Konspirasi Para Ibu

Ketika Ibu bicara, kata-katanya adalah titah. Ketika Ibu bertitah, tak akan ada yang berani membantah. Sebab, Ibulah oase. Sumber dari segala sumber hidup yang terkamuflase.

Maka, dalam setiap fase perjuangannya, Raisha pun akan mengalami masa-masa sulit. Halang rintang dihadapi dengan sangat berat. Sang calon gubernur perempuan ini  terbanting-banting untuk menggapai momen yang maha-penting. Dan dalam setiap momen itu ada peran Ibu.

Rivalnya, sang petahana Fahrur Razi, pun kelimpungan menghadapi konspirasi para Ibu. Fahrur mengerahkan segala cara tapi langkahnya selalu patah. Fahrur merasa agak melupakan pesan ibu, hingga impiannya menjadi debu.

Rivalitas Raisha dan Fahrur dalam pilkada yang begitu hebat akhirnya membuat umat terbelah. Namun semua menyatu kembali menyemai pilkada damai nan indah. Dan, semua itu  berkat seorang Ibu. (*)

SKU: 35625
Berat0.3 kg
Format

Jilid Biasa

Close