Unjuk Rasa (Kumpulan Sajak – Sajak Politik) – Safri Arifuddin

Semenjak aktor perasa adalah penulis, saat itu pula keterlibatan emosi, rasa, cipta, karsa menyatu dan terwujud dalam berbagai rangkain keelokan kata-kata. Pengingat hidup dalam berpolitik seringkali tak mempunyai batasan yang jelas dan cenderung diabaikan karena kekuasan memang menjadi momok membutakan. Pengingat melalui puisi Sudah Waktunya Pulang pada akhirnya menyadarkan diri untuk bersimpuh kepada yang sang pemilik kuasa tertinggi yang tak ubahnya pemilik dari segala pemilik, perasa dari segala perasa, pencipta dari segala pencipta dan pada akhirnya pengingat sesungguhnya tidak hanya kematian tetapi juga keluarga.

Jogjakarta, 2018

Muhammad Fadli Muslimin (Jurnal Puitika UGM)

Membayangkan Hypatia

 

Kau dikutuk sebagai penyihir jalang,

padahal kau hanyalah seorang yang ingin pulang

ke tempat di mana ilmu pengetahuan menjelma

anak-anakmu yang perlu kau beri kasih sayang.

 

Mahar Politik

Ada yang punya mimpi besar
tapi mimpi yang besar tanpa didukung
dengan isi kantong yang lebar
bagi negara ini hanyalah
orang-orang yang baru belajar.

Sudah waktunya pulang

Sudah waktunya pulang,
lepaskanlah rindu yang telah lama meradang
istri dan anak-anakmu butuh doa
yang engkau pandu saat makan malam.
Kembalilah, semua orang punya waktu kedaluwarsa.
Tempat kerjamu tak kenal tua atau muda,
yang ada kepentingan menjelma dewa.

 

SKU: 37127
Berat0.300 kg
Format

Jilid Biasa

Penerbit

Indie Book Corner

Tahun Terbit

2018

Close