Perempuan Serigala – Gary Gaffuri

Kalian kemudian memulai kerja sama. Kau membuat beberapa poster yang berisi
propaganda agar kaum muda berani bergerak untuk menentang si babi tua yang mulai
sewenang-wenang menjalankan kekuasaannya. Perempuan serigala dan kawan-
kawannya memanfaatkan media sosial untuk mengunggah poster-postermu. Tentu saja
tim siber pemerintah bertindak ultra cepat dengan menghapus postermu dari laman
media sosial. Namun walaupun hanya satu jam mengudara, orang-orang sudah
terlanjur mengunduh poster-poster bikinanmu dan menyebarkannya layaknya wabah.
(Perempuan Serigala)

Kalau dipikir-pikir, mana ada orang yang menghabiskan uangnya hingga milyaran
rupiah hanya untuk pergi ke luar angkasa kalau ujung-ujungnya hanya buat ngentot.
(Perbincangan Tidak Penting Mengenai Cara Terbaik Untuk Mati Bunuh Diri, Cara
Bercinta Di Luar Angkasa, Kate Upton, Cara Menyunat Wolferine, dan Ilmu Rawa
Rontek)
Buku-buku yang berhasil diselundupkan kemudian dikumpulkan. Sebagian
disumbangkan ke taman baca, perpustakaan jalanan, atau mereka serahkan begitu
saja ke sembarang orang. Tukang becak, tukang parkir, penjaga fotokopi, hingga
gelandangan pernah mereka hadiahi buku. Mereka juga cermat dalam
menyumbangkan buku, karena tentunya tidak mungkin menyerahkan buku Atlas
Anatomi Manusia Sobotta karangan F. Paulsen dan J. Waschke kepada tukang
bangunan. Mereka menyerahkan buku tersebut kepada seorang tukang pijit jalanan
yang sering mangkal pada malam hari di sekitaran pasar. (Dua Orang Pencuri Buku)

Sudah seminggu lamanya kami terjebak di parit busuk yang dingin ini. Perang yang
diramalkan berjalan cepat dan taktis sudah berubah menjadi perebutan sejengkal tanah
yang brutal dan a lot dengan korban yang tak terhitung jumlahnya. Kemenangan
sekarang tidak lagi diukur dari kota per kota, tetapi diukur dalam ukuran yard. Kami
harus berkubang di lumpur dengan bau ratusan mayat yang membuat kepala pening
sambil menahan dinginnya salju desa Levantie, sebuah tempat terpencil di utara
Perancis. (Levantie)

***

Perempuan Serigala merupakan debut buku kumpulan cerpen karangan Gary
Ghaffuri. Tujuh cerita pendek di dalamnya memuat berbagai macam tema mulai dari
pergolakan politik yang secara tidak sengaja melibatkan seorang pemuda dengan
kemampuan istimewa, kronik pembunuhan di sebuah desa pada masa orde baru,

pergulatan antara tugas dan kemanusiaan dalam perang, tradisi yang membelenggu di
masyarakat hingga usaha seseorang dalam merawat ingatan melalui sepakbola.

SKU: 35853
Berat0.2 kg
Format

Jilid Biasa

Penerbit

Indie Book Corner

Tahun Terbit

2017

ISBN

978-602-309-304-5

Jumlah Halaman

134

Close