Saiman dan Cerita-Cerita Lainnya

Oleh:

KINI SEMUA ORANG BISA MENULIS, BEBAS MENULIS. Di buku harian, di media sosial, di media online, di tembok-tembok kota, di mana saja. Lebih bebas dari bertahun-tahun silam, meski tentu akan selalu ada batasan walau sedikit. Orang bisa menulis tentang dirinya, pengalamannya tentang apa saja, tentang orang lain, bercerita tentang segala sesuatu, atau mengarang. Menulis menurut banyak orang adalah sebuah kegiatan yang membebaskan. Saya yakin, penulis buku ini juga setuju. Itulah mengapa ia mengabadikan cerita-ceritanya dalam sebuah buku.

Ketika kumpulan cerpen ini saya baca, saya menemukan wajah asli kehidupan masyarakat daerah di Indonesia. Dengan persoalan yang masih seputar sosial dan ekonomi. Hubungan antartetangga dalam lingkungan kampung, bagaimana warga yang satu membicarakan warga yang lain entah karena jabatannya atau keburukannya. Istri yang punya anak dengan tetangga karena suami pergi jauh mencari nafkah, dan sebagainya. Potret kehidupan seperti inilah yang masih banyak terdapat di negara kita, yang ingin ditunjukkan penulis lewat cerita-ceritanya.

Saya rasa tak ada yang salah dengan menulis cerita- cerita yang apa adanya. Meskipun memang bikin miris hati. Tapi toh itulah faktanya, bahwa negara kita masih miskin moral, masih di bawah garis kemiskinan, masih kurang peka bahwa selalu ada realitas seperti ini di pinggir-pinggir kota dan di daerah-daerah di seluruh Indonesia.

Dengan membaca kumpulan cerita ini, diharapkan para pembaca dapat lebih peduli dengan realitas sosial yang ada di sekitar dan lebih bijaksana dalam menyikapi setiap persoalan hidup yang muncul. Pada akhirnya, saya ucapkan selamat membaca dan mempelajari setiap segi kehidupan manusia.

SKU: 978-602-3090-47-1
Dimensi13.5 x 19.5 cm
Penerbit

Indie Book Corner

Penyunting

Yovi Sudjarwo

Tahun Terbit

2014

Jumlah Halaman

106

Close