Beranda » Toko Buku Online

Tampilkan 7 hasil

Show sidebar

Active filters

Sold out
Close
Sold out
Close
Sold out
Close
-20%Sold out
Close

Pelangiku Warna Ungu

Rp 50.000 Rp 40.000

1. Apakah Tuhan yang menciptakan manusia, ataukah manusia yang menciptakan Tuhan?
2. Siapakah yang membuat agama? Tuhan atau manusia?
3. Bisakah orang memperoleh keselamatan tanpa melalui jalan agama?
4. Benarkah Tuhan akan menyiksa manusia jika mereka tidak menyembah-Nya?
5. Bagaimana cara “bertemu” dan “mengalami” Tuhan agar hidup kita bermakna?

Lima pertanyaan menantang di atas, di samping beberapa pertanyaan lainnya, akan dibahas dan diuraikan dalam buku ini, dengan bahasa yang ringan dan mudah dicerna, yang menggelitik kesadaran kita agar bangkit dari tidur lelapnya. Agar kita mampu melampaui simbol dan sekat-sekat yang membuat manusia menderita dan terus bertikai atas nama Tuhan dan agama.

Leonardo Rimba mengajak kita untuk menghayati dan melampaui simbol-simbol yang berserakan dalam agama-agama, demi merasakan esensi yang sesungguhnya satu adanya. Ia mencoba mengajak kita untuk mencari dan menemukan yang “ungu” dari beragam warna pelangi. Ungu adalah warna terakhir dari pelangi, warna spiritual yang melampaui beragam warna.

Buku ini mengajak kita untuk meniti ke dalam diri, menemukan warna “ungu”, yang satu, yang ada di dalam diri setiap manusia. Tanpa meniti ke dalam diri melalui jalan spiritual, mustahil kita bisa menemukan Kesatuan, Tuhan, di rimba belantara perbedaan.

Sold out
Close

Darmagandhul

Rp 75.000

Buku yang bisa dijadikan koleksi khusus ini berisi dua versi Serat Darmagandhul yang kontroversial: versi tembang (puisi) yang pernah diterbitkan oleh Redaksi Almanak H. Bunning, Yogyakarta pada tahun 1920 dan bertuliskan huruf Jawa, dan versi gancaran (prosa) yang pernah diterbitkan oleh TB. Sadu Budi, Surakarta, pada tahun 1959, bertuliskan huruf latin.

Naskah dalam bentuk tembang tidak banyak beredar di masyarakat. Namun naskah dalam bentuk gancaranlah yang beredar luas dan dikenal di mana-mana. Naskah terbitan TB. Sadu Budi tersebut pernah dilarang pada era 50-an, tidak lama setelah beredar di tengah masyarakat. Pada tahun 1980-an, naskah ini beredar lagi. Badan Koordinasi Pengawas Kepercayaan Masyarakat (BAKORPAKEM) segera mengadakan razia dari rumah ke rumah. Hingga akhirnya, menjelang tahun 1998, naskah Serat Darmagandhul bisa dikenal dan beredar luas lagi.

Versi tembang (puisi) yang bertuliskan huruf Jawa sangat susah ditemukan. Paling banter yang bisa ditemukan adalah versi gancaran (prosa). Kini Penerbit Dolphin mengemas dua versi Serat Darmagandhul tersebut dalam satu buku dan sudah disertai terjemahan dan ulasannya berjudul Darmagandhul (Kisah Kehancuran Jawa dan Ajaran-Ajaran Rahasia).

Sold outHot
Close

Gadis Pakarena

Rp 45.000

“Kamu ingat, dulu kita benar-benar percaya bahwa Kitab Penyatuan itu ada. Sebuah kitab agung yang memuat daftar jodoh setiap manusia dan Tuhan akan menggerakkan pena-Nya untuk mencentang nama setiap pasangan. Kamu dulu sering merasa kurang khusyuk berdoa, sampai-sampai kamu memejamkan mata rapat-rapat dan memintaku segera menggeser gerakan pena Tuhan agar berhenti tepat di tempat namamu dan namaku diguratkan.”

Sold outHot
Close

30 Hari Keliling Sumatra

Rp 55.000

Dengan 61 jahitan di perut pasca-operasi kanker berkepanjangan, Ary Amhir memanggul ransel kecil menuju Sumatra. Perjalanannya dipicu oleh undangan pesta perkawinan Lisa di Pariaman, kawan sesama mantan TKI di Malaysia. Jalan takdir membawa langkahnya mengelilingi Sumatra selama 30 hari. Ia pun menyusuri Blank Dalam yang terpencil, melacak petilasan pujangga mistik Amir Hamzah yang terlupakan, dan menghidu aroma masa silam bumi Sriwijaya.

Ary tak semata mencumbui tempat yang ia kunjungi, melainkan juga merasakan geliat, desah, dan kesah manusia yang hidup di sana. Tentang kearifan lokal di balik adat membeli lelaki di Pariaman. Tentang seniman Batak dan Karo yang terlalaikan. Juga tentang nasib kereta api pengangkut batubara, jatuhnya tembakau Deli yang terkenal, dan nasib pemanggil roh di Toba yang tergerus zaman. Pengembaraannya dituntun oleh masa lalu, yang menyeretnya menuju tempat-tempat tak terbayangkan sebelumnya.