Identitas Hibrid Orang Cina

Buku ini mengajak kita untuk menginterogasi cara kita memahami apa yang kita sebut identitas. Tanpa interogasi-diri, kita mungkin mudah menjadi konsumen retorika-retorika baru yang sarat pesona, misalnya multikulturalisme, tapi isi kepala kita tentang mereka yang kita anggap si-Liyan (the Other), mungkin tak pernah berubah. Budiawan, Sejarawan Staff Pengajar pada FIB UGM).

Buku ini mengisi kekosongan yang sangat penting dalam kajian mengenai komunitas Cina. Dengan memanfaatkan konsep hibriditas identitas yang kerap diacu para penggiat cultural studies, penulis berhasil menangkap heterogenitas dan saling sengkarut identitas komunitas Cina peranakan Kristen. (Trisno S. Sutanto, Koordinator Penelitian Biro Litkom-PGI, Jakarta.)

Penulis menunjukkan adanya identitas hibrid (multiple identities): seseorang bisa menjadi orang Tionghoa, sekaligus orang Indonesia, serta di saat yang sama ia juga seorang Kristen. Seperti halnya kelompok lain, identitas orang Tionghoa adalah cair, dinamis dan heterogen. (Didi Kwartanada, Sejarawan Yayasan Nabil (Jakarta)

Buku ini akan menjadi pandu bagi semua orang Cina di Indonesia dan, terutama, bagi Indonesia untuk bersiap menyambutnya. Lalu semua suku dan semua agama di negeri ini berdiri dengan tangan kanan yang terkepal di dada sembari berkata lantang: Indonesialah poros bagi segala yang ada. (Muna Panggabean, Novelis).

Dengan bahasa yang jelas dan agumentasi cerdas serta menantang, buku ini menegaskan bahwa identitas merupakan routes, bukan root. Darwin mengajak kita melihat proses identifikasi diri menjadi sekaligus Cina Indonesia Kristen. (Albertus Patty, Pendeta GKI, aktivis Pluralisme).

SKU: 34499
Berat0.35 kg
Format

Jilid Biasa

Penerbit

Gading

Tahun Terbit

2014

ISBN

978-602-14913-4-8

Jumlah Halaman

xx+202

Close