Beranda » Toko Buku Online

Tampilkan 26 hasil

Show sidebar

Active filters

-6%
Close

Aku Adalah Dirimu yang Menjelma Puisi

Rp 50.000 Rp 47.000

ketika aku pergi ke warung kopi,
aku disambut oleh pelayan yang menawan
memberiku kertas menu
dan di dalamnya terdapat beberapa macam kasih sayang
dengan harga yang berbeda-beda.
kemudian pesananku—segelas kopi hitam
dan satu bungkus rokok—datang di hadapanku.
saat aku akan menyeruput kopi,
tiba-tiba kau muncul seperti bidadari
dari kedalaman cangkirku.

-8%Sold out
Close

Nomor Sembilanku

Rp 50.000 Rp 46.000

Nomor sembilanku adalah kumpulan puisi, yang jika dibaca berurutan dari awal hingga akhir akan membentuk sebuah cerita. Puisi ini tentang mereka yang pernah berjumpa, mereka yang pernah mencinta, mereka yang pernah bersama, mereka yang pernah berpisah, mereka yang berhasil menemukan lagi, dan mereka yang memilih pergi.

Sebuah kisah cinta sang juara dan pembuat ulah, yang coba diutarakan lewat kata. Sebuah rasa yang tak pernah terbaca, walau dua dasawarsa berlalu sudah.

-4%Hot
Close

Suara Hati Ilalang

()
Rp 78.000 Rp 75.000

Buku ini merupakan catatan perjalanan yang ditulis dengan menggunakan sajak sajak sederhana, penuh makna dan bijaksana. yang akan membawamu pada perjalanan yang takan pernah terpikirkan sebelumnya , mempertanyakan identitas diri sebagai manusia dibalut romantika, suka, duka, dera dan airmata, serta perjalanan yang selalu mempertanyakan kemapanan dan ketimpangan.

Penulis seorang aktifis kerakyatan yang sudah melihat banyak sekali ketimpangan, kekhawatiran dan juga ketertindasan rakyat. Ia catat semua dalam 5 tahun belakangan dari apa yang ia rasakan , ia lihat, dan yang ia dengar.

Dari yang hanya seorang kader organisasi, pemimpin organisasi , sampai pendiri organisasi pemuda tingkat nasional ( Garda Pemuda Desa )

-8%Sold out
Close

Banda Neira Dalam Perahu

Rp 50.000 Rp 46.000

Membaca Kumpulan Puisi Banda Neira Dalam Perahu,
saya menjadi percaya bahwa Setyawan Samad tidak ingin
Banda Neira “tamat” dalam perahu masa lalu. Puisi-puisi
dalam buku ini berhasil membawa saya kepada dua tempat
yaitu Lautan dan Hutan. Saya pergi ke lautan ketika
Setyawan menulis tentang Banda dengan aroma Banda,
ombak Banda, arus Banda, perahu Banda, ikan-ikan
Banda, tentang tanda-tanda, resiko-resiko yang lalu lalang
dari realita sesungguhnya Banda Neira saat ini.

Setyawan membawa saya ketengah laut biru,
menenggelamkan saya dengan metafora yang dalam, lalu
menarik saya dengan jaring kenyataan untuk menyadari
bahwa lautan bukan hanya tempat berlayar untuk
menangkap ikan atau menangkap kecantikan saja. Jutru
Banda danLautannya adalah rumah yang tua dan kesepian,
penuh gelisah dan kekuatiran, kalau-kalau orang datang
berkunjung dan mencuri tiang-tiangnya.

Setyawan juga membawa saya ke hutan rimba. Membuat
saya tersesat dengan harum pala yang perempuan, fuli
yang membuat saya tuli untuk mendengar dunia dan hanya
mau mendengarkan bisikan-bisikan perempuan. Lalu saya
terjebak dalam jalan-jalan setapak yang ia tuliskan dengan
mesra hingga lena pada Belgica yang dinding-dindingnya.
Tetapi, bukan itu sesungguhnya maksudnya. Setyawan
sebenarnya tengah mengkritik kehidupan masyarakat
Banda dengan cara yang paling romantis.

Puisi-puisinya adalah pedang mata terbalik yang tidak
cukup dilihat dengan mata, melainkan dengan perenungan
yang lebih realistis. Ia bahkan berbicara tentang
kolonialisme yang masih terus berlangsung di Banda,
dengan berbagai sisi kehidupan yang terus saja terjajah
dengan pikiran, aturan, dan zaman. Saya menyadari,
bahwa membaca kumpulan puisi ini, tidaklah mesti
bermandikan air mata, melainkan bermandikan lautan
Banda. Tidaklah perlu memanen kesedihan, sebab yang
ditanam bukanlah kekalahan dari sejarah. Tidaklah mesti
menjadi patah, melainkan menjadi lebih kuat dari pada
kata. Kumpulan Puisi ini membuat saya menjadi lebih kuat
dalam mencintai Banda. Memang, puisi-puisi tidak boleh
kehilangan dirinya dalam keindahan, namun keindahankeindahan
itu pun tak boleh menghilangkan kenyataan.

Sungguh sangat berbeda mengenal Setyawan
Samad pada hari kemarin dengan Kumpulan Puisinya ini,
sebab terasa kecintaannya pada Banda merasuki semua
puisi-puisinya. Banda Neira adalah surga yang dikejarkejar
oleh manusia sekaligus dengan setan-setan mereka,
sedangkan kumpulan puisi ini adalah pengingat untuk
berjaga-jaga dan senjata untuk melawan. Akhirnya,
setelah berperahu dan menyusuri rimba puisi-puisi ini, aku
tidak menemukan seekor pun ikan atau pepohonan pala.
Aku justru menemukan seorang penulis yang benar-benar
mencintai tanahnya. Selamat merenungkan kawankawan,
jangan berhenti melawan.

Jakarta, 14 Desember 2018
Eko Saputra Poceratu

-10%Hot
Close

Tuhan Tak Serumit Hati Wanita

Rp 50.000 Rp 45.000

Selamat malam,
jangan lupa berdoa sebelum tidur.
Sambil menerawang atau menunduk,
sama saja.
Tuhan tidak serumit hati wanita.

Di alam terbuka aku terjaga,
bersama gulita terlelap pula.
Pejamkan saja.
Tidur di atas busa atau aspal merana,
mimpi yang datang tetap itu-itu juga.

Senangnya,
Tuhan tidak membeda-bedakan manusia.
Mereka bertakdir kaya,
aku nelangsa, dimana beda?

-5%
Close

Dermaga

Rp 50.000 Rp 47.500

Hembusan angin yang menampar kejam membuatnya mampu berdiri kokoh menikmati atom-atom angin yang berseliweran mengenai sel kulit wajah. Deburan air yang berirama keras menjadi instrumen semangatnya yang meletup. Langit dan laut bersatu padu menciptakan warna yang membuat takjub setiap mata. Sekilas ia tampak kecil, namun jiwanya besar. Walau laut tak bertepi, di pelupuk  matanya ia menyimpan sebuah harapan bahwa sebuah pulau indah siap menyambut kedatangannya. Lantas ia terus berdiri menanti menghiraukan  aral yang melintang. Nyatanya hidup adalah misteri bagai kehidupan laut. Hidup adalah harapan bagai langit yang berlapis-lapis. Hidup  adalah perjuangan yang menuntut jiwa untuk sabar menanti, menghayati setiap cobaan yang menghampiri dan mensyukuri apa  yang telah terjadi.

-50%Hot
Close

Teknik Menyusun Rencana Strategis – Alex Runggeary

Rp 50.000 Rp 25.000

Semua orang dilahirkan dengan keterbatasan berpikir. Alasannya beragam, mulai dari malas berpikir hingga keterbatasan pengetahuan yang dimiliki. Situasi seperti ini membuat kita tidak berhasil melakukan sesuatu secara maksimal.

Buku ini bisa menjadi salah satu solusi dalam menjalani hidup lebih baik lagi. Mengapa? Penulis mengajak pembaca untuk terbiasa berpikir sebelum bertindak agar menghasilkan  sesuatu yang bermanfaat. Penulis juga mengajak Anda untuk berpikir secara strategis.

Buku inii layak dijadikan pedoman bagi berbagai kalangan mulai mahasiswa beragam jurusan hingga karyawan perusahaan. Ditulis dengan sistematis dan bahasa yang mudah dipahami.

-10%
Close

OBSEKUEN

Rp 35.000 Rp 31.500

Kami melempar beberapa gagasan ke dalam sungai. Mereka mengayuh sampai ke permukaan, lalu mengapung bersama  arus menghanyutkan. Para gagasan akan larut jika kami hanya berdiam. Kami semua memutuskan untuk membuat lereng-lereng dengan sedemikian rupa agar gagasan kami dapat mengalir ke dalam arus yang kami inginkann, menuju suatu tempat selain laut lepas. Kami ingin membangun lereng-lereng sungai obsekuen di dalam pikiran, bahkan perasaan.

Sold out
Close

Kearifan Dalam Ritual Pernikahan Jawa

Rp 65.000

Ritual atau prosesi pernikahan tradisional–seperti pernikahan tradisional Jawa Tengah—merupakan manifestasi dari doa dan pengharapan keluarga kedua mempelai. Doa yang merupakan perwujudan atas kerendahan hati dan persembahan seorang hamba terhadap Tuhannya, serta harapan agar kedua mempelai menjalani kehidupan baru dengan penuh berkah.  Juga harapan agar mendapatkan limpahan rahmat dari Yang Mahakuasa sehingga memuluskan jalan mereka dalam membina keluarga.

Isi buku ini memberikan gambaran betapa indah dan sakralnya doa juga harapan yang ada dalam ritual tradisional pernikahan Jawa. Semua prosesi memiliki makna mendalam. Buku ini juga menjelaskan langkah-langkah melakukan ritual dalam serangkaian upacara pernikahan. Semua ini merupakan hasil dari pengalaman maupun pengetahuan dari beberapa orang yang mumpuni dan diberikan secara turun temurun.

Lebih dari itu, buku ini adalah perwujudan rasa hormat yang begitu dalam terhadap nilai dan kebijaksanaan yang terdapat di masyarakat tradisional sehingga dapat melahirkan keindahan yang tersaji dalam setiap karya, seperti seni, ritual, dan sebagainya. Karena tiap karya yang disajikan masyarakat tradisional merupakan persembahan dan ekspresi pengabdi diri dari seorang hamba pada Tuhannya.

-7%Hot
Close

GHOKY

Rp 70.000 Rp 65.000

Mengisahkan perjalanan seorang anak dari sebuah kampung di tepi Teluk Doreri, bernama Ghoky. Ia melalui masa kecil yang amat sukar sekaligus menyenangkan. Selayaknya anak-anak, ia tumbuh dengan aktivitas bermain dan kenakalan-kenakalan khas yang membangkitkan persaan geli. Namun, setiap kali kenakalan itu ketahuan oleh orangtuanya., terutama ayahnya. Ghoky akan menerima hukuman yang amat mengerikan. Ayahnya tak segan memberikan hukuman fisik.

Pengalaman melalui pukulan, tendangan, dan kata-kata menyakitkan yang menghujaninya itu membuat Ghoky sakit hati dan sempat menyimpan dendam pada ayahnya.Ia kerap berpikir, jangan-jangan ia bukan anak kandung ayah dan ibunya, sehingga ayahnya tega melakukan semua kekerasan itu padanya. Ayahnya selalu menghukum Ghoky dan dua saudaranya meskipun hanya salah satu dari mereka yang berbuat salah.

Selepas SMA, Ghoky memberanikan diri merantau ke Jakarta bersama temannya, Topilus. Perantauan itu dilepas dengan tangis dan rasa sesal ayahnya yang merasa Ghoky memutuskan pergi karena sakit hati. Kenyataannya, Ghoky berangkat merantau karena ia ingin membuktikan pada keluarga, terutama ayahnya,bahwa ia bisa mencapai sesuatu dalam hidup, tidak seperti yang kerap dikatakan ayahnya selama ia kecil.

-9%Hot
Close

Melawan Hujan

Rp 45.000 Rp 41.000

Dari jendela kamar aku mengamati dunia hitam dan putih

Dunia orang-orang patah hati

Hujan turun setiap hari

Dari antara celah dan jarak langit dan bumi

Dari manusia sepi

Sold out
Close

Bukti Kebenaran Al-Quran

Rp 45.000

Al Quran adalah kitab suci terakhir yang turunkan tuhan yang maha kuasa. Namun sayang, dari dulu hingga sekarang, masih banyak yang tidak mau mengakui Al-Quran sebagai firman Allah. masih banyak yang menganggap enteng dengan mengatakan Al-Quran hanyalah karangan Nabi Muhammad SAW semata. Bahkan di kalangan umat islam sendiri. sungguh sangat ironis!

 

-9%Sold out
Close

Berawal Dari Senja

Rp 55.000 Rp 50.000

Nyamuk menghisap darah dengan
pongahnya
Gaung suaranya tak kalah meriah
Memaksa mencari teman bercerita baru
di dalam rumah
Hanya ada guci, lemari,
kursi, meja
dan gelang ukiran
punakawan melingkar
di tangan

*Dari puisi berjudul Belati dan Gelang Punakawan

-6%Hot
Close

Sepasang Mata Yang Mencuri

Rp 50.000 Rp 47.000

Pagiku terbit lewat kedua matamu.
binar yang karenanya aku berhenti merutuki hidup.
Kau punya sepasang mata teduh yang menenangkan.

Berjuta-juta puisi sudah kutulis untuk kaubaca.
deretan huruf kueja agar kau mengerti.
sepasang mataku lalu mencurimu.

Dan ketika langit memerah malu,
Senja menghilang dari bola matamu.
Sang mentari hendak tidur.
Gelap, sunyi, sepi.
Aku masih melihat damai yang bergumul.

Sepasang mataku lalu mencurimu.

Sold outHot
Close

Waktu itu, 11 Tahun Yang Lalu

Rp 55.000

Buku ini akan tersedia pada 21 April 2017.

Untuk kamu yang kehilangan cinta dan menemukannya kembali, tetapi tidak tepat waktu. Untuk kamu yang sempat mencampakkan cintanya, lalu diberi kesempatan kembali, tetapi tidak ada lagi pilhn untuk kembali.

Untuk kamu, yang menyesalkarena melewtkan satu cinta di masa lalu. Untuk kamu, yang merasa cintanya telah usai tak bersisa lagi untuknya tetapi ternyata ketika dihadapkan dengan orang yang sama, justru cinta itu masih tersimpan rapi di bagian terdalam hati. Untuk kamu, yang terpaksa harus meninggalkan seseorang yang dicintaai bukan karena sudah tak mencintai tapi karena semua akan lebih baik jika tak bersatu. Untuk kamu yang menemukan cinta mendalam di saat tak boleh lagi merasakan cinta yanglain lagi.Untuk kamu, yang merasa cinta kali ini datang terlambat. terlambat atau tidak, terucap atau tidak, itu tetap perasaan yang pernah ada, perasaan bernama cinta.

-5%
Close

Kiai kenduri

Rp 50.000 Rp 47.500

Secangkir kopi yang tertutup lepek keramik belum terjamah oleh udara. Asapnya mengepul bebas. Dan obrolan malam nin membuat mereka betah berlama-lama. Hal-hal Seperti ini yang membuat pertemanan mereka melewati segala zaman.Karena apa yang mereka cari kerelaan untuk belajar. Dan kerelaan dekat dengan cinta.sesungguhnya mereka dekat dengan jalan Tauhid. Di mana titik tujunya adalah agama. Konsepnya, bagi mereka agama adalah jalan, dan manusia sebagai pejalan.

Selera Humor mereka begitu tinggi.mereka tertawa lepasdi antara kopiyang mulai dingin. Mereka paham, bukan letak umpatannya yang anarki dan penuh caci maki. Tetapi ada pada tempat dan waktunya. Bagi orang-orang desa umpatan hanya menjadi penyedap rasa agar suasana menjadi lebih hangat dan romantis.

Maka… dalam tradisi masyarakat jawa, dialog percakapan itu disebut gayeng.

Hot
Close

Catatan Kecil

Rp 45.000

“Nak kenapa ingin menjadi Batman? Nggak mau jadi dokter aja?” tanya ibu saya.
Dan saya menjawab, “Kalau dokter bisa terbang, aku mau jadi dokter.”

-11%
Close

Lara Karuna

Rp 45.000 Rp 40.000

Joko Kumboro, seorang pemuda yang sedang mengalami dorongan perasaan yang dalam pada Dewi Sharmila putri. Dorongan perasaan yang membuatnya merasa tak berdaya dengan kedalaman perkembangan perasaannya sendiri yang coba ia redam di dalam hatinya selama bertahun-tahun. Joko Kumboro merasakan begitu fluktuatifnya hidup.

Pertemuan dengan seorang lelaki paruh baya membukakan mata dan nurani Joko Kumboro untuk melihat realitas kehidupan yang membuatnyamulai memahami bahwa cinta tak sebatas gairah asmara.

Lalu, bagaimanadengan perasaannya terhadap Dewi Sharmila Putri yang telah membuatnya terombang-ambing dalam gelisah?

-14%Hot
Close

Sayap Kupu-Kupu

Rp 35.000 Rp 30.000

Jika sayap kupu-kupu adalah aku
Bolehkan aku terbang melewati batas dengannya?
jika sayapnya hilang, biarlah terjaga bersamaku
Sayap kupu-kupu tetap terbanglah melewati
batasnya

-7%
Close

Yang Tertinggal

Rp 75.000 Rp 70.000

Yogyakarta adalah kota yang romantis. Di sana, seorang pemuda bernama Rizzi bekerja sebagai fotografer studio. Ia punya keinginan untuk mendatangi tempat dari tiga foto yang menempel di dinding kamarnya. Itulah cara ia mengenang sesosok perempuan, yang tak lain adalah pemilik panti asuhan yang berada di Semarang. Setelah tiga tahun bekerja di luar pulau, ia kembali. Selain merindukan keluarganya di panti, ia juga berniat menyelesaikan apa yang sempat dimulainya, bersama seorang perempuan bernama Nadia.

Sold out
Close

Senja Pertama

Rp 53.000

Kau kini hanya menjadi hening yang dirindukan, La. Saat aku menghunus jantung sunyi dengan sebilah rasa yang lama kutenggelamkan dalam dasar kenangan. Menjadi seserpih yang tak pernah utuh lagi.

Enam tahun aku tidak lagi bertemu denganmu. Yang kamu tinggalkan hanya kemarahan tak beralasan. Mungkin kita memang tak pernah bisa menyamakan napas di udara pagi. Kita tak pernah bisa menyamakan nada-nada perasaan yang mengalun di masa lalu.

-7%Sold out
Close

Telusur Jejak Nabi Nuh

Rp 150.000 Rp 140.000

Buku Telusur Jejak Nabi Nuh benar-benar buku yang sangat menarik, bermutu, dan bermanfaat. Di dalamnya terdapat banyak gambar sehingga ketika membaca buku ini jauh dari perasaan jenuh. Selain itu, dalam tiap pembahasannya disuguhkan berita-berita yang sangat menarik, sehingga tak terasa waktu membaca telah lama berlalu.

Sudah banyak penelitian, buku serta artikel yang membahas tentang kisah banjir besar dan legenda bahtera Nabi Nuh, namun pembahasannya kadang bersifat ngambang dan mengundang banyak tanya. Buku ini mampu menjelaskan secara konkret dan ilmiah.

Sold out
Close
-12%Hot
Close
Sold out
Close

Blooming Onions

Rp 60.000

This book was meant to be lessons great women taught me about loving myself, but after self-debating I decided to change it to a list of life lessons I personally think every girl should learn about. I will be blunt from the start and throughout this book… I apologize for the crudeness you will encounter within this part of the book.

My profanity comes with lessons so make sure to keep an open mind.

Full disclosure, this is a work of fiction (sort of); I chose to write this in a first perspective to make it easier to digest. Some of the stories here are an adaptation on what has happened to me and how I remembered them.

I guess this part of the book will open the door to glares and shock to most conservative readers, if you’re one of them then I apologize but fuck it; it’s my book and I have kept my mouth shut for too long.

I can only hope you enjoy reading this, I certainly have gone through tears and laughter to write it. As Mindy Kaling’s book say, Why Not Me? I have a voice and this is it. So here goes…