Desember

Oleh: ,

Desember:
Anak Bungsu yang Akan Memayungimu

Bulan-bulan adalah anak-anak Tahun yang bergegas pulang kala Desember datang. Untuk bersiap kembali terbang masing-masing dalam Bapak-Ibu baru kemudian.
Desember selalu datang dengan langit yang penuh tebakan. Selalu ada tanda tanya besar yang butuh jawaban. Desember selalu datang kepadaku dengan penuh kegelisahan. Juga kepatutan untuk dikorbankan. Juga mengajarkan kepadaku bahwa tidak semua janji adalah ingkar. Juga turun hujan. Juga angka dua belas. Semuanya seakan mewajibkanku untuk mencair dan menuangkan diri dalam bait-bait tulisan.
Desember adalah anak bungsu Tahun yang paling pandai membisu. Maka aku bermaksud membahasakannya dalam buku.
Desember adalah pungkasan yang malu-malu. Menutup segala bulan sebelumnya dengan tetes-tetes penuh rayu. Meneriakkan bahwa berikutnya adalah tentang kuasa yang tak pernah habis masa. Aku tak tahu sampai di mana Desember akan berjalan di bawah radang hujan.
Aku ingin menari-nari sebagaimana Desember memacu tubuhnya. Lalu berteriak sama-sama kepada Januari bahwa ia tak boleh gamang. Seperti yang sudah-sudah, hujan selalu marah-marah. Desember membisikkan ajian demi menutul tahun yang indah.
Semoga Desember masih tahu batas kemasyhurannya. Semoga Desember masih ingat November yang lindap. Semoga Desember dapat meramu lelah tahun. Semoga Desember dapat memayungi, dari hujan yang tak henti marah-marah. Selamat merayakan Desember sepanjang tahun!

Close