Beranda » Toko Buku Online

Showing 1–30 of 572 results

Show sidebar
-10%
Close

Pikiran-Pikiran Sekarang

Rp 50.000 Rp 45.000

17.03

Dan setidaknya, perkataan-perkataan telah
dirangkai untuk diutarakan

Dialog tersusun
di antara deretan senja,
menuju ganjilnya malam

Dua insan, berusaha merajut kisah untuk kasih
diselipkan di atasnya: pucuk bulan purnama

-15%
Close

Residu – Semua Yang Tersisa Dari Cinta

Rp 59.000 Rp 50.000

Buku ini berisi puluhan puisi dan prosa yang menjadi karya terbaru dari Bernard Batubara. Kalimat dan ilustrasi yang menarik disuguhkan di dalam buku ini. Berisi pandangan-pandangan yang unik tentang cinta dan dinamika di dalamnya.

Profil:
Bernard Batubara (Benzbara) menulis sejak tahun 2007 dan sudah menerbitkan 14 buku. Saat ini tinggal di Yogyakarta, bekerja sebagai penulis dan editor lepas. Selain menulis dan membaca, ia juga hobi menyeduh kopi.

-21%
Close

Residu – Semua yang Tersisa Dari Cinta (Plus T-shirt)

Rp 159.000 Rp 125.000

Buku ini berisi puluhan puisi dan prosa yang menjadi karya terbaru dari Bernard Batubara. Kalimat dan ilustrasi yang menarik disuguhkan di dalam buku ini. Berisi pandangan-pandangan yang unik tentang cinta dan dinamika di dalamnya.

Profil:
Bernard Batubara (Benzbara) menulis sejak tahun 2007 dan sudah menerbitkan 14 buku. Saat ini tinggal di Yogyakarta, bekerja sebagai penulis dan editor lepas. Selain menulis dan membaca, ia juga hobi menyeduh kopi.

Close

Arca Jingga

Rp 70.000

Itulah patung Rara Jonggrang, putri Kerajaan Baka yang disihir Raden Bandung Bondowoso, pangeran kerajaan tetangga, menjadi arca karena menolak cintanya dengan cara menipunya?membuatnya mengira hari telah pagi padahal fajar belum lagi terbit, sehingga ia gagal merampungkan pembangunan seribu candi dalam semalam seperti yang disyaratkan Rara Jonggrang untuk mendapatkan cintanya.

Bersama legenda mistis Rara Jonggrang yang begitu kental di ruangan berpendar merah redup itu, nuansa romantis amat mudah terpinggirkan, setidaknya bercampur dengan kutukan dari abad kuno?yang entah benar ada atau tidak, tapi cukup mengusik.

Anjani menatap mata lelaki mimpi. Lelaki mimpi menatap Anjani. Mata mereka terus beradu selama beberapa waktu?yang mungkin sejenak membeku. Tatap-menatap itu tak berlangsung selamanya, tentu saja. Celoteh bergulir dan hidangan disajikan. Tapi lidah Anjani terasa kebas. Ia tak dapat merasakan makanan yang ia kunyah.

Close

Kumpulan Doa yang Apa Adanya

Rp 45.000

Pesan Untuk Laki-laki di Bumi

Semua laki-laki itu sombong
Harusnya mereka sadar
Tanpa perempuan mereka semua lemah

-10%
Close

Unthinkable Love

Rp 89.000 Rp 80.000

Tidak pernah kurasakan cinta seperti aku mencintainya, tetapi aku tidak ingin mencintainya dengan cara yang sama seperti aku mencintaimu dahulu.

-10%
Close

End of Journey

Rp 89.000 Rp 80.000

Musim dingin ini sudah lama membuatku merintih. Bangun dan bukalah matamu, sebelum hatiku benar-benar membeku, dan aku yang tak ingin melepasmu pergi.

-21%
Close

Bahagia Mengerjakan Hal Sia-Sia

Rp 68.000 Rp 54.000

“Bahasa tulis itu lebih merepotkan daripada bahasa lisan karena tidak mencakup intonasi pengucapan dan, kadang, konteks situasi. Kalau menulis sampai lepas kon**l, eh kontrol, sehingga salah tulis atau salah tanda baca sehingga penekanan kata jadi enggak sesuai dengan yang dimaksudkan semula, kan berabe, Bung. Paling sederhana sih cuma dikoreksi di depan umum atau diejek, menjadi parah kalau sampai mengubah makna. Sebagai penulis pemula dan editor amatir, mau tidak mau saya peduli.”

(BIKIN KBBI ADALAH PEKERJAAN PALING SIA-SIA)

-21%
Close

La La La Leeds!

Rp 78.000 Rp 62.000

Seorang kawan baik menunjukkan tulisan lama saya. Ternyata tujuh atau delapan tahun lalu saya pernah menulis kalau saya ingin kuliah di Inggris dan belajar kajian media dan demokrasi. Saya ingin melihat domba-domba yang sedang merumput di padang hijau yang luas. Saya benar-benar sudah melupakan tulisan itu, dan terkesiap ketika membacanya sekali lagi. Sekarang saya telah terbiasa melihat pemandangan pedesaan seperti itu di sini dan semester lalu saya mengambil mata kuliah “Media dan Demokratisasi”. Ternyata begitulah hidup berjalan. Di Arthur’s Seat, Skotlandia, saya mengingat teman-teman baik saya, guru-guru bijak saya.

(Akhir Tahun di Arthur’s Seat)

***

Wisnu Prasetya Utomo banyak menulis, menerjemahkan, dan menyunting berbagai tulisan mengenai kajian media dan jurnalisme di sejumlah media dan jurnal. Ia baru saja menyelesaikan kuliah master di Communicationand Media, UniversityofLeeds. Kumpulan catatan dalam buku ini merangkum penggalan kecil interaksinya dengan Leeds dan Inggris. Buku ini mewakili apa-apa saja yang menurutnya menarik dari Inggris: buku, sepakbola, sejarah, dan politik.

-20%
Close

Wanita yang Merindukan Surga

Rp 70.000 Rp 56.000

Bagaimana bisa naik kelas ngomongin hijrah dan peradaban kalau diajak berprestasi setelah hijrah saja banyak alasan?

(Hijrah Penampilan, Wanita yang Merindukan Surga)

***

“Cara berpikir bertahap, berproses, fokus pada keahlian, fokus pada substantif, fokus pada kontribusi, adalah hal yang ingin disampaikan dan mendasari seluruh pemikiran kritis terhadap pemaknaan hijrah dalam buku yang ditulis Esty ini. Dengan caranya yang kritis, dan gaya tutur yang dialogis, buku ini menjadi salah satu buku penting untuk dibaca oleh mereka yang sedang terus-menerus berhijrah.”

S. Intan Savitri (Izzatul Jannah), Praktisi dan Konselor Narrative Writing Therapy

-20%
Close

Masa Depan Sebuah Ilusi

Rp 50.000 Rp 40.000

Masa Depan Sebuah Ilusi merupakan sebuah tawaran untuk berdialog tentang apa yang mungkin terjadi dalam peradaban manusia di masa depan, dengan agama, (atau) tanpa agama.

Pada masa kini ketika dialog kian jarang ditemukan sementara gagasan-gagasan hitam putih hadir semakin sering dan dipekikkan semakin nyaring, mungkin sudah saatnya umat manusia membaca ulang satu analisis saintifik tentang agama dan peradaban dari masa silam tentang masa depan yang sudah menjadi masa kini.

Itulah kiranya alasan yang paling penting mengapa bisikan singkat pada hampir satu abad silam dari salah satu genius yang mengguncang dunia ini perlu dipublikasikan terjemahan bahasa Indonesianya, untuk pertama kalinya, dengan sebaik-baiknya.

-20%
Close

Matahari & Baja

Rp 60.000 Rp 48.000

Buku ini bisa dibaca sebagai cerita tentang bagaimana seorang anak menemukan nilai penting tubuh. Namun, bisa juga dinikmati sebagai sebuah perenungan yang intim oleh seorang novelis terkemuka tentang relasi antara aksi dan seni, khususnya dengan karyanya sendiri.

Secara lebih personal, buku ini merupakan rekaman tentang pencarian akan identitas diri. Atau, bisa juga dipandang sebagai semacam demonstrasi tentang bagaimana kesibukan personal yang sangat intensif dapat tumbuh menjadi filsafat yang mendalam tentang kehidupan.

“Sejak saat aku menempatkan tubuh tanpa kata, yang penuh dengan keindahan fisik, dalam posisi bertentangan dengan kata-kata indah yang meniru keindahan fisik, dan dengan demikian menyamakan keduanya sebagai dua hal yang memancar dari sumber konseptual yang sama, maka tanpa menyadarinya aku telah membebaskan diriku dari pikiran kata-kata.”

-20%
Close

Yang Telah Tiada

Rp 40.000 Rp 32.000

Gabriel Conroy bersama istrinya, Gretta, menghadiri pesta Natal yang diselenggarakan bibi-bibinya. Dalam pesta itu Nona Ivors mengejeknya sebagai “Inggris Barat” dan Gabriel kemudian menyampaikan gagasan soal identitas dalam pidatonya di penghujung pesta. Setelah kembali ke hotel, Gabriel mengalami efifani dari kisah istrinya tentang cinta masa muda yang sebelumnya tak pernah diungkap.

“Novela yang sangat bagus tentang kelembutan dan hasrat, sekaligus juga tentang cinta yang berujung kecewa serta ekspektasi-ekspektasi pribadi dan karier yang gagal.” –Daniel R. Schwarz

“Yang Telah Tiada hampir merupakan novela terbaik yang ditulis dalam bahasa Inggris.” –Dan Barry, The New York Times

Close

Banda Neira Dalam Perahu

Rp 50.000

Membaca Kumpulan Puisi Banda Neira Dalam Perahu,
saya menjadi percaya bahwa Setyawan Samad tidak ingin
Banda Neira “tamat” dalam perahu masa lalu. Puisi-puisi
dalam buku ini berhasil membawa saya kepada dua tempat
yaitu Lautan dan Hutan. Saya pergi ke lautan ketika
Setyawan menulis tentang Banda dengan aroma Banda,
ombak Banda, arus Banda, perahu Banda, ikan-ikan
Banda, tentang tanda-tanda, resiko-resiko yang lalu lalang
dari realita sesungguhnya Banda Neira saat ini.

Setyawan membawa saya ketengah laut biru,
menenggelamkan saya dengan metafora yang dalam, lalu
menarik saya dengan jaring kenyataan untuk menyadari
bahwa lautan bukan hanya tempat berlayar untuk
menangkap ikan atau menangkap kecantikan saja. Jutru
Banda danLautannya adalah rumah yang tua dan kesepian,
penuh gelisah dan kekuatiran, kalau-kalau orang datang
berkunjung dan mencuri tiang-tiangnya.

Setyawan juga membawa saya ke hutan rimba. Membuat
saya tersesat dengan harum pala yang perempuan, fuli
yang membuat saya tuli untuk mendengar dunia dan hanya
mau mendengarkan bisikan-bisikan perempuan. Lalu saya
terjebak dalam jalan-jalan setapak yang ia tuliskan dengan
mesra hingga lena pada Belgica yang dinding-dindingnya.
Tetapi, bukan itu sesungguhnya maksudnya. Setyawan
sebenarnya tengah mengkritik kehidupan masyarakat
Banda dengan cara yang paling romantis.

Puisi-puisinya adalah pedang mata terbalik yang tidak
cukup dilihat dengan mata, melainkan dengan perenungan
yang lebih realistis. Ia bahkan berbicara tentang
kolonialisme yang masih terus berlangsung di Banda,
dengan berbagai sisi kehidupan yang terus saja terjajah
dengan pikiran, aturan, dan zaman. Saya menyadari,
bahwa membaca kumpulan puisi ini, tidaklah mesti
bermandikan air mata, melainkan bermandikan lautan
Banda. Tidaklah perlu memanen kesedihan, sebab yang
ditanam bukanlah kekalahan dari sejarah. Tidaklah mesti
menjadi patah, melainkan menjadi lebih kuat dari pada
kata. Kumpulan Puisi ini membuat saya menjadi lebih kuat
dalam mencintai Banda. Memang, puisi-puisi tidak boleh
kehilangan dirinya dalam keindahan, namun keindahankeindahan
itu pun tak boleh menghilangkan kenyataan.

Sungguh sangat berbeda mengenal Setyawan
Samad pada hari kemarin dengan Kumpulan Puisinya ini,
sebab terasa kecintaannya pada Banda merasuki semua
puisi-puisinya. Banda Neira adalah surga yang dikejarkejar
oleh manusia sekaligus dengan setan-setan mereka,
sedangkan kumpulan puisi ini adalah pengingat untuk
berjaga-jaga dan senjata untuk melawan. Akhirnya,
setelah berperahu dan menyusuri rimba puisi-puisi ini, aku
tidak menemukan seekor pun ikan atau pepohonan pala.
Aku justru menemukan seorang penulis yang benar-benar
mencintai tanahnya. Selamat merenungkan kawankawan,
jangan berhenti melawan.

Jakarta, 14 Desember 2018
Eko Saputra Poceratu

Hot
Close

The Aleasah Heroes

Rp 85.000

Ranor berlari menuruni Gunung Gaat. Sebatang suluh ia gunakan menyibak malam dari jalannya. Pemuda itu meliuk-liuk di antara barisan pepohonan dan melompati semak belukar yang menghadang. Tubuhnya telah bermandikan peluh dan jantungnya berdebar kencang tak keruan. Wajah tampan pemuda itu pucat seputih tulang. Sesekali mata cokelatnya melirik ke kaki gunung, tempat sebuah desa yang tengah terbakar hebat.

Tidak lama, Ranor tiba di depan Desa Nizar. Ranor mengedarkan pandangan, ia merinding dalam kengerian. Pagar api membentang mengelilingi desa itu. Mayat-mayat sehitam arang bergelimpangan di desa. Rumah-rumah didera api atau sudah jadi arang. Ladang di kanan Ranor telah menjelma kelam. Ranor syok dan perutnya bergejolak.

Ranor melepaskan obor yang membawanya ke desa itu. Di depan Ranor terbentang pagar api yang menggeliat, menghalangi Ranor masuk ke desa. Paras pemuda itu berubah merah dalam serangan panas. Namun Ranor tak gentar sedikit pun. Ia mengepalkan tangan sebulat tekad di hatinya. Ranor melaung dan berlari ke arah pagar si jago merah.

***

Kisah petualangan para pahlawan Aleasah, daratan yang penuh misteri dan kekuatan magis.

Ranor bergegas menuju rumahnya yang terbakar bersama seisi desa. Pemuda itu berharap dapat menyelamatkan Risa dan bibinya. Namun Ranor terlambat. Ia menemukan jasad dari bibinya yang telah hitam menjadi arang. Tak lama, Ranor menemukan Azmot melayang tinggi di atas desa. Monster yang telah merengut nyawa ayah, ibu, dan kakaknya, muncul kembali. Seketika api amarah membelenggu Ranor. Namun Azmot mengabaikan Ranor dan pergi begitu saja.

Yohana dan Albert yang kebetulan berada di dekat desa berhasil menyelamatkan Risa dari Azmot. Keesokan pagi, Yohana dan Albert mempertemukan Risa dan Ranor. Yohana yang telah kehilangan keluarganya akibat Azmot dapat merasakan kepedihan hati Risa dan Ranor. Yohana mengajak Ranor bergabung dengan Chadavis, kelompok penjaga Aleasah.

Jauh di utara, Oscar, pangeran kerajaan Girandir, bersama Helda, penyihir kerajaan Girandir, bergerak ke wilayah Esteria. Mereka diutus oleh raja Girandir dalam misi khusus untuk menaklukan kerajaan Esteria dan menguasai seluruh daratan Aleasah.

Tagir akhirnya tiba di Aleasah. Sang pangeran kurcaci bertekad untuk menemukan Parla, istrinya yang diculik. Tagir berkelana di daratan asing ini dengan bantuan manusia dan sihir yang diam-diam melindunginya.

Demi menepati sebuah ramalan berusia ribuan tahun, Sa Mair, pemimpin raksasa, berkelana di pegunungan Zeot. Ia bertekad menyatukan kembali bangsa raksasa yang terpencar dan menyiapkan mereka untuk ramalan itu.

Apakah Ranor akan berhasil mengalahkan Azmot? Apakah Yohana dapat mencegah Oscar menaklukan Kerajaan Esteria? Apakah Tagir akan berhasil membebaskan Parla? Apa Sa Mair akan berhasil menyatukan kembali bangsanya? Dan bagaimana semua ini akan saling berhubungan? Ikuti kisah petualangan mereka di The Aleasah Heroes!

***

Lima tokoh, lima petualangan, dalam satu kisah.

Ranor, pemuda yang memburu Azmot untuk membalaskan kematian keluarganya.

Yohana, penyihir yang bertualang menjaga kedamaian di Aleasah.

Sa Mair, pemimpin kaum raksasa yang menjelajah untuk menyatukan kembali kaumnya.

Tagir, kurcaci dari negeri timur yang berkelana demi menemukan istrinya.

Oscar, putra kerajaan Girandir yang bertekad menaklukan daratan Aleasah, apapun bayarannya.

Sebuah kisah berskala besar dalam upaya setiap tokoh mencapai tujuan dan mengubah nasib seluruh daratan Aleasah.

-8%Hot
Close

Kompilasi Buletin Film Montase Vol 3

Rp 65.000 Rp 60.000

Seri Kompilasi Buletin Film Montase merupakan kumpulan artikel yang diambil dari Buletin Sinema Montase yang terbit sejak tahun 2006 – 2012, sebanyak 27 edisi. Buku seri kompilasi yang terdiri dari 3 volume ini masing-masing terdiri dari 9 edisi yang berisi puluhan artikel terbaiknya. Artikel berisi tentang pengetahuan, wawasan, ulasan, serta opini tentang film dari puluhan penulis dari berbagai kalangan, baik akademisi maupun penikmat film. Artikel serta ulasan film yang dipilih akan sangat bermanfaat sebagai bahan bacaan baik kalangan umum, akademisi, maupun penikmat film.

-8%Hot
Close

Kompilasi Buletin Film Montase Vol 2

Rp 65.000 Rp 60.000

Seri Kompilasi Buletin Film Montase merupakan kumpulan artikel yang diambil dari Buletin Sinema Montase yang terbit sejak tahun 2006 – 2012, sebanyak 27 edisi. Buku seri kompilasi yang terdiri dari 3 volume ini masing-masing terdiri dari 9 edisi yang berisi puluhan artikel terbaiknya. Artikel berisi tentang pengetahuan, wawasan, ulasan, serta opini tentang film dari puluhan penulis dari berbagai kalangan, baik akademisi maupun penikmat film. Artikel serta ulasan film yang dipilih akan sangat bermanfaat sebagai bahan bacaan baik kalangan umum, akademisi, maupun penikmat film.

-8%Hot
Close

Kompilasi Buletin Film Montase Vol 1

Rp 65.000 Rp 60.000

Seri Kompilasi Buletin Film Montase merupakan kumpulan artikel yang diambil dari Buletin Sinema Montase yang terbit sejak tahun 2006 – 2012, sebanyak 27 edisi. Buku seri kompilasi yang terdiri dari 3 volume ini masing-masing terdiri dari 9 edisi yang berisi puluhan artikel terbaiknya. Artikel berisi tentang pengetahuan, wawasan, ulasan, serta opini tentang film dari puluhan penulis dari berbagai kalangan, baik akademisi maupun penikmat film. Artikel serta ulasan film yang dipilih akan sangat bermanfaat sebagai bahan bacaan baik kalangan umum, akademisi, maupun penikmat film.

-8%Hot
Close

3 On 3

Rp 98.000 Rp 90.000

Sandrina, Jena, dan Thania adalah tiga orang sahabat karib. Saat SMA, Sandrina dikenalkan pada dua orang teman baru di pesta ulang tahun sahabatnya. Perkenalan ini berlanjut pada pertemuan berikut yang melibatkan satu lagi sahabat Adrian dan Martin yang sombong, “Si Entah Siapa”. Tiga lelaki tersebut dikenal sebagai playboy.

Selepas SMA, trio playboy melanjutkan kuliah di Amerika. Sandrina, Jena, dan Thania melanjutkan kuliah di Jakarta. Kehidupan mereka saling terpisah.

Di sela-sela rutinitas Sandrina yang gemar bertualang, ‘Si Entah Siapa’ muncul kembali yang kemudian memperkenalkan diri sebagai Atilla Siahaan. Tak disangka, perjumpaan ini menjadi awal dari sebuah petualangan cinta yang mengejutkan.

Berhasilkah Atilla mendapatkan cinta Sandrina? Mungkinkah pertemuan tiga sahabat lelaki dan tiga sahabat perempuan ini adalah takdir sekaligus karma yang ingin menyapa?

-6%Hot
Close

Layu Sebelum Berkembang

Rp 50.000 Rp 47.000

Harus saya akui, pada awalnya bukanlah „Layu Sebelum Berkembang‟ yang saya jadikan judul untuk novel ini. Tetapi setelah direnungkan, kenapa tidak? Toh, sejauh yang saya teliti, belum ada pengarang yang menjadikan judul yang sama dengan lagunya Tetty Kadi yang dirilis pada tahun 1966 itu sebagai judul novelnya. Dan pada kenyataannya pula, di tengah saya me-nyusun rising action atau keadaan mulai memuncak dalam novel saya ini, saya iringi dengan mendengarkan lagunya Tetty Kadi „Layu Sebelum Berkembang‟ yang menyayat hati itu. Betapa indah dan memilukan hati, begitu menyentuh kalbu. Setiap kata-kata dan nada-nadanya mengilhami hati saya. Seakan „tersihir‟ oleh lagu itu, maka saya bentuk kisah tragis dalam novel ini berdasarkan apa yang saya rasakan ketika mendengarkan lagu tersebut. Dan alhasil, jadilah Lili itu layu sebelum berkembang.

Sebagaimana indahnya lagu Layu Sebelum Berkem-bang ciptaan A. Riyanto dan yang dinyanyikan oleh Tetty Kadi itu, semoga kisah roman ini juga seperti itu. Dapat menghibur, dan dapat pula membuat hati tergores penuh haru menyelami tragedi cinta yang terukir di dalamnya.

Hot
Close

Pupus

Rp 45.000

JINGGA beranjak dari tempat tidur, mencoba memulihkan ingatan tentang seseorang yang pernah hadir dalam hidupnya. Jingga mencoba mengingat Mimpi yang beranjak pergi dari hidupnya.

Jingga adalah orang yang percaya bahwa kisahnya dengan Mimpi belum berakhir.

Mimpi adalah orang yang masih saja hidup dalam hati Jingga, sampai detik ini.
Ternyata dalam satu kesempatan, Tuhan pernah menyatukan Jingga dan Mimpi.

Kehidupan di antara keduanya begitu berwarna. Sedih, senang, luka, bahagia. Itu hanya milik Jingga dan Mimpi.

Close

Hikayat Kebo

Rp 85.000

Jurnalisme yang disodorkan Linda lewat 17 tulisan bukanlah jurnalisme biasa. Hikayat Kebo tidak dibuat dengan model soft-news. Linda bahkan mengolahnya jauh dari sekadar feature. Dia menggunakan teknik bertutur fiksi, dengan bahan fakta dan peristiwa, atau dikenal dengan jurnalisme sastra.

***

Seperti sikapnya dalam sastra, dia menjadikan jurnalisme sebagai karnaval orang-orang pinggiran, yang menggugat pusat kekuasaan.
– Nezar Patria, Pemimpin Redaksi The Jakarta Post

Hikayat Kebo tidak sekadar sindiran norak terhadap sejumlah peristiwa penting yang terjadi di negeri ini, tetapi lebih dari itu merupakan tonggak dalam perkembangan genre yang meleburkan cerita ke berita, atau sebaliknya. Praktis tidak ada ‘jarak’ antara berita dan cerita kecuali huruf ‘b’ dan ‘c’ yang mengawali dua kata itu. Itu sebabnya buku ini wajib kita baca dengan cermat dan cerdik.
– Sapardi Djoko Damono, Sastrawan

Melampaui sebuah utopia, sang penulis Hikayat Kebo juga memotret ketimpangan sosial di suatu locus dan tempus yang kerap diklaim sebagai era kemakmuran: Orde Baru. Lebih dari sekadar berkisah, ia secara lugas lalu memfalsifikasi narasi kejayaan masa lalu. Lebih dari itu, ia memprotesnya. Dengan memotret sosok penyair kerakyatan bernama Wiji Thukul, ia memperlihatkan jejak-jejak pemegang kuasa yang terus menyalahgunakan kepercayaan rakyat demi keserakahan diri, keluarga dan kroninya.
– Usman Hamid, Direktur Amnesty International Indonesia

Hot
Close

Laki-Laki yang Tak Berhenti Menangis

Rp 56.000

“Urusan akidah adalah urusan masing-masing individu tapi urusan berhubungan baik dengan sesama manusia adalah urusan bersama.”

Ketika kebencian merajalela, kedengkian meningkat, dan fanatisme terhadap agama memuncak, Cak Rusdi hadir membagikan kisah-kisah yang tak hanya menyejukkan hati melainkan mengajak manusia untuk berserah diri kepada-Nya.

Close

Hidup Begitu Indah dan Hanya Itu yang Kita Punya

Rp 68.000

Dea Anugrah menulis puisi, kemudian cerita pendek, terutama untuk menghibur diri. Ketika buku-bukunya—Misa Arwah (2015) dan Bakat Menggonggong (2016)—terbit, dia bersiap dihajar komentar-komentar keji dan laporan penjualan yang mengenaskan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya: buku-buku itu diterima dengan baik.

Buku ini adalah bunga rampai nonfiksi pertamanya. Ia membicarakan mulai dari perang sampai industri pisang, dari kesedihan kolektif sebuah bangsa hingga seni membikin senang bagian tubuh tertentu.

Close

Mengapa Aku Begitu Pandai

Rp 60.000

Serial Buku Kecil Ide Besar menghadirkan gagasan-gagasan besar yang mengguncang atau unik dan autentik dari para penulis terbaik dunia. Pikiran-pikiran mereka bergema panjang, dan menginspirasi generasi demi generasi di pelbagai masa. Kami sajikan dalam format buku kecil yang ciamik, yang mudah dibawa ke mana-mana, dan bisa dibaca dalam dua atau tiga kali duduk di stasiun atau di bandara atau di mana pun.

Dalam buku tipis ini kita akan menemukan Nietzsche yang bertanya dan menjawab sendiri pertanyaannya dalam narasi-narasi sastrawi, dilanjutkan dengan aforisme-aforisme yang menjadi ciri khasnya: deret proposisi padat yang berpotensi menimbulkan pertanyaan panjang dalam imajinasi pembaca, proposisi-proposisi yang mengutip Milan Kundera, merupakan salah satu dari enam karya yang lahir pada masa kematangan Nietzsche.

Close

Pulang

Rp 70.000

“Indah dan kuat, brutal tapi menyentuh…. Lugas, disusun dengan padat dan mendalam seperti karya-karya Morrison lainnya…. [Sebuah] buku yang sangat manusiawi dan efektif, dan sangat relevan.”

—Helen McAlpin, NPR

“Kisah yang senyap ini merangkum seluruh tema dahsyat yang telah dieksplorasi Morrison sebelumnya. Sebelumnya ia tak pernah seringkas ini, dan pengekangan itu menunjukkan kekuatannya…. Sebuah cerita penuh harapan tentang kekuatan menyembuhkan—atau setidaknya tentang bertahan hidup dalam bayang-bayang kedamaian.”

—Ron Charles, The Washington Post

Close

Omong Kosong yang Menyenangkan

Rp 48.000

“Entah karena pengaruh alkohol atau tidak, sebelum mereka memutuskan untuk tidur, Lani mengeluarkan sesuatu dari lemari: kaleng sarden yang bertulis “Sardines in TomatoSauce”, tempat ia menyimpan abu Penny Lane. Saat Lani membuang abu Penny Lane ke dalam lubang toilet, Sal melihat perempuan itu hampir menangis.”

***

Dalam novelet ini Robby menunjukkan ketelatenannya menggarap cerita. Ia meyakinkan pembaca bahwa pertemuan tidak terduga (dan sebentar) seperti gerakan bandul nasib, berayun antara keberuntungan atau kesialan. Yang terpenting, sejauh Robby menggunakan piranti intertekstual dari khazanah film, lagu, dan bacaan sebagai strategi penceritaan, ia dengan penuh kesadaran tetap mencecah narasi geobudaya kepengarangannya: nama-nama arkais, mitos pengusir jin, ulayat dalam perspektif adat dan pemerintah, serta orang muda yang memilih tinggal di kampung….

— Esha Tegar Putra, Sastrawan

Close

Milenialnomics

Rp 68.000

Benar, uang tidak selalu membawa kebahagiaan. Namun, jangan lupa, alat, metode, dan cara membawa kebahagiaan beririsan dengan pengeluaran. Data ini tolong direnungkan, kemampuan menabung Indonesia, secara makro ada di jajaran 20 besar. Lumayan, sepertinya karena menjiwai peribahasa hemat pangkal kaya. Jauh mengungguli Finlandia yang berada di urutan 82 (2016)

Akan tetapi, untuk urusan kebahagiaan gapnya sangat lebar. Finlandia menduduki ranking 1 dunia, sementara Indonesia tercecer di urutan 96 (2018). Penghasilan besar tapi pelit pada pengeluaran bisa berakibat tidak bahagia, tabungan besar tapi hanya dibiarkan sampai setinggi anak Krakatau karena jarang berbagi tidak akan membuat kita mendapatkan kenikmatan hidup.

Hot
Close

Cinta yang Bodoh Harus Diakhiri

Rp 58.000

“Sebagai seorang perempuan, tentu saja dia tak menginginkan patah hati berulang-ulang. Layaknya seorang perempuan pada umumnya, dia selalu berharap menemukan satu cinta lalu melewati kehidupan bersama sampai tua.”

(PerawanYamadipati)

***

Eugene merasa perlu membalaskan dendam pada istrinya dengan cara yang mengesankan. Dia menyimpan murkanya jauh-jauh hari, ditanam di dalam palung hati, untuk mewujudkan rencana besarnya. Di kota mati itulah semua berakhir seperti cinta yang harus diakhiri.

***

Keenam belas cerita pendek di dalam buku ini sebagian besar berkisah mengenai pengkhianatan dan cara memaknai perasaan yang penuh dengan luka. Ditulis dengan narasi yang teramat puitik, cerita-cerita kelam karya Artie Ahmad adalah kumpulan kisah romansa yang penuh dengan masalah di tengah kerapuhan manusia dalam menjalin hubungan.

-3%
Close

The Book of Almost – Brian Khrisna

Rp 66.000 Rp 64.000

Tak ada yang lebih menyakitkan dalam jatuh cinta kecuali kata hampir.
Aku hampir merasa kau yang selama ini kucari. Kau hampir membuatku berhenti berlari.
Mesti pada akhirnya, kita berdua hanya sebatas hampir; hampir seperti sepasang kekasih.
Memang, melupakan adalah fase terberat dari perpisahan. Karenanya, hati hanya perlu mengikhlaskan, bukan melupakan.