Melawan tanpa Kebencian – Arief Budiman

Menyebut nama Arief Budiman, praktis tertuju pada sosok aktivis ’66 yang vokal mengkritik penguasa. Kala menjadi mahasiswa Universitas Indonesia, lelaki yang bernama asli Soe Hok Djin ini bergabung ke kelompok Manikebu (Manifesto Kebudayaan) yang berlawanan paham dengan Lekra (Lembaga Kesenian Rakyat). Lewat tulisan-tulisannya dan aksinya, ia mendukung penggantian rezim dari Sukarno ke Soeharto. Naluri seorang revolusioner menjadikan dirinya tak kenal lelah untuk membendung politik penguasa yang sudah sewenang-wenang. Meski ikut mengantarkan Soeharto ke tampuk kekuasaan, ia mencecar rezim Soeharto dengan kritikan pedas pada tahun 1980-an.

Pergerakannya dalam membendung kediktatoran Soeharto tersebut boleh dibilang sangat mengakar kuat di kalangan mahasiswa. Tak tanggung-tanggung, Arief menggunakan cara pandang Marxisme dalam mengevaluasi model pembangunan Orde Baru yang kapitalistik. Ideologi yang saat itu dilarang oleh rezim Soeharto. Kakak dari Soe Hok Gie ini bahkan merintis Kelompok Studi dan membangun jaringan gerakan kiri mahasiswa. Nalar kritisnya selalu ia tuangkan dalam tulisan dan aksi demonstrasi. Tak heran, ia pun menjadi penyemangat bagi para mahasiswa.

SKU: 37844
Berat0.300 kg
Format

Jilid Biasa

Penerbit

New Merah Putih

Jumlah Halaman

xviii + 268

Close