Beranda » Toko Buku Online

Tampilkan 3 hasil

Show sidebar

Active filters

-5%Sold outHot
Close

Aliarcham: Sedikit Tentang Riwayat dan Perjuangannya

Rp 42.000 Rp 40.000

Pada saat Jepang menyerang telah tumbuh bermacam-macam grup dalam PKI. Grup Alimin/Musso yang hijrah ke Rusia, grup PKI 35, grup Digul di bawah Sardjono, grup mahasiswa di negeri Belanda, serta grup-grup yang tidak tertangkap selama pendudukan Belanda dan Jepang. Mereka memiliki tradisi kerja yang berlainan, memiliki pengalaman yang berbeda – beda, serta membawa emosi yang beraneka warna. Mereka semua mengaku tunduk kepada Komintern serta berkiblat ke Moskow. Mereka merasa bahwa di atas bahu mereka terletak tugas untuk menyelamatkan “kaum yang terhina dan tertindas”. Semua tekad itu dibakar oleh bunyi “pesan” di atas nisan Aliarcham yang meninggal dunia pada 1933.

Bagi kami kau tak hilang tanpa bekas, tidak hari ini tumbuh dari masamu. Tangan kamu yang meneruskan. Kerja agung jauh hidupmu. Kami tancapkan kata mulia hidup penuh harapan. Suluh dinyalakan dalam malammu. Kamin yang meneruskan kepada pelanjut angkatan.

-5%Sold outHot
Close

Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September & Kudeta Suharto

Rp 100.000 Rp 95.000

Buku ini pertama kali terbit pada 2008, dan menjadi perhatian publik. Sempat dilarang beredar oleh pemerintah. Namun, ibarat sebuah permata, yang dicari oleh pembaca, adalah buku-buku yang dilarang karena isinya yang memang layak untuk hadir di hadapan sidang pembaca.
Apa yang dituliskan oleh John Rossa adalah sebuah pendedahan kembali, mengenai titik balik pergantian rezim dan pembantaian ribuan rakyat yang tak bersalah. Tak peduli ia termasuk golongan “merah” atau tidak.
Untuk memahami titik balik pergantian rezim, dan pembantaian yang dilakukan oleh militer, buku ini adalah buku yang harus dibaca. Pemaparan, serta analisis yang dilakukan John Rossa sangat menarik, dibandingkan skenario yang dibuat oleh orde baru mengenai salah satu babak paling penting dalam sejarah Indonesia modern, yakni perstiwa G30S.
Banyak sekali orang-orang yang belum mengerti mengenai asal-usul pembantaian para komunis pada 1965. Dogma bahwa PKI terlarang, sehingga orang-orang enggan untuk mengetahui perspektif baru, dan terlanjur termakan dogma yang diajarkan pada bangku-bangku sekolah.
Beban sejarah seperti ini, sedikit demi sedikit harus dikikis. Penerbitan buku-buku yang baik, akan membantu mengikis hal itu, walaupun banyak sekali yang membantah akan penelitian yang melewati metode ilmu sejarah.
Oleh karenanya, kami, selaku penerbit Kendi, menghadirkan kembali buku Dalih Pembunuhan Massal di hadapan pembaca. Setelah tidak naik cetak lagi dalam waktu kurang lebih sembilan tahun, mudah-mudahan buku ini bisa menjadi buku yang diterima kembali para pembaca dengan tangan terbuka.