Seribu Bangau

Waktu dan sejarah barangkali merupakan salah seorang juri yang adil untuk menilai bermutu tidaknya sebuah karya sastra. Jika sebuah novel, cerpen atau puisi, yang telah bertahun-tahun silam ditulis, masih saja memesona dan memikat, serta masih saja menggugah untuk dibaca, bisa dikatakan bahwa karya tersebut hebat dan bermutu. Inilah yang disebut sebagai klasik: sebuah istilah yang menunjuk pada kebertahanan bahkan mungkin keabadian daya pikat sebuah karya melintasi zaman dan melampaui beberapa generasi pembacanya.

Yasunari Kawabata (1899-1972), pengarang Jepang, yang meraih penghargaan Nobel tahun 1968, bisa dikatakan sebagai salah seorang pengarang dengan novel- novelnya yang bernilai klasik. Hal itu ditunjukkan bahwa hingga sekarang, karya-karyanya masih saja dibaca secara luas, baik di Jepang maupun di luar Jepang. Karir Kawabata terentang sejak tahun 1920an, diselai Perang Dunia II, hingga tahun 196oan. Karya-karyanya terkenal liris, halus, dan sarkartis, menyentuh ruang-ruang dan celah-celah kehidupan antarmanusia yang tidak mungkin dipikirkan dan dibicarakan, tapi nyata adanya.

SKU: 34473
Berat0.25 kg
Format

Jilid Biasa

ISBN

978-602-14913-6-2

Tahun Terbit

2015

Penerbit

Gading

Jumlah Halaman

ix+145

Close