-Nya”. “Mereka” di dalam rangkaian cerita bagian Belalang Sembah yang Sedang Bingung Berdoa adalah suatu kebingungan yang mengakar terhadap persoalan antara Tuhan dan dirinya. “Mereka” selalu menanggapi mana yang dianggap benar dan mana yang dianggap sebaliknya, seperti pada tokoh yang tercipta sebagai pedagang pasar di dalam puisi “Orang-Orang Dukun yang Sekarang Kaya”, batinnya berteriak menanyakan apakah agama bermain di dalam hidupnya? Atau bagaimana yang seharusnya? Namun, dalam bagian Pelajaran Perdebatan Bercerita berisi pertanyaan tentang keadaan pikiran yang dirasakan dan perasaan yang dipikirkan oleh “kamu” “kau” dan “mereka”.

Saling menggantungkan harapan berceritalah yang murni dengan cinta. Kenyataannya sulit bagi tokoh “aku” untuk merindu di samping tokoh “nenek” yang sederhana menceritakan tentang mendatangkan kebahagiaan, melihat rumah yang menjadi tembok antara peristiwa yang terjadi di pelataran rumput taman dan di ruang tamu.

Di bawah puisi-puisi yang bergemuruh itu, terdapat berbagai cerita yang hidup di hamparan tanah yang luas. Tokoh-tokoh yang saling menggugah kedalaman dirinya bahwa terdapat luapan api yang mendidih dari luar dirinya. Mereka saling hati-hati karena bagi tokoh “Ceret” sebagai seorang politikus, pembual atau yang dikenal sederhana dalam lingkaran politiknya adalah “pembohong” zaman sekarang lah yang dapat menjadikan postur tubuh pembohong dapat terlihat sempurna.

-9%
Close

Aku Ingin Jadi Harimau

Rp 55.000 Rp 50.000

Apa dan seperti apa sistem di kepala kita yang merekam kenangan itu?

Otak kita bekerja sedemikian rupa sehingga kita hanya menyimpan sesuatu yang menurut kita baik, dan menghapus apa-apa yang buruk. Evolusi mungkin mendorong kita untuk selalu berlari atau pergi dari sesuatu yang membuat kita mendirita.

Hidup adalah penderitaan kata Buddha dan selamanya akan begitu. Yang hanya kita perlu persiapkan adalah upaya untuk menghadapi penderitaan itu, segetir apa pun itu.

Close

Prameswari

Rp 50.000

Dari balik jendela kamarku,
Hari ini aku melihatmu,
Memandang penuh cinta,
Tersenyum penuh mesra.

Tapi aku jadi nelangsa,
Sakitnya tak terkata,
Karena di sampingmu ada “Dia”.

Hari pun berlalu,
Singgasana pun telah berganti puan,
Aku pun hanya
prameswari-prameswarian

Hot
Close

Memutus Belenggu Takdir

Rp 55.000

Seperti kata Imam al-Ghazali, “Kalau kau bukan anakseorang raja dan ulama, maka menulislah”. Bagiku, menulis tidak hanya sekadar mentransformasikan ingatan atau cerita ke dalam bentuk tulisan, melainkan lebih dari itu. Menulis membantu mengasah intuisi dan kreativitas. Maka, bagiku, kertas kosong adalah laboratorium kata untuk berekspresi. Manusia memang tidak diciptakan untuk abadi, tetapi, seperti kata Pram, manusia bisa bekerja untuk keabadian. Karena itulah menulis menjadi kebutuhan dan hobi bagiku.

Perihal isi buku ini, tidak lain adalah tentang kumpulan perjalanan hidup, semangat, dan mimpi seorang anak kampung. Kisah masa lalu yang berupa catatan-catatan kecil di lembaran kertas, kemudian dirangkai menjadi sebuah cerita utuh yang berlatarkan beberapa tempat; Lombok, Jogja, dan Eropa. Namun, gejolak dalam diri yang akhirnya mengantarkan kepada sebuah keberanian untuk merangkai kata menjadi sebuah buku di sela-sela kesibukan sebagai mahasiswa. Memang tidak mudah untuk menyegarkan kembali kenangan masa lalu yang berserakan.

Cikal bakal tulisan ini sebenarnya sudah ditulis ketika masih kuliah di Jogja dalam catatan-catatan kecil dan dilanjutkan kembali saat studi di Eropa hingga puncaknya, libur musim panas 2019. Sebelumnya, cerita dan kenangan masa kecil di Lombok, kerasnya perjuangan kuliah di Jogja dan petualangan di negara empat musim hanya ia tuliskan lewat blog, Facebook, dan Twitter hingga akhirnya muncul suatu ide, “Kenapa tidak dijadikan buku saja?” Sejujurnya masukan
dari teman-teman di media sosial sangat membantu dan mereka adalah salah satu inspirasi dari ide-ide baru.

Sekiranya sempalan cerita juang berisi beragam nuansa budaya; Lombok, Jogja, dan Eropa mendapat tempat untuk dilihat secara utuh. Maka, Memutus Belenggu Takdir hadir untuk para pemimpi nikmati. Selamat membaca dan salam literasi.

Close

Aksara Cinta Sang Pendosa

Rp 50.000

Aku hanyalah seorang penyair jalang
Kumpulan aksaraku tak menganut agama
Tak juga pernah dibaiat oleh suatu dogma
Pun bukan milik tuan-tuan penguasa
Namun, mengalir deras bersama rasa
Melata mencari makna.

Hot
Close

Heartthrob

Rp 50.000

Sebuah kronologi kisah sederhana
tentang keinginan, perasaan,
kerelaan dan ketaatan
yang bungkam.

Bermula dari denyut jantung seorang pendamba
Menjelma abjad-abjad igauan
Dari pikiran dan rasa yang tak karuan
Tertahan dan tak mampu terungkapkan
Untuk pujaan yang dalam ketidakmungkinan

-5%
Close

Daydream

Rp 100.000 Rp 95.000

“Gagasan Pak Jack membentuk kelas khusus benar-benar memberi efek positif dan sangat baik untuk Sayon. Gagasan itu ternyata menghasilkan buah yang manis. Semanis saat mendengar siswa keluaran Sayon tidak main-main langsung menembus perguruan tinggi negeri. Bahkan sampai meluncur keluar negeri karena mendapat beasiswa atas prestasinya. Olimpiade pendidikan maupun olahraga berhasil dimenangi. Mereka tidak salah lagi berasal dari kelas-kelas khusus Sayon. Mari kita sambut siswa kelas tiga, kelas khusus, Jack Rose!”

Tapi bagi Junex, Elid, Lea, dan geng Daydream lainnya, kelas Jack Rose tak lebih dari sebuah anomali yang harus dihancurkan.

Sold outHot
Close

The Unexpected Journey

Rp 70.000

Tagline StarWars: The Rise of The Skywalker yang menyatakan bahwa every generation has a legend ini adalah tagline yang luar biasa. Setiap generasi, mulai dari X, Y, dan Z pasti punya legendanya masing-masing. Syekh Maulana Jalaludin Rumi dan Gus Dur adalah legenda di zamannya. Sudah sebaiknya di zaman milenial ini, para milenial punya legendanya sendiri. Namun, sampai sekarang belum menemukan legenda atau calon legendanya. Sungguh rasanya tidak sabar menanti kedatangan sosok sang legenda. Saya membayangkan bahwa sosok itu adalah sosok yang mampu mengombinasikan pemikiran agama di zaman yang serba modern.

Close

Pilihan Hati

Rp 55.000

Kompetisi antarkelas akan segera tiba. Kami hanya punya waktu sebulan lagi sebelum kompetisi dimulai. Dalam minggu-minggu ini kami berpacu dengan materimateri dari kompetisi.

Kami memetakan kemampuan kami terhadap materi itu. Joko unggul di mata pelajaran matematika, Dela unggul di hampir semua mata pelajaran yang dikompetisikan, dan aku unggul dalam usaha keras untuk menjawab semaksimal mungkin.

Demi fokus, kami memutuskan untuk belajar kelompok di rumah Dela yang relatif lebih sepi dan nyaman.

-10%Hot
Close

Samunan Dalam Lamunan

Rp 50.000 Rp 45.000

Rapuh

Aku rapuh,
bersama badanku, seluruh.
Penuh risuh,
berisi keluh.

Melayangku bersama cahaya.
Berhentiku tak berdaya.

-8%Hot
Close

Daun Berselimut Kering

Rp 65.000 Rp 60.000

Semakin dilihatnya semakin indah pandangan yang dia resap, matanya tak ingin berhenti bahkan untuk sejenak. Jika keindahan hidup tercipta dari alam, maka pelukis alamlah yang memberikan keindahan di depan matanya.

Duduk melipat kakinya, Rahmu menegakkan leher melihat dinding besar dan megah di hadapannya, tidak berhenti pikirannya bermain-main dengan harapan dan ketakutan. Ingin dia memiliki kemewahan seperti itu, tapi dia takut berharap akan sesuatu yang tidak mampu dia miliki.

Menutup matanya, dia bebankan rasa ke kepalanya, bersujud dia perlahan tapi segera mengangkat kepalanya kembali. Lagi dia mencoba bersujud, tapi dinginnya lantai mengejutkannya yang kemudian mengembalikannya dalam posisi duduk.

“Inikah aku yang harus menyerahkan diri?” tanyanya dalam hati. Lagi dan mencoba memasrahkan dengan dingin, berat atau pun keinginannya, tapi hasil selalu berkata lain. Dia kembali duduk kesal kemudian berdiri ingin mengutuk tembok. Mencoba menahan, tidak sampai satu detik nafsunya berdiam diri, dia lantas berteriak membenci
tembok.

-10%Hot
Close

Merajut Cerita, Menyelami Makna

Rp 50.000 Rp 45.000

Hidup Untuk Dijalani

Satu ditambah satu
Sama dengan dua
Begitu logika matematika

Punya satu anak
Perlu sekian biaya
Punya banyak anak
Tinggal dikalikan saja
Itu logikanya

Aneh
Bukan begitu yang ayah alami
Bukannya tidak percaya
Namun, hanya bertanya
Apa ada yang salah dengan matematika

Punya satu anak
Itu rezeki
Banyak anak banyak rezeki
Begitu yang ayah pahami

Harap maklum
Ayah sekolah hanya sampai SMA
Tidak jago matematika
Hanya tahu kali bagi tambah dan kurang
Tidak paham kalkulus aritmatika logaritma
Dan matematika rumit lainnya

Generasiku beda dengan generasi ayah
Beraninya punya anak
Hanya satu atau dua
Bila ada yang punya banyak anak
Itu merupakan kejadian langka

Mungkin kami terlalu yakin
Dengan logika matematika
Banyak anak banyak biaya
Kami khawatir tidak mampu menafkahi mereka

-8%Hot
Close

Martir

Rp 60.000 Rp 55.000

Lagi-lagi Adisti harus melihat seseorang diperlakukan secara tidak adil. Dulu ketidakadilan terjadi kepada ayahnya, dan sekarang sang calon presiden harus merasakan hal yang sama. Hatinya terasa pedih. Penangkapan ini terasa terlalu berlebihan. Kesalahan apa yang sudah dibuatnya? Adisti mencoba menerka-nerka.

Suara penyiar dan narasumber yang mengomentari penangkapan tersebut mengabur bercampur aduk di matanya. Adisti baru tahu, politik tidak pernah sederhana. Kelihatannya memang sederhana, tapi sebenarnya tidak. Butuh taktik. Butuh persiapan matang. Butuh masukan kanan kiri. Butuh kesabaran. Jika hanya grasa-grusu pastitidak akan menghasilkan apa-apa.

-8%Hot
Close

Searching For a Lost Star

Rp 52.000 Rp 48.000

Pertemuan yang tidak disengaja mengantarkan mereka pada Sebuah takdir. Kisah cinta yang penuh dengan pengorbanan dan air mata yang membuat mereka harus berpisah pada waktu yang lama, namun mereka percaya pada harapan yang sudah lama digantungkan pada doa, sekian lama berteman dengan keyakinan akhirnya mereka pun dapat menuai penantian dengan sebuah kenyataan yang indah.

Browse Wishlist
Close

Kata Orang di Semesta

Rp 45.000

Alam semesta adalah bentuk dari peradaban yang akan terus berevolusi. Dan akan terus menciptakan harapan dan kenyataan. Disuatu sisi kita merasa bahagia dan sedih, bahkan mengenal lagi berbagai macam yang di sebut perasaan. Baik perasaan terpukul, dikhianati, ditinggalkan, atau tak lupa merasakan cinta, di percaya atau hal lebih dari itu. Seimbang. Sebagai manusia kita juga memilih untuk menjadi yang terbuka atau yang  menyembunyikan apa yang kita rasakan.

Tak ada yang bisa melarang itu terjadi, kita menyebut itu harapan, dan harapan berbanding terbalik dengan kenyataan, perbedaannya sangat tipis. Harapan jika tak sesuai akan membuat seseorang terluka sekali. Perlu waktu untuk bangkit dari itu semua. Tak ada yang instan jika mengatas namakan perasaan. Meski ia tak bisa diungkapkan namun terlihat. Tak ada yang bisa disembunyikan. Ia bisa sembuh sendiri atau disembuhkan. Dan di alam semesta kita diberi pilihan tetap percaya pada diri sendiri atau setidaknya satu orang yang mampu memotivasi diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, dan dipercaya adalah hal yang lebih indah dari dicintai oleh seseorang.

Namun tak semua orang memiliki keberanian untuk itu dan memilih untuk berpindah dan menyampaikannya ketika sudah selesai masanya perasaan itu habis dimakan waktu, karena terlalu takut akan penolakan dan ditinggalkan. Menumbuhkan perasaan baru lagi dan berharap sampi benar-benar ditemukan tak takut meski berkali-kali tersesat.

-8%Hot
Close

Mencari Cela(h) Untuk Tertawa

(1 ulasan pelanggan)
Rp 60.000 Rp 55.000

Secara umum, ada dua cara yang dilakukan seseorang dalam menyikapi kehidupan. Yang pertama secara serius dan ndakik-ndakik, yang kedua lebih santai dan menganggap sebagai hiburan. Dalam buku Mencari Cela(H) untuk Tertawa ini, Ema Yusuf mengambil cara kedua. Ia mengajak pembacanya untuk tertawa menyikapi berbagai fenomena yang terjadi melalui tulisan-tulisannya.

Sebagai seorang guru, kepala rumah tangga, umat beragama, dan warga masyarakat biasa, Yusuf merekam berbagai peristiwa yang dialaminya menjadi tulisan yang asyik dan sedap dibaca. Ia berusaha mencari cela dan celah agar setiap peristiwa meninggalkan hikmah. Hikmah yang dimaksud ya tertawa. Ia berupaya agar segala perdebatan, rasa geregetan, atau bahkan kemarahan cukup diselesaikan dengan santai dan tawa. Kalaupun mengumpat, umpatannya juga harus dengan nada tawa. Tak harus terlalu serius. Agar otot longgar, agar otak plong dan tenang.

Di balik itu, sebenarnya Yusuf menyelipkan banyak pesan, meski harus lewat sindiran, ejekan, satire, dan kritikan atas karut marutnya banyak hal di negara ini. Dengan lugas ia gambarkan keadaan masyarakat, dunia pendidikan, lingkungan, maupun cara beragama yang tentunya pantas untuk ditertawakan. Paling tidak menurut dirinya.

Semoga Anda bahagia