Beranda » Toko Buku Online

Showing 1–30 of 631 results

Show sidebar
-8%
Close

Memahami Pasar Kerja

Rp 65.000 Rp 60.000

Terima kasih penulis ucapkan kepada semua pihak yang berperan dalam terbitnya buku “Memahami Pasar Tenaga Kerja: Bacaan Ekonomi untuk Non Ekonom”. Dari sisi produksi, penulis harus secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Murhananto, “teman seperjuangan” yang banyak membantu penerbitan buku edisi pertama. Dari sisi konsumsi, penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga besarnya kepada pembeli dan/atau pembaca buku tersebut.

Sedikit merupakan kejutan, buku “Memahami Pasar Tenaga Kerja” ternyata harus dicetak ulang. Selain beberapa revisi kecil, ada perubahan cukup berarti dalam buku Edisi kedua ini dibandingkan dengan edisi sebelumnya. Pertama, ada tambahan satu bab, yaitu Bab 13 yang membahas soal outsourcing. Penambahan tersebut dilakukan terutama karena outsourcing merupakan topik hangat dan sekaligus kontroversial dalam wacana ketenagakerjaan di Indonesia.

Perubahan lain yang cukup berarti adalah tambahan pembahasan di Bab 2, Bab 4, Bab 11, dan Bab 12. Dalam Bab 2 masalah penganggur usia muda dibahas lebih banyak dibandingkan di edisi sebelumnya. Bab 4 yang membahas tentang upah minimum ditambahkan pembahasan khusus tentang politisasi upah minimum. Pembahasan tentang fenomena migrasi tenaga kerja antarnegara dalam Bab 11 juga ditambahi dengan pembahasan tentang penanganan masalah tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia. Sementara di Bab 12 tentang migrasi antardaerah (khususnya: ke Jakarta) dilengkapi dengan pembahasan tentang mitos migrasi ke Jakarta yang tidak ada di edisi sebelumnya.

Meskipun demikian, misi dan inti buku ini tetap seperti sebelumnya yaitu berusaha membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan dengan cara yang mudah dimengerti oleh semua orang, termasuk mereka yang tidak belajar Ilmu Ekonomi secara formal. Harapan pun tetap sama, semoga buku ini mampu memainan peran kecil dalam upaya “mencerdaskan kehidupan bangsa”.

-7%
Close

Sahabat 24 Jam

Rp 53.500 Rp 50.000

Buku ini menceritakan kisah persahabatan yang selalu dirunding akan permasalahan dari faktor eksternal. Persahabatan yang selalu bertambah melalui media perantara aneh juga menjadi bumbu pelengkap bagi buku ini. Hingga akhirnya, seluruh insan berlabel sahabat akan pergi meninggalkan sebuah pengelanaan yang telah dibangun bersama dengan air kehidupan.

Bagaimana perjalanan kisahnya? Simak rautan kisah menarik bersama buku ini. Bersiaplah untuk ikut menembus segala medan, menggandrungi kisah kelam guna menyelesaikan ujian persahabatan.

-25%
Close

[Pre Order] Jalan Bercabang Dua di Hutan Kesunyian – BOX SET

Rp 299.000 Rp 225.000

VERSI BOXSET:
– 1 buku bertanda tangan
– 1 random totebag (15 desain Totebag)
– 1 random Kaos (4 desain, ukuran S, M, L, XL)
– 1 blocknote
– 1 Postcard
– 1 Pin

Hasrat terdalam saya adalah menulis. Gairah terbesar saya ya menulis. Saya akan terus berusaha menulis selagi mampu. Dibaca atau tidak. Laku atau tidak. Karena hanya itu yang saya merasa bisa.

Saya juga tidak mau terus berbuih bilang bahwa setiap buku akan menemukan pembaca setianya dan melampaui waktu. Tidak perlu seberat itu. Jika hasrat serupa dengan rasa gatal, menulis serupa dengan prosesi menggaruknya. Mungkin akan menimbulkan luka. Tapi bisa jadi tak ada apa-apa. Hanya gejala psikologis tertentu. Yang jelas: nikmat rasanya.

Semacam itu. Sebiasa itu. Selazim itu. Dari presiden sampai paria tahu, rasa gatal bisa digaruk, dan nikmat. Tak ada sakralitas dan drama di sana. Hanya semacam garukan lembut di atas kulit gatal, yang bisa jadi tak ada apa-apa.

(Puthut EA)

-20%
Close

[Pre Order] Jalan Bercabang Dua di Hutan Kesunyian

Rp 99.000 Rp 79.000

Hasrat terdalam saya adalah menulis. Gairah terbesar saya ya menulis. Saya akan terus berusaha menulis selagi mampu. Dibaca atau tidak. Laku atau tidak. Karena hanya itu yang saya merasa bisa.

Saya juga tidak mau terus berbuih bilang bahwa setiap buku akan menemukan pembaca setianya dan melampaui waktu. Tidak perlu seberat itu. Jika hasrat serupa dengan rasa gatal, menulis serupa dengan prosesi menggaruknya. Mungkin akan menimbulkan luka. Tapi bisa jadi tak ada apa-apa. Hanya gejala psikologis tertentu. Yang jelas: nikmat rasanya.

Semacam itu. Sebiasa itu. Selazim itu. Dari presiden sampai paria tahu, rasa gatal bisa digaruk, dan nikmat. Tak ada sakralitas dan drama di sana. Hanya semacam garukan lembut di atas kulit gatal, yang bisa jadi tak ada apa-apa.

(Puthut EA)

Close

[PRE ORDER] Sebelum Tititk

Rp 135.000

Sejauh mata hati memandang
Yang terlihat hanya hamparan dosa
Yang pernah aku lakukan dulu
Di masa-masa yang telah lalu
Terlalu jauh aku melangkah
Meniti jalan hitam
Tinggalkan semua perintahmu
Ampuni hamba, ya Allah…
Masih adakah..
Pintu taubatmu untuk hambamu
Yang terlalu belumuran dosa…
Ku merasa tak pantas ada di surgamu nan indah
Tapi aku tak sanggup terima siksa nerakamu….

Kehilangan, Harapan, dan Kesempatan Kedua pasti pernah menjadi bagian dari perjalanan hidup. Ketiga hal ini sangat lekat dengan hidup manusia. Setiap kita pasti pernah merasa kehilangan, namun yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menemukan harapan di antara rasa kehilangan, dan memanfaatkan kesempatan kedua yang datang ke depan kita. Sebelum Titik akan menjadi teman dalam memasuki fase tersebut, peneman langkah yang akan selalu menjadi pengingat dalam setiap momen.

– Cinta Penelope

-8%
Close

Mahluk Pencari

Rp 50.000 Rp 46.000

Karno berdiri paling depan. Dia menuntut keadilan. Baginya, segala bentuk perampasan adalah perilaku setan. Meski begitu, ia masih berharap mereka yang berhadapan dengannya, kembali menjadi manusia seutuhnya.

Close

[Pre-Order] Berteduh pada Jejakmu

Rp 45.000

Berteduh Pada Jejakmu, ialah sehimpunan puisi yang telah matang dirancang dan kemudian dirampungkan untuk lekas diterbitkan agar bisa dibaca oleh banyak orang. Apa-apa yang tertera di dalamnya tak lain merupakan sebuah manifestasi dari beberapa kejadian di masa yang telah terlewatkan demi mengenang beberapa momen agar tidak terlupakan. Sebagian lain juga hanya sebatas puisi yang lahir murni sebab pemikiran yang memang harus diadakan.

-7%
Close

Pancaslira

Rp 56.000 Rp 52.000

Buku ini berisi puisi yang ditulis dari tahun 2014 – 2018. Puisi – puisi tersebut merupakan perenungan tentang berbagai hal. Sosial, budaya, spiritual. Terkadang bisa menjadi sebatas hiburan. Terkadang bisa menjadi kritik yang menohok bagi hidup yang sedang kita jalani.

Close

Chairil Anwar: Kerikil Tajam dan yang terampas dan yang putus

Rp 40.000

“Kalau sampai waktuku// Kutahu tak seorang ‘kan merayu// Tidak juga kau// Tak perlu sedu sedan itu!//Aku ini binatang jalang//Dari kumpulan terbuang//…//Aku mau hidup seribu tahun lagi.”

Chairil Anwar, sang “binatang jalang” dalam kumpulannya terbuang ini merupakan sosok penyair yang penuh totalitas dalam berkarya. la hidup untuk puisi! Bukan berpuisi untuk hidup! Prinsip inilah yang mengantarkannya menjadi sang pendobrak angkatan pujangga baru dan menjadi pelopor angkatan ’45.

Chairil Anwar dan karyanya bakal tetap menggaung di jagat sastra Indonesia sampai kapan pun. Dan tetap dengan semangat yang sama: aku ingin hidup seribu tahun lagi!

Buku Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus ini berisi sajak-sajak terkemuka Chairil Anwar. Kumpulan sajak ini mencerminkan perjuangan yang tak pernah padam dan terus membahana dalam perjalanan waktu. Meski ia telah lama pergi, karya-karyanya mengabadi hingga kini.

-8%
Close

Chairil Anwar Pelopor Angkatan 45

Rp 65.000 Rp 60.000

Ketika Pujangga Baru mencangkok keindahan romantis dari angkatan Belanda tahun 1880-an, Chairil Anwar mengubah corak khas itu menjadi wacana puisi internasional dari zamannya sendiri, melahap, mencerna, dan mencipta-ulang puisi kontemporer. Sajak-sajaknya menghembuskan jiwa, semangat dan cita-cita muda, bukan dalam arti tidak masak, masih hijau, tapi dalam arti terus-terus, bersifat memperbarui, dalam arti segar-bugar. vital, penuh hidup, bergerak dan menggerakkan.

Meski hidup singkat sebagai manusia, namun tidak sebagai seniman, la telah menggoreskan pengaruhnya dalam persajakan modem Indonesia. Tak heran kemudian H.B. Jassin, seorang kritikus sastra kenamaan tak ragu menahbiskan Chairil Anwar sebagai “Pelopor Angkatan ’45”.

Dalam buku ini, H.B. Jassin menjabarkan secara singkat apa dan bagaimana yang membuat Chairil Anwar bisa menjadi seorang pelopor perpuisian di era yang waktu itu sangat represif. Anda juga akan menemui hampir semua sajak-sajak yang pernah Chairil buat. Buku ini persembahan dari “Focus” Sastra Indonesia dan menjadi salah satu referensi paling penting untuk mengenal Chairil Anwar.

-6%Hot
Close

Perlawanan, Pemberontakan, Kematian

Rp 85.000 Rp 80.000

“Seorang penulis, saat ini tidak dapat meiayani orang-orang yang membuat sejarah; ia harus melayani orang-orang yang menjadi sasaran sejarah itu.”

– Albert Camus, dalam sambutan pada acara penerimaan

Hadiah Nobel bidang sastra tahun 1957 — Perlawanan, Pemberontakan, Kematian membeberkan permasalahan intelegensi moral Camus dari perang kolonial di Aljazair hingga permasalahan sosial yang akut akibat sistem kapitalistik yang menindas. Meskipun demikian, dua puluh tiga esai politik ini lebih merupakan hasil refleksi atas
masalah kebebasan.

Buku ini menjadi saksi akan kecermatan rasa pertanggungjawaban Camus yang membuatnya menjadi manusia dan penulis yang baik.
– Christian Science Monitor

Close

Orang Aneh

Rp 45.000

Bayangkan, Anda yang sebenarnyanya tidak bersalah dalam sebuah kasus tiba-tiba dijatuhi vonis hukuman mati oleh pengadilan. Sisa hidup Anda terhenti di kamar penjara yang pengap, menanti hari penentuan ajal. Tak ada cinta, tak ada senyum kekasih. Mungkin saat itu Anda akan mengutuk dunia atau menuntut keadilan Tuhan. Tapi tidak demikian dengan Mersault, tokoh utama dalam novel ini. Baginya, orang yang dijatuhi hukuman mati lebih bebas daripada mereka yang melakukan bunuh diri, karena mereka telah menanggalkan kehidupannya sendiri.

Orang Aneh adalah novel terbaik Albert Camus yang memantulkan keterasingan dan absurditas manusia. Lewat karakter Mersault, Camus mencitrakan dirinya: citra absurditas dan paham eksistensialisme!

-6%
Close

Caligula – Albert Camus

Rp 80.000 Rp 75.000

“Aku telah membuktikan bahwa siapa pun, tanpa berlatih sebelumnya, jika dia menggunakan pikirannya, dapat memainkan perannya yang absurd menuju kesempurnaan.”

Tiga drama yang terkumpul dalam buku ini ditulis antara tahun 1938 sampai 1950. Yang pertama, Caligula, ditulis tahun 1938 setelah membaca Twelve Caesar karya Suetonius. Drama ini saya tulis untuk kelompok teater kecil yang saya dirikan di Aljazair, dan saya sendiri yang ingin memerankan tokoh Caligula. Aktor yang belum berpengalaman memang sering suka tampil seperti itu. Di samping itu, saya waktu itu baru berumur dua puluh lima tahun, usia ketika seseorang meragukan segala sesuatu kecuali dirinya sendiri. Perang memaksa saya untuk rendah hati, dan Caligula pertama kali dipentaskan pada 1945 di Theatre Hebertot di Paris.

-7%
Close

Old Shatterhand and The Wild West Journey

Rp 54.000 Rp 50.000

“Belum pernah melihat bison seumur hidup tapi kau menembak jatuh banteng terkuat di kawanannya! Belum pernah melihat beruang grizzly sebelumnya, tapi kau menikam seekor hingga mati, seperti orang mencungkil biji apel! Sekarang kau menjatuhkan orang Indian petarung pisau paling kuat dan paling terkenal dan menikam jantungnya, pada kesempatan pertama, tanpa kehilangan setetes pun darahnya sendiri! Dick dan Will, ayo ke sini dan lihatlah pengukur dari Jerman ini. Siapakah dia?”

Seorang pemuda Jerman bernama Charlie bertualang ke benua Amerika dan menuju ke Wild West. Dia menemukan banyak hal menarik di daerah perbatasan Amerika yang belum ditaklukkan bangsa kulit putih. Banyak tantangan yang harus dia hadapi, seperti ancaman beruang grizzly, orang Indian yang memusuhinya, dan orang kulit putih yang tidak jujur. Dia selalu berhasil dan menang. Dia selamat dari satu demi satu situasi berbahaya berkat kecerdikan, kemahirannya mengangkat senjata, dan kekuatannya yang luar biasa (sehingga dia dijuluki “Old Shatterhand”).

Dalam perjalanan, dia berteman dengan seorang pemuda Indian yang sama hebatnya, Winnetou. Keinginan Charlie untuk bersahabat dengan Winnetou terhalang oleh perbedaan mereka. Bangsa Indian sudah terlalu banyak dirugikan oleh orang-orang kulit putih dan perbuatan Charlie di Wild West membuat mereka marah. Bagaimanakah Charlie memeroleh kepercayaan Winnetou dan Suku Apache, padahal nyawa taruhannya? “Belum pernah melihat bison seumur hidup tapi kau menembak jatuh banteng terkuat di kawanannya! Belum pernah melihat beruang grizzly sebelumnya, tapi kau menikam seekor hingga mati, seperti orang mencungkil biji apel! Sekarang kau menjatuhkan orang Indian petarung pisau paling kuat dan paling terkenal dan menikam jantungnya, pada kesempatan pertama, tanpa kehilangan setetes pun darahnya sendiri! Dick dan Will, ayo ke sini dan lihatlah pengukur dari Jerman ini. Siapakah dia?”

-10%Hot
Close

Matinya Burung-Burung

Rp 41.000 Rp 37.000

Kisah-kisah yang terhimpun di dalam buku ini ringkas, menghibur, sekaligus menawarkan kepuasan khas usai menikmati karya-karya bermutu. Anda tidak perlu tersiksa oleh rasa penasaran sementara belum punya waktu luang, sebab buku ini bisa dibuka kapan dan di mana pun, dimulai dari bagian mana saja, dengan cerita-cerita yang bisa dituntaskan selekas membaca tweet atau pesan singkat.

Ditulis oleh pengarang-pengarang ternama Amerika Latin dan dialihbahasakan oleh Ronny Agustinus, salah seorang penerjemah terbaik Indonesia untuk karya-karya sastra berbahasa Spanyol, buku ini adalah bacaan penting dan menyenangkan yang kami sajikan untuk semua kalangan: mulai dari penggila bacaan hingga yang sekadar ingin tahu, mulai dari yang punya banyak waktu luang hingga kaum super sibuk; sebab kami percaya buku bagus adalah kebutuhan semua orang, termasuk Anda.

-9%Hot
Close

Kamu: Cerita Yang Tidak Perlu Dipercaya

Rp 61.500 Rp 56.000

Ketika mantan pacarku pergi ke toilet, The Beatles tengah memainkan intro lagu Being for the Benefit of Mr. Kite. Aku tahu lagu ini, Kamu sering memutarnya di mobil. Beberapa saat kemudian, seorang lelaki berjenggot tebal masuk ke kafe. Lelaki itu mengenakan setelan jas hitam, topi model top-hat seperti pesulap klasik, dan menggenggam tongkat kayu yang mengilap. Dandanannya mengingatkanku kepada Abraham Lincoln. Atau, yang lebih dekat, mirip seorang pemandu reality show yang membagikan uang sepuluh juta dan harus dihabiskan dalam waktu tiga puluh menit. Kalau tak salah, acara itu sudah tidak tayang.

“Kau…” katanya sembari mengarahkan telunjuk ke wajahku. Aku seperti melihat Paman Sam di poster propaganda perang Amerika Serikat yang tenar itu dalam bentuk tiga dimensi. “Selamanya akan berperang melawan pikiran sendiri. Tak akan memulai apa pun, tak akan menyelesaikan apa pun. Tak mendapat apa-apa. Tidak memiliki apa-apa.”

-8%Hot
Close

Charles Dickens’ Ghost Stories

Rp 37.000 Rp 34.000

Sepanjang hidupnya, Charles Dickens menunjukkan minat yang tinggi pada fenomena-fenomena supranatural. Dia sendiri berpikiran terbuka dan menerima eksistensi dari fenomena-fenomena supranatural.

Kesukaannya dengan drama dan cerita-cerita bertemakan hantu menjadikannya salah satu penulis hebat tentang kisah-kisah hantu. Dalam buku ini, ditampilkan beberapa karya terbaiknya, berkaitan dengan fenomena spiritual dan eksistensi mereka, makhluk yang konon hidup berdampingan dengan kita.

-8%Hot
Close

Black Beauty

Rp 49.000 Rp 45.000

Bagi Black Beauty, hidup bahagia adalah dapat berlari-lari dengan bebas di padang rumput yang luas. Ia menghabiskan tahun-tahun pertamanya bersama sang ibu, yang mengajarinya untuk selalu berperilaku baik dan bekerja dengan tulus serta melakukan yang terbaik.

Namun, kehidupan tidak memberikan kemewahan semacam itu. Sejak usia empat, ia berganti-ganti pemilik dan mengalami berbagai perlakuan dari para majikannya itu—ada yang lembut dan pengertian, tetapi beberapa di antara mereka kejam dan tak berperasaan.

Anna Sewell menuliskan kisah klasik ini dari sudut pandang seekor kuda pada zaman Victoria, dengan sebuah pesan yang universal dan tak lekang oleh waktu: bahwa binatang akan melayani manusia dengan baik apabila mereka diperlakukan dengan penuh pengertian.

-8%
Close

Misteri Pembunuhan Tan Malaka

Rp 48.000 Rp 44.000

Kini, sudah lewat setengah abad sejak waktu yang diduga kematiannya, tapi kisah kematian Tan Malaka masih misteri. Hingga kemudian tersiar penemuan makam tua yang disangka makam orang sakti dengan sebongkah batu pengganti nisan yang diidentifikasi sebagai makam Tan Malaka. Tapi benarkah itu makam Tan Malaka? Lalu bagaimana dan siapa sebenarnya yang memerintahkan eksekusi terhadap Tan Malaka? Buku ini mengungkap misteri kematian Tan Malaka yang bersumber dari berbagai referensi terpercaya.

-9%
Close

Gerpolek: Gerilya-Politik-Ekonomi (Edisi Terbaru)

Rp 38.000 Rp 34.500

Dulu, Tan Malaka sangat merisaukan makin menciutnya wilayah Republik dengan berdirinya negara boneka bentukan Belanda. Sementara kaum kapitalis, kolonialis, dan imperialis berhasil mengacaukan perekonomian dan keuangan Republik Indonesia. Karena itu, Tan Malaka tidak mengenal kompromi dengan kekuatan kolonialisme dan imperialisme, la tidak menyetujui perundingan dengan lawan, la menganggap berunding adalah sikap mengorbankan kedaulatan dan kemerdekaaan rakyat.

Gerpolek merupakan buku yang dikonsep dan ditulis oleh Tan Malaka ketika dirinya meringkuk di penjara Madiun. Buku ini ditulis tanpa dukungan informasi kepustakaan apa pun. la hanya mengandalkan pengetahuan, ingatan, dan semangat kepemimpinan untuk tetap memikirkan kelangsungan kemerdekaan Republik tercinta.

Kini, di zaman modern, kata “merdeka” seperti telah tergerus dalam pengertian yang semu. Campur tangan pihak asing dan kepentingan pribadi telah mengalahkan semangat proklamasi. Karena itu, tulisan ini masih relevan untuk disimak. Melalui karya besarnya ini, Tan Malaka menyatakan sikapnya tentang politik dan ekonomi yang bebas dan merdeka.

-9%
Close

Autobiografi Tan Malaka: Dari Penjara Ke Penjara

Rp 110.000 Rp 100.000

Tan Malaka menulis buku Dari Penjara ke Penjara dalam dua jilid terpisah. Jilid pertama menuturkan tentang pergulatannya di penjara Hindia-Belanda dan Filipina. Sedang jilid kedua menceritakan tentang “perjalanan”-nya dari Shanghai, Hongkong, hingga kembali ke tanah air. Dalam buku ini, kedua jilid tersebut dirangkum menjadi satu.

Meski berada di balik jeruji, Tan Malaka tetap berusaha “mendobrak” semangat perjuangan rakyat Indonesia. Baginya, barang siapa yang ingin menikmati hakikat kemerdekaan secara utuh, maka harus ikhlas dan tulus menjalani pahit serta getirnya hidup terpenjara.

Buku Dari Penjara ke Penjara yang ditulis tahun 1948 ini ditahbiskan oleh majalah Tempo sebagai salah satu buku yang paling berpengaruh atau memberikan kontribusi terhadap gagasan kebangsaan.

-10%
Close

Muslihat, Politik, & Rencana Ekonomi Berjuang

Rp 45.000 Rp 40.500

Di suatu malam pada sebuah pertemuan Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir, dan K.H. Agus Salim — Tan Malaka yang hadir tanpa diundang kemudian berkata lantang:

“Kepada kalian para sahabat, tahukah kalian kenapa aku tidak tertarik pada kemerdekaan yang kalian ciptakan. Aku merasa bahwa kemerdekaan itu tidak kalian rancang untuk kemaslahatan bersama. Kemerdekaan kalian atur oleh segelintir manusia, tidak menciptakan revolusi besar. Hari ini aku datang kepadamu, wahai Soekarno sahabatku… Harus aku katakan bahwa kita belum merdeka, karena merdeka haruslah 100 persen….”

***

Cita-cita Tan Malaka agar Indonesia merdeka 100% juga pernah dirumuskan dalam sebuah brosur politik- ekonomi berjudul Politik yang ditulis di tengah suasana peperangan besar Surabaya 1945. Selain brosur Politik, di tahun yang sama Tan Malaka juga menulis dua brosur lainnya, yaitu Muslihat dan Rencana Berjuang.

Nah, buku yang telah ada di tangan Anda ini merupakan gabungan dari tiga brosur politik-ekonomi Tan Malaka yang saat itu beredar dengan sangat terbatas. Buku ini cukup relevan saat ini dan bisa mengugah kesadaran kita akan arti dari kemerdekaan yang sesungguhnya. Sehingga kita pun patut mempertanyakan, apakah kita saat ini sudah benar-benar merdeka 100%?

***

Tan Malaka lahir di Suliki, Sumatra Barat tahun 1897. Setelah tamat sekolah, ia melanjutkan pendidikannya di Harleem, Belanda pada 1913, Enam tahun kemudian ia kembali ke Indonesia untuk menjadi guru bagi anak-anak kaum buruh perkebunan di Sumatra. Tahun 1921, ia mulai dekat dengan kehidupan politik. Sejak saat itu ia terlibat aktif dalam aksi-aksi mogok maupun perlawanan buruh di beberapa tempat. Akibatnya ia sempat dibuang ke Kupang tahun 1922. Selain itu, ia juga sempat meloloskan diri ke Filipina dan Singapura.

-9%
Close

Tan Malaka : Menuju Merdeka 100%

Rp 95.000 Rp 86.000

Suatu malam pada sebuah pertemuan yang dihadiri Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir, dan K.H. Agus Salim—Tan Malaka yang datang tanpa diundang tiba-tiba berkata lantang: “Kepada kalian para sahabat, tahukah kalian kenapa aku tidak tertarik pada kemerdekaan yang kalian ciptakan? Aku merasa bahwa kemerdekaan itu tidak kalian rancang untuk kemaslahatan bersama. Kemerdekaan kalian diatur oleh segelintir manusia, tidak menciptakan revolusi besar. Hari ini aku datang kepadamu, wahai Soekarno sahabatku… Harus aku katakan bahwa kita belum merdeka, karena merdeka haruslah 100 persen…!”

Nama Tan Malaka seolah terlupakan dari sejarah perjuangan Indonesia. Padahal, Prof. Muhammad Yamin menyebutnya sebagai “Bapak Republik Indonesia”. Sedang Jenderal A.H. Nasution mengatakan, “… nama Tan Malaka juga harus tercatat sebagai tokoh militer Indonesia untuk selama-lamanya.” Tan Malaka adalah salah seorang pemikir brilian yang bercita-cita mewujudkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Buku ini merupakan kumpulan karya penting Tan Malaka, yang terdiri dari: Aksi Massa, Politik, Rencana Ekonomi Berjuang, Muslihat, dan Gerpolek, sekaligus menjadi pernyataan sikapnya tentang politik dan ekonomi yang bebas dan merdeka, yang dapat menggugah kesadaran kita akan arti dari kemerdekaan yang sesungguhnya, yaitu Merdeka 100%!

-9%
Close

Madilog – Materialisme Dialektika Logika [Edisi Baru]

Rp 110.000 Rp 100.000

Bangsa Indonesia memandang bahwa apa yang terjadi di dunia ini dipengaruhi oleh kekuatan keramat di alam gaib. Cara pandang ini, disebut-sebut oleh Tan Malaka sebagai “logika mistika”. Logika ini melumpuhkan karena ketimbang menangani sendiri permasalahan yang dihadapi, lebih baik mengharapkan kekuatan-kekuatan gaib itu sendiri. Karena itu, mereka (masyarakat Indonesia) mengadakan mantra, sesajen, dan doa-doa. Melihat kenyataan bangsanya yang masih terkungkung oleh “logika mistika” itu, Tan Malaka melahirkan Madilog.

Mendiang peneliti LIPI, Dr Alfian pernah menyebutkan bahwa Madilog memang merupakan karya terbaik Tan Malaka, paling orisinal, berbobot, dan brilian. Naskah Madilog ditulis oleh Tan Malaka selama delapan bulan (15 Juli 1942 – 30 Maret 1943). Buku ini bukan semacam “ajaran partai” atau “ideologi proletariat”, melainkan cita-cita Tan Malaka sendiri. Di mana Madilog–sebagian besar mengikuti konsep materialistik-dialektik Fredrich Engels–sama sekali bebas dari buku-buku Marxisme-Leninisme yang menuntut ketaatan mutlak pembaca terhadap Partai Komunis.

Tan Malaka melihat kemajuan umat manusia harus melalui tiga tahap: Dari “logika mistika” lewat “filsafat” ke “ilmu pengetahuan” (sains). Dan selama bangsa Indonesia masih terkungkung oleh “logika mistika” itu, tak mungkin ia menjadi bangsa yang merdeka dan maju. Madilog merupakan jalan keluar dari “logika mistika” dan imbauan seorang nasionalis sejati buat bangsanya untuk keluar dari keterbelakangan dan ketertinggalan.

-10%
Close

Seri Petualangan Sherlock Holmes – Wisteria House

Rp 72.000 Rp 65.000

“Warna-warna kita sendiri, hijau dan putih. Hijau artinya terbuka, putih berarti tertutup. Tangga utama, lorong pertama, pintu nomor 7 di sebelah kanan, pintu berwarna hijau . D.” Itulah pesan yang diterima Tuan Gusti Garcia sebelum terbunuh malam itu. Pagi harinya para penghuni rumah itu menghilang.

Holmes menduga ada keterlibatan beberapa kelompok yang menjalankan ritual-ritual aneh dalam pembunuh Tuan Garcia. Siapakah pembunuh Tuan Garcia? Bagaimana cara Holmes mengungkap kasus rumit ini?

-9%
Close

Seri Petualangan Sherlock Holmes – Berlian Biru

Rp 65.000 Rp 59.000

Lady Morcar kehilangan sebutir berlian birunya ketika menginap di Hotel Cosmpolitan. Petugas kamar hotel yang sedang memperbaiki meja kamarnya pun menjadi tersangka atas hilangnya berlian tersebut. Holmes dan Watson terjun mengungkap kasus tersebut.

Benarkah petugas hotel yang telah mencuri berlian biru milik Lady Morcar? Fakta apa saja yang ditemukan Holmes dalam mengungkap kasus tersebut?

-8%
Close

Seri Petualangan Sherlock Holmes & Lima Kasus Paling Misterius

Rp 60.000 Rp 55.000
Seorang pria berbadan tegap dan bertopeng mengunjungi kediaman Holmes untuk meminta tolong memecahkan kasusnya. Dalam kasus ini Holmes menghadapi seorang wanita cantik nan cerdik, ia adalah Irene Adler.

Siapakah pria bertopeng tersebut? Ada hubungan apakah antara pria bertopeng dengan Irene Adler? Mengapa pria bertopeng tersebut meminta bantuan Holmes? Mampukah Holmes memecahkan kasus ini?

SImak 5 kisah misterius dalam buku ini: Sebuah Skandal di Bohemia, Sebuah Kasus Identitas, Persatuan Rambut Merah, Misteri Boscombe Valley, dan Laki-Laki Berbibir Sumbing.
-6%
Close

[Pre-Sale] Kekal

Rp 80.000 Rp 75.000

Hari terakhir berada di hutan sekitar Danau Ciharus, kawasan Cagar Alam Kamojang, menjadi tragedi yang tidak mudah kulupakan. Terlebih, yang paling buruk; kami kehilangan Nugi.

Nugi saat itu tidak dapat diselamatkan. Dalam perjalanan ke rumah sakit, ia meregang nyawa. Ini merupakan pukulan paling berat bagi kami, dan tentunya sudah dapat diperkirakan, Pepep menjadi salah satu yang paling merasa bersalah. Save Ciharus yang diperjuangkannya semenjak dua tahun yang lalu, hari ini memakan satu korban nyawa.

-9%
Close

[Pre-Sale] Politik Sirkulasi Budaya Pop

Rp 78.000 Rp 71.000

Kehadiran internet, khususnya media sosial, tidak hanya mengubah cara orang berkomunikasi melainkan juga membentuk berbagai pola baru aktivitas keseharian masyarakat. Buku ini menggambarkan proses perubahan tersebut dengan melihat perkembangan budaya populer, kondisi politik, serta komodifikasi agama yang terjadi di indonesia.

-9%
Close

[Pre-Sale] Seandainya Aku Bisa Menanam Angin

Rp 78.000 Rp 71.000

“Ah Sese, ko jangan pintar dolo, biar kita sama-sama bodoh dolo, pintar nanti juga sama-sama. Sa jangan ditinggal begitu, tidak bole itu. Tidak baik,” kata Tadius Bisaka, anak ajaib dari Asmat, Papua.

Sokola Rimba adalah rangkuman kisah, perpaduan tawa bahagia dan tangis sendu. Kisah yang tak pernah sudah tentang hubungan manusia paling jernih: saling percaya, menerima perbedaan, hingga mengiklaskan.

Mengajar bersama Sokola Rimba bukan perkara hitung-hitungan dan tata bahasa. Saya mengajar, sekaligus diajari; tentang sesama, alam raya, dan tentu saja, cara berbahagia.