Gembala Tidur

Oleh:

Kita hanya mampu membangun kuil-kuil masa lalu untuk berpijak. Melahirkan dewa-dewa lalu menumbangkannya. Epos dan mitologi, hantu-hantu ingatan dan kencana cita-cita, lahir dan tumbang menggenapi kefanaan kita.

Kita pula yang meyakini diri untuk tetap superior di tengah aporia (kebuntuan-kebuntuan) kemanusiaan agar seakan kita cukup dewasa menanggung beban zaman. Seperti Sisipus yang dikutuk memanggul batu ke puncak gunung. Meski gagal dan batu itu bergulir kembali, tapi kita bangkit dan melupakan segala kegagalan.

 

kata adalah gembala
yang tertidur. di lengan bukit
dan padang-padang terbuka
saat segalanya
jatuh dan mengalir
`
dalam darah sangkala
yang bisu. memanggul gairah
ke puncak jemu
rapat pada segala
pada yang tak terperi

kata adalah gembala
yang tertidur

kata adalah gembala
yang tertidur. ketika duka cita
menyalakannya
di langit mengerjap
jauh dari segala
yang mampu
dicercap

SKU: 978-602-1599-07-5
Close