Seribu Bangau

5 dari 5 berdasarkan 1 dari penilaian pelanggan
(1 ulasan pelanggan)

Waktu dan sejarah barangkali merupakan salah seorang juri yang adil untuk menilai bermutu tidaknya sebuah karya sastra. Jika sebuah novel, cerpen atau puisi, yang telah bertahun-tahun silam ditulis, masih saja memesona dan memikat, serta masih saja menggugah untuk dibaca, bisa dikatakan bahwa karya tersebut hebat dan bermutu. Inilah yang disebut sebagai klasik: sebuah istilah yang menunjuk pada kebertahanan bahkan mungkin keabadian daya pikat sebuah karya melintasi zaman dan melampaui beberapa generasi pembacanya.

Yasunari Kawabata (1899-1972), pengarang Jepang, yang meraih penghargaan Nobel tahun 1968, bisa dikatakan sebagai salah seorang pengarang dengan novel- novelnya yang bernilai klasik. Hal itu ditunjukkan bahwa hingga sekarang, karya-karyanya masih saja dibaca secara luas, baik di Jepang maupun di luar Jepang. Karir Kawabata terentang sejak tahun 1920an, diselai Perang Dunia II, hingga tahun 196oan. Karya-karyanya terkenal liris, halus, dan sarkartis, menyentuh ruang-ruang dan celah-celah kehidupan antarmanusia yang tidak mungkin dipikirkan dan dibicarakan, tapi nyata adanya.

SKU: 34473
Berat0.25 kg
Format

Jilid Biasa

ISBN

978-602-14913-6-2

Tahun Terbit

2015

Penerbit

Gading

Jumlah Halaman

ix+145

Close