Awan Theklek Mbengi Lemek – Hersri Setiawan

Hersri dalam buku ini menunjukan selain potret pengalaman memilukan “pulau buru” dalam “satu wajah dua haribaan”, ia juga menjelaskan minatnya yang mendalam terhadap bahasa, gender, sejarah dan antropologi etnis atau etnologi.Tulisannya “Perempuan alas kaki”, menyoroti fakta mengejutkan dalam etimologi. Menurut Hersri, kata “cewek” berakar dari kata sunda “awewe”, yang berarti “perempuan”. Kata dalam bahasa “ngewe” dalam bahasa jawa “madon” atau bermain perempuan. Kata “cewek” ini, dengan pasangan “cowok”, berdasarkan telaah Hersri, dipopulerkan oleh surat kabar Berita Yudha pada pertengahan 1960-an.
.
Dia juga menjelaskan kehadiran kata “wanita” dalam kosakata bahasa kita, yang dijiplak dari tafsir paksa (“jarwa-dhosok”) panggung ketoprak atas kata itu : “wanita ditata”, sanggup untuk diatur laki-laki, Hal itu menggambarkan posisi perempuan menurut selera maskulinitas. Disana menjadi alat permainan seksual, dan di sini menjadi siap untuk ditata laki-laki, siang sebagai theklek atau alas telapak-kaki, dan malam hari sebagai lemek atau alas tidur.

SKU: 36032
Berat0.2 kg
Format

Jilid Biasa

Penerbit

Gading

Tahun Terbit

2012

Jumlah Halaman

108

Close