Lelaki Capung dan Gadis di Telaga

Oleh:

Seorang gadis menyendiri. Duduk termenung di kamarnya. Dia menatap nanar ke arah jalan, melalui jendela kamarnya. Sesekali tangannya mengelus perutnya. Bila dilihat lebih dekat, ternyata gadis itu memang sedang hamil. Perutnya membuncit sedikit dari biasanya. Gadis hamil itu adalah gadis yang tempo hari pernah berada di telaga untuk menggugurkan kandungannya. Gadis yang kemudian tidak jadi melakukan niatnya karena seekor serangga. Ya, capunglah yang telah membuat gadis itu tidak jadi mengeluarkan janin dalam uterusnya. Membaca cerita dalam Lelaki Capung dan Gadis di Telaga, membuat kita teringat tentang binatang kecil bersayap yang suka terbang di halaman rumah. Ada yang menyukai kehadirannya, namun tak banyak yang membencinya karena merasa jijik. Riwayat Capung yang dikisahkan dalam cerita ini nyatanya dapat membuat hidup seseorang sangatlah berarti.

Buku ini berisi cerita-cerita pendek yang diberi judul Lelaki Capung dan Gadis di Telaga. Penulis sesekali menyelipkan kisah dari tempat asalnya, Ende, juga berhasil menyibak kisah-kisah yang membuat pembaca terenyak. Imjinasi liar yang ia selipakan dalam buku ini juga membuat pembaca seakan tak mau berhenti dan meletakkan buku ini ke rak semula. Lelaki dan Gadis adalah dua perbedaan, berdebat, mencari jalan untuk kembali pada hakikat kemurniannya untuk bersatu. Telaga hanyalah sebuah tempat yang mewakili semua tempat di jagat ini.

Berat0.20 kg
Close