Beranda » Toko Buku Online

Tampilkan 5 hasil

Show sidebar

Active filters

-14%Sold out
Close

Lelaki yang Terus Mencari Sumbi

Rp 35.000 Rp 30.000

Lelaki yang Terus Mencari Sumbi karya Hermawan Aksan adalah cerita yang luar biasa, ditulis dengan cara yang memikat, lancar dan sangat memukau. Hermawan menceritakan kehidupan cinta Sangkuriang yang tak lelah mencari Sumbi. Ratusan kali reinkarnasi membuat Sangkuriang yakin, bahwa Sumbi bukan lagi ibu dan darah dagingnya. Kehidupan yang baru telah mengubah hidup mereka masing-masing. Sangkuriang mencari dan menunggu ratusan tahun, sebab cinta tak terbatas ruang dan waktu.Kekuatan cerita-cerita dalam buku ini bukan hanya pada ide yang jarang sekali disentuh penulis lain, tapi juga gaya bercerita yang lancar, plot-plot yang deras tak terduga, dan akhir cerita yang tak pernah biasa. Selain Sangkuriang yang Memburu sumbi, kisah-kisah lain dalam buku kumpulan cerpen ini tak juga kalah memikatnya.
———————————————————————————————-

“Tapi, Mas…”
“Apa lagi yang kau ragukan?”
“Saya bingung.”
“Mungkin dalam kehidupan yang sebelum-sebelumnya kau banyak mengalami guncangan peristiwa yang membuat kenanganmu terbenam. Tapi cobalah gali sedikit demi sedikit…”
“Aku…”
“Kuharap kau yakin sekarang bahwa kau benar-benar Sumbi, yang sekian abad kucari.”
“Oh.”
“Atau, kau… kau masih menganggap kita tak mungkin bersatu?”
“Mungkin ya.”
“Kau menganggap aku masih darah dagingmu?”
“Rasanya begitu.”
“Setelah sekian ratus tahun?”
Sudut mata yang bening itu tiba-tiba basah. Setetes air meleleh, kemudian membelah pipinya yang berpupur putih.
“Begini saja, Mas, aku mau kau bawa ke mana pun sekarang, asal…”
“Ah, apa pun permintaanmu.”
“Aku hanya ingin memastikan bahwa hidupku seterusnya takkan terlunta, hanya seorang wanita yang pulang malam, selalu menjadi bahan cemoohan, dan gelap akan masa depan. Syaratku sederhana. Sediakan sebuah rumah, tak perlu mewah, untuk nanti kita hidup bersama, dan akan kupelihara dengan sepenuh jiwa.
Lalu jemputlah aku dengan mobil yang nyaman untuk kita berbulan madu. Jemputlah aku di tempat kerjaku sebelum fajar merekah besok pagi.”
“Sumbi, ini zaman yang berbeda! Apakah kau masih hendak mengulang sejarah yang sudah terkubur?”
“Kalau kau tak sanggup…”
“Oh, bukan masalah besar, akan segera kupenuhi permintaanmu!”
Aku meloncat. Dan kulihat malam mulai jatuh.

-20%Sold out
Close
-38%Sold out
Close

Dari Datuk ke Sakura Emas

Rp 40.000 Rp 25.000

Tak ada yang lebih membahagiakan Datuk Batungkek Ameh selain mengabdi kepada suku. Namun kepergiannya untuk meminpin upacara adat di Padang membawa misi lain. Haruskah ia terus mempertahankan wibawanya sebagai Datuk? Kisah ini merupakan salah satu cerita pendek dalam buku ini. Cerpen lain berkisah tentang keputusan Amelia untuk, “Aku akan menikah dengan dia. Tapi kamu adalah suamiku sepanjang hidup.” Ikuti pula kisah Kei, seorang gadis Jepang yang mempertanyakan kenapa ia harus bersekolah di Higa International School. Apa karena semua anak rekan bisnis ayahnya bersekolah di situ? Empat belas cerita di buku ini ditulis oleh empat belas penulis kontemporer Indonesia. Mereka datang dari beragam latar belakang, beragam tema, beragam gaya, dan beragam genre penulisan.

-11%Sold out
Close

Lenka–Sarekat Penulis Kuping Hitam

Rp 45.000 Rp 40.000

Novel berjudul Lenka ini, ditulis bersama dengan 16 orang lainnya yang dulu pernah menjadi peserta Bengkel Penulisan Novel DKJ periode 2008-2009, dimulai dari sebuah situasi : “Pada sebuah acara penggalangan dana, seorang perempuan muda bergaun wisnu jatuh dari lantai lima. Namanya Magdalena, biasa dipanggil Lenka mengikuti kebiasaan orang Eropa Timur (neneknya orang Magyar, Hungaria), 22 tahun, mahasiswa dan model. Bunuh diri, kecelakaan, atau sengaja didorong oleh seseorang?”

-5%Sold outHot
Close

Rumah Kopi Singa Tertawa

Rp 50.000 Rp 47.500

Apa yang akan kaulakukan jika tahu kapan dan bagaimana kematianmu datang, dosa lama menggetok kepala anak buta memanggilmu, novelmu segera diluncurkan sementara bentuk tubuhmu memalukan, tetanggamu selalu mengantar makanan yang tak pernah enak, orang yang kaubenci dimutilasi, terbelit Hukum Murphy, serangkaian kebetulan menyerangmu, atau terkena penyakit yang mengundang tawa?

Rumah Kopi Singa Tertawa menyodorkan pertanyaan-pertanyaan tersebut sembari mengajak pembacanya tertawa, menangis, dan ikut bersama penulisnya mengopyok berbagai khazanah kebudayaan dunia dan menjadikannya kegilaan baru.

Cerita-cerita yang ada dalam buku ini ditulis dalam kurun 1989-2011. Kecuali ‘Laki-laki di Ujung Jalan’, cerita yang lain pernah dimuat di media massa dalam bentuk yang sama attau sedikit berbeda. ‘Tiga Laki-laki dan Seekor Anjing yang Berlari’ dan ‘Telur Rebus dan Kulit Kasim’ ditukil dari novel Raden Mandasia si Pencuri Dagng Sapi.

P.S
Ada 18 cerita pendek di dalam kumcer ini