Beranda » Toko Buku Online

Showing 1–30 of 163 results

Show sidebar

Active filters

-10%Sold out
Close

Sepakbola 2.0 – Fandom Indonesia

Rp 80.000 Rp 72.000

Buku ini merupakan proyek kreatif yang melibatkan 20 penulis. Lalu didukung oleh 67 orang yang membantu mewujudkan buku ini melalui crowdfunding yang dilakukan oleh Fandom selama dua bulan (November-Desember). Untuk proses pengerjaannya sendiri kami, kami melakukan sejak 2015. Setelah melalui serangkaian diskusi baik tatap muka maupun melalui media sosial, akhirnya ada 19 naskah (ada satu naskah yang ditulis oleh dua penulis) yang lolos kurasi dan masuk ke daftar isi buku ini dengan beragam tema seputar sepak bola dalam konteks kekinian.

“Secara perilaku, kurang gila apa sih orang Indonesia pada sepak bola? Jawabannya mungkin satu: kurang menggilai buku-buku sepak bola. Lha gimana kurang gila kalau literaturnya pun memang tak banyak. Maka ketika ada orang-orang kita yang mau membukukan pikiran-pikirannya tentang sepak bola—seperti yang dilakukan Fandom ini—, barangkali itu sebuah kegilaan tersendiri agar sepak bola tak sekadar cuap-cuap belaka, yang membuat mulut berbusa saat memperbincangkannya, tapi busa itu lalu mengering begitu saja dan setiap kegilaan pikiran sepak bola itu menjadi tak pernah terdokumentasikan,”

Andi A. Sururi, Redaktur Olahraga Detik.com.

“Saat ini, sepak bola Indonesia memang sedang terpuruk. Namun, dunia penulisan sepak bola sedang menggeliat. Buku ini adalah bukti nyata,”

Mahir Pradana, Staf Pengajar Univeristas Padjajaran Bandung.

“Sebagaimana judulnya, buku ini mengajak pembacanya untuk berinteraksi lebih jauh mengenai sepak bola. Namun, terlepas dari itu semua, buku ini juga membuktikan satu hal krusial: bahwa di Indonesia, sepak bola ternyata tak cuma melulu soal politik dan ketamakan, tetapi juga berguna untuk mencerdaskan. Buku ini jelas harus masuk daftar belanja Anda,”

Eddward S. Kennedy, Penulis Buku Sepak Bola Seribu Tafsir, Pemimpin Redaksi Mojok.co.

-10%Sold out
Close

Arsenal Berhati Nyaman – Fandom Indonesia

Rp 69.000 Rp 62.100

Arsenal Berhati Nyaman banyak membahas sisi-sisi menarik klub Meriam London yang tidak banyak orang ketahui. Buku ini adalah karya pertama Yamadipato Seno, seorang Chef dari Arsenal’s Kitchen. nikmatilah sajian terbaiknya, fresh from the oven.

Sebenci apa pun kamu, sesengit apa pun kamu, di sisi jauh hatimu, letakkan altar penghormatan yang sederhana untuk Wenger. Sederhana saja, karena cinta sebetulnya tak pernah menuntut untuk diberi mahkota dan kalung bertahtakan berlian. Cinta adalah hal sederhana yang menjadi dasar setiap perjuangan.

-5%Sold out
Close

Menjemput Rindu di Taman Maluku – Rua Aksara

Rp 45.000 Rp 42.750

Diterbitkan pertama kali oleh Bengkel Sastra Taman Maluku Semarang bekerjasama dengan Rua Aksara dan Bening Pustaka.

-5%Sold out
Close

Igauan Seismograf – Rua Aksara

Rp 50.000 Rp 47.500

kursi dan meja itu memakai tubuhku sebagai ranjang untuk saling mencintai, ketika kutulis paragraf pendek ini, buatmu. matahari memakai mataku sebagai rahim untuk melahirkan hijau pada daun-daun, pula waktu, dan merahasialah segala dalam pejamnya; umpama adegan mencintai tanpa peristiwa bersetubuh. lalu waktu memakai telingaku untuk mengucap patah dan jatuh. mulutku mengucap hijau untuk kehilangan daunnya dan mengatakan daun untuk kehilangan hijaunya. lidahku lumpuh, sebab sepasang telingaku terus mendengar yang tak bisa kusentuh.

tuhan memakai kehendakku untuk mencintai dirinya sendiri.

-10%Sold out
Close

Asmaradhana – Bening Pustaka

Rp 35.000 Rp 31.500

“Persahabatan, cinta dan suka-duka sebagai seorang dosen, pendidik dan juga pribadi dalam keluarga, terangkum dalam kisah sederhana ini. Jiwa yang letih dan tertatih pada akhirnya akan melahirkan Dewi Asmaradhana dalam perjuangan sebagai pendidik generasi bangsa.”

-10%Sold out
Close

Perempuan yang Mencintaimu dalam Kesunyian – Bening Pustaka

Rp 45.000 Rp 40.500

Aku wanita yang juga paham perasaaan wanita, tapi aku wanita penggenggam cinta, aku wanita juga punya cemburu dan takut kehilangan, wanita penggenggam bara yang masuk di antara cerita mereka.

Jika bersamamu adalah sebuah kesalahan, maka aku ingin tenggelam dalam kesalahan ini hingga menjadi sebuah pembenaran!

-10%Sold out
Close

Di Bawah Kuasa Antisemitisme – JBS

Rp 65.000 Rp 58.500

Buku ini bergerak ke soal-soal sejauh mana antisemitisme mengkonstruksi identitas orang-orang Yahudi di Hindia Belanda sehingga berdampak pada kehadirannya yang terkesan tidak begitu tampak dan tersuruk dari permukaan sejarah. Zionisme bukanlah lawan yang seimbang bagi antisemitisme yang telah memiliki sejarah panjang di negeri ini.

Persoalan-persoalan baru yang muncul pada 1930-an, seperti migrasi para pengungsi Yahudi dari Eropa ke Hindia Belanda, lebih mendesak untuk diselesaikan. Antisemitisme kemudian keluar sebagai pemenang dan berkuasa penuh di bawah pendudukan Jepang di Indonesia.

-10%Sold out
Close

Kajian Cerita: Dari Roman Ke Horor – JBS

Rp 60.000 Rp 54.000

Cerita yang diciptakan oleh manusia pada dasarnya mematuhi pola tertentu, sekaligus pola menyimpang darinya. Sebagian pakar cerita menganggap bahwa pola cerita bersifat universal dan bersemayam di dalam alam bawah sadar manusia. Tanpa disadari oleh anak manusia –baik yang pernah hidup terpana di Zaman Batu maupun yang sekarang galau di Zaman Milenial– pola cerita telah dimiliki bersama dalam wujud yang serupa.

Namun, di kalangan anak manusia itu tetap saja muncul orang-orang yang tidak betah untuk patuh-patuh saja. Mereka gelisah, mencoba menyimpang dari pola, merintis jalan sendiri. Mereka menjajal cara baru bercerita. Mereka menawarkan gaya. Kajian pola dan gaya cerita, itulah yang coba diantarkan buku ini.

-10%Sold out
Close

Metateori Redefinisi Subjek Slavoj Zizek – Jalan Baru

Rp 55.000 Rp 49.500

Tranformasi pemikiran subjek Žižek dalam konsep sosiologi subjek dibentuk untuk menciptakan tindakan aktif yang ditujukan bagi dirinya dan the other. Melalui tindakan aktif subjek didorong secara positif untuk mempengaruhi bahkan merombak the other. Sosiologi subjek diharapkan mampu menjaga tradisi konsep subjek Žižek dalam era pemikiran kontemporer terutama dalam kerangka mikrososiologi.

-10%Sold out
Close

100 Konser Musik di Indonesia – Indonesia Boekoe

Rp 200.000 Rp 180.000

1920-1969
01. Setia untuk Indonesia Raya 20
02. Suara Komposer Revolusioner 28
03. Si Kuda Putih Minang Menjajal Medan 35
04. Senandung Komponis Melintas Zaman 40

1970-1979
05. Duet Sepanjang Masa 48
06. Puncak Lawatan Dara Puspita 55
07. Duel Jawara Pop ’70-an 61
08. Woodstock ala Ragunan 67
09. Roker Sensasional dari Apotek Kali Asin 73
10. Musik Ganjil di Panggung Opera 80
11. Sejarah Baru Showbiz Indonesia 86
12. Titik Temu Dua Warna Musik 91
13. Cadas di Panggung Melempem di Rekaman 97
14. Idealisme di Jalur Pop 102

1980-1989
15. Dari Log untuk Rok 108
16. Pesan Maestro: Praktik, Praktik, Praktik 114
17. Panggung Kolosal Sang Guruh 119
18. Guru yang Berdiri di Persilangan Budaya Musik 124
19. Konser Rakyat Sang Troubadour 131
20. Resah di Lirik, Rusuh di Konser 137
21. Dangdut Politik Sang Raja 142

1990-1999
22. Kesaksian Manusia yang Terluka 148
23. Dari Stockholm dengan The Final Countdown 154
24. Banyak Bangsa Satu Bahasa: Jaz 159
25. Sihir untuk Darah Muda 165
26. Musik Kami Senjata, Bukan Bunga 170
27. Perkusi sebagai Anak Budaya Semua Bangsa 175
28. Menantang Keterbatasan dalam Bermusik 181
29. Dua Hari Mengguncang Jakarta 186
30. Pada Mulanya Bunyi 192
31. Kembalinya Sang Legenda 199
32. Puspa Musik Indonesia 206
33. Penjaga Musik Orkestra Indonesia 212
34. Di Antara Musik dan Suara Sosial 218
35. Dari Nada hingga Dandan 224
36. Duo Swedia di Pasar Potensial Bisnis Musik Dunia 229
37. Histeria Jakarta Menyambut Ikon Glam Rock Dunia 234
38. Jembatan Cinta di Negeri Samudera Hindia 239
39. Gamelan di Panggung Musik Hibrid 245
40. Ujungberung sebagai Genesis “Musik Berisik” 251
41. Ekospiritual di Jagad World Music 257
42. Dari Denmark dengan Cinta 263
43. Pertemuan Musisi Lintas Negara 269
44. Buddy Bercakap Blues 274
45. Panggung untuk Musik Alternatif 279
46. Di Semarang Dangdut Semarak 285
47. Dari Dublin Tawarkan yang Senang-Senang 290
48. Di Bawah Naungan Si Raja Cinta 295
49. Persatuan God Bless 302
50. Dengan Ngeng Musik Etnik Masih Sugeng 308
51. Ska dan Demam Akhir Abad 314

2010-2019
82. Musik Dunia, Musik Perdamaian 501
83. Generasi Ravers Berpesta Bersama Para DJ 507
84. Urakan sampai Tua 512
85. Sensasi Berkarya Dua Dekade 518
86. Festival Musik Metal di Jantung Keroncong 524
87. Bermula dari Gang Potlot 530
88. Rok Bergema di Timur Indonesia 537
89. Satu Dekade Menjaga Panggung Spektakuler Musik Jaz 543
90. Pengabdian Empat Dekade 551
91. Iwan Fals Bersaksi untuk Negeri 557
92. Konser Musik Pengantar Kekuasaan 563
93. Noise Itu Musik 569
94. Artention of Soundnesia 575
96. Merekam Mistisme, Menabuh Realitas 581
97. Banyak Aliran, Banyak Nada 587
98. Persamuan Musik Dunia di Gudang Kereta 592
99. Sumbangan UGM untuk Musik Jaz 598
100. Tradisi Panjang Festival Jaz 605

-10%Sold out
Close

MocoSik: Membaca Musik Menyanyikan Buku – Indonesia Boekoe

Rp 60.000 Rp 54.000

Bisakah buku dan musik berada dalam satu panggung pergelaran? Bisa! Yang datang ke “MocoSik: Book and Music Fest” menemui sebuah peristiwa yang ganjil, beyond.

MocoSik adalah akronim dari “Moco” (Jawa: baca) dan “Sik” (musik). Bisa pula MocoSik diartikan sebagai moco sik, baca dulu, ah. Sebuah kalimat cakapan yang menginterupsi, jeda.

Membaca sejatinya ritus jeda; perjalanan menuju keheningan pedalaman batin, pergolakan pikiran dalam kesunyatan. Seperti halnya musik, praktik moco, kerja baca, adalah relaksasi sekaligus menjemput kegembiraan lewat gerak yang dipicu oleh salah satu saraf terpenting manusia, yakni indera dengar. Jika irama dalam buku adalah komposisi diksi dan tanda baca, maka nada-nada teratur dalam musik itu hasil komposisi balok-balok not.

-10%Sold out
Close

MocoSik: Merayakan Buku & Musik – Indonesia Boekoe

Rp 60.000 Rp 54.000

“Puisi itu Membuat saya bahagia. Saya mencoba membagi kebahagiaan dengan orang lain.” – Sapardi Djoko Damono, Penyair

“Menulis adalah mencurahkan perasaan dengan terlebih dahulu direnungkan. Kata-kata akan berbicara lebih bila direnungkan dahulu: itu yang disebut sebagai proses kreatif.” – Seno Gumira Ajidarma, Prosais

“Konser Festival MocoSik 2018 yang memadukan buku dengan lagu ini bagus. Kita mengajak semua anak-anak remaja untuk kembali ke buku. Giat dan gemar membaca buku. Dengan buku, kita akan tambah pengetahuan dan cepat mengingatnya. Salut juga untuk Slankers yang datang nonton dengan membawa buku.” – Bimbim “Slank”, Musisi

“Buku itu pintu pengetahuan. Dengan membaca satu halaman berarti satu pintu wilayah cakrawala pengetahuan.” – Sawung Jabo “Sirkus Barock”, Musisi

“Hadirnya sekitar 15 ribu pengunjung selama tiga hari paling tidak telah membuktikan bahwa publik negeri ini masih menyimpan minat besar untuk tetap membaca buku sambil mendapatkan hiburan.” – Anas Syahrul Alimi, Founder MocoSik Festival dan CEO Rajawali Indonesia Communication

-10%Sold out
Close

Kafetaria – Trubadur

Rp 75.000 Rp 67.500

Pada tahun 1935, Isaac Bashevis Singer beremigrasi ke Amerika Serikat dari kampung halamannya di Polandia. Hal ini menyelamatkannya sebab empat tahun kemudian Jerman menginvasi Polandia. Di satu sisi, terhindar dari cengkraman Nazi adalah nasib baik baginya. Tapi di sisi lain, hal itu menjelma mimpi buruk yang merangkak dan membayanginya karena kemudian, ketika banyak dari ‘landsleit’ (rekan Yahudi sekampung) Polandianya juga datang ke Amerika Serikat dalam rangka menyelamatkan diri, ia harus berhadapan dengan kisah-kisah mereka yang menyakitkan, menyedihkan, sekaligus menakutkan.

Ia memang tidak mengalami pahit getir kehidupan di bawah pendudukan Nazi Jerman, tapi apa bedanya ketika saudara-saudaranya sesama Yahudi mengalami hal itu? Sebagai sesama Yahudi dalam lingkup kecil, dan sebagai sesama umat manusia dalam lingkup besar, ia ikut merasakan penderitaan para landsleit-nya, ikut terluka manakala mereka terluka, ikut berdarah manakala mereka berdarah. Dan baginya, mengisahkan hal-hal tersebut adalah satu dari sekian cara agar dunia tahu, agar dunia dapat mengambil pelajaran dari kebrutalan peradaban yang sudah semestinya tidak terjadi dan, jika telah terlanjur terjadi sebagaimana kenyataannya, jangan sampai hal yang sama kembali terulang.

Kisah-kisah inilah yang termuat di dalam kumpulan cerita “Kafetaria” ini. Sebagai seorang penulis Polandia di Amerika Serikat, Isaac bergerak bolak-balik di antara dua realitas yang darinya ia banyak menggali ilham: kehidupannya di Amerika Serikat dan nostalgia kampung halamannya. Di dalam kumpulan ini, kita bisa membaca kisah-kisah berlatar Warsawa seperti ‘Spinoza dari Jalan Pasar’dan ‘Seorang Kawan Kafka’, juga kisah-kisah berlatar New York seperti ‘Kafetaria’ dan ‘Kabalis dari Broadway Timur’, cerita-cerita terbaik Isaac Bashevis Singer yang telah menjadi klasik. Di bagian akhir buku juga dilampirkan pidato Isaac Bashevis Singer ketika menerima Hadiah Nobel Sastra pada tahun 1978.

-10%Sold out
Close

Para Penulis Cerita Pendek – Trubadur

Rp 50.000 Rp 45.000

“Para Penulis Cerita Pendek” menerakan pandangan Scliar tentang “potret zaman kita” kaitannya dengan dunia kesusastraan di mana “ada lebih banyak yang menulis daripada yang membaca,” di mana para penulis menjadi sekadar cameo, tokoh-tokoh yang durasi kemunculannya tidak lama dan peran yang dimainkannya pun tidak signifikan.

Sepanjang cerita, kita akan disuguhi—lebih tepatnya, “dijejali”—kisah-kisah tentang keeksentrikan-keeksentrikan yang kerap dilakukan para penulis dalam menghasilkan karya; dari yang lumrah hingga yang musykil; dari yang mungkin pernah kita lihat atau dengar dilakukan seorang penulis hingga yang mungkin tak pernah kita pikirkan dilakukan seorang penulis; bagaimana mereka bersetia—atau berkhianat—dengan pilihan mereka dalam menulis; bagaimana mereka bergulat dengan ide-ide cerita, di samping juga harus bergulat dengan lingkungan sekitar mereka yang tak jarang menghambat mereka dalam menghasilkan karya. Semuanya dalam upaya demi memberikan sesuatu yang bernilai untuk kesusastraan sekaligus menorehkan nama mereka di dalam khazanah kesusastraan—meski hanya menjadi sekadar cameo.

-10%Sold out
Close

Luka Kematian – Trubadur

Rp 38.000 Rp 34.200

Seorang laki-laki membayar seorang wanita untuk menghabiskan beberapa minggu bersamanya di tepi laut. Di mata si tokoh laki-laki, wanita itu, dengan tubuhnya yang hangat dan lembap, dengan jantungnya yang berdegup, menjelma menjadi suatu teka-teki tentang eksistensi Yang Lain. Lewat tubuh wanita itu, si tokoh laki-laki ingin menguak suatu misteri yang sama sekali berbeda: ia ingin merasakan pengalaman mencintai. Novel erotis yang ditempa dengan begitu puitis ini adalah suatu perluasan dari sebuah haiku tentang makna cinta.

*
“Seluruh tragedi ihwal ketidakmampuan mencintai ada di dalam karya ini, berkat seni Duras yang tak ada bandingannya dalam menemukan kembali kata-kata paling akrab dan dalam membongkar makna dari kata-kata tersebut.”
– Le Monde

Close

Mereka Sibuk Menghitung Langkah Ayam – Mojok

Rp 68.000

Rusdi Mathari mulai serius menekuni dunia tulis-menulis ketika meletus Perang Teluk pertama. Setelah artikel pendek tentang Perang Teluk ia kirimkan ke Suara Pembaruan dimuat, ia melompat kegirangan dan menunjukkan karyanya ke tukang-tukang becak yang mangkal di pinggir jalan di depan rumahnya.

Sejak itu, berbagai tema digarapnya. Namun sepertinya bernada sama; ketimpangan, ketidakadilan, dan orang-orang yang disingkirkan. Buku ini mencoba merangkum karya-karya jurnalistiknya.

Close

Karena Jurnalisme Bukan Monopoli Wartawan – Mojok

Rp 78.000

Ketika konsentrasi kepemilikan media meningkat, senjakala media cetak hampir tiba, tsunami hoax dan berita palsu muncul, gejala ketidakpercayaan terhadap media arus utama membesar, jurnalisme sedang berada dalam episode-episode menegangkan. Di buku ini, Rusdi Mathari membaca situasi tersebut dan mengajukan berbagai refleksi serta kritik.

***

Rusdi Mathari – Karena Jurnalisme Bukan Monopoli Wartawan

Close

Dunia Kali – Mojok

Rp 78.000

“Ya, Dunia Kali adalah dunia kanak-kanak. Dunia kanak-kanak adalah dunia manusia juga. Dan, dunia manusia adalah semesta yang terlalu sederhana untuk dirumit-rumitkan, tapi juga terlalu pelik untuk disederhanakan.”

?Roem Topatimasang

Buku ini merekam interaksi seorang bapak dengan anak laki-lakinya. Banyak kisah jenaka, ada juga kisah yang mengaduk perasaan. Dari situ kita tahu, dalam relasi bapak-anak, bukan hanya anak yang belajar dari bapak, juga sebaliknya.

Hari ini seharian, kami mengantar Kali mencari sekolah. Sebelum itu, kami mendaftar dulu keinginan Kali jika kelak dia masuk sekolah dasar. Ini daftar keinginan Kali:

Boleh telat masuk.
Ada acara kemping.
Ada pelajaran kungfu.
Boleh makan indomie.
Ada kambingnya.
Ada kolam renangnya.
Ada sungainya.
Ada panggung untuk menyanyi dan orasi.
Ada lapangan futsalnya.
Tidak masuk sekolah gak apa-apa.
Boleh berlari-lari di dalam kelas.
“Gak sekalian ada gedung bioskopnya, Nak?” tanya saya dengan setengah putus asa.

“Yaaa! Bapak cerdaaas sekali… itu juga penting!” jawabnya dengan girang.

Ndasku langsung ngelu….

***

Puthut EA – Dunia Kali

-10%Sold out
Close

Na Willa dan Rumah dalam Gang – Pojok Cerpen

Rp 65.000 Rp 58.500

Hari-hari Na Willa masih dipenuhi kegembiraan: bermain bersama teman-temannya, membaca buku pinjaman dari Bu Juwita, bahkan menyanyi di RRI. Kegembiraannya semakin bertambah, karena kini Pak juga menyertai hari-harinya. Pak mengantar Na Willa ke sekolah, membelikannya es krim (tapi, Willa tidak boleh bilang kepada Mak!), mengajarinya ketak-ketik di kantor, serta bersama-sama menggambari dinding rumah. Barangkali hanya rumah Na Willa yang dindingnya dihiasi gambar bapak-bapak.

Hingga suatu hari, Pak memberi kabar yang mengguncang dunia yang dikenal Na Willa.

-10%Sold out
Close

Na Willa – Pojok Cerpen

Rp 60.000 Rp 54.000

Si kecil Na Willa tinggal di sebuah gang di Surabaya, di rumah dengan pohon cemara di depannya. Ia menghabiskan hari dengan berlari mengejar kereta bersama Dul (walau ia selalu tertinggal), pergi ke pasar bersama Mak, melewati bapak penjual anak ayam kuning, atau memikirkan bagaimana orang bisa menyanyi-nyanyi di dalam radio.

Buku ini berisi catatan-catatan Na Willa tentang dunia yang dilihat dari kacamatanya, di sebuah masa ketika dari radio terdengar lagu-lagu Lilis Suryani dan kasur kapuk dijemur lalu dipukul dengan rotan.

-10%Sold out
Close

Eros dan Peradaban – Pojok Cerpen

Rp 85.000 Rp 76.500

Eros dan Peradaban adalah salah satu karya utama Herbert Marcuse, atau bahkan dalam pandangan dia sendiri: yang paling utama. Di dalamnya dia berbicara sebagai intelektual yang menggabungkan dua pemikiran besar, Marxisme dan Psikoanalisis. Judulnya sendiri terhubung pada salah satu karya terbesar Freud, Peradaban dan Kekecewaan-kekecewaannya.

Marcuse menutup karya ini dengan epilog yang menghantam para revisionis Psikoanalisis. Epilog itu dibalas tak lama kemudian oleh Erich Fromm melalui tulisannya di majalah intelektual sayap kiri Dissent. Terlepas dari adanya kritik yang mengatakan bahwa dalam satu dua poin. Marcuse keliru, satu fakta yang tak terbantahkan adalah ini: Eros dan Peradaban adalah karya yang enak dibaca dan perlu.

-10%Sold out
Close

Seribu Kunang-Kunang di Manhattan – Pojok Cerpen

Rp 60.000 Rp 54.000

Seribu Kunang-kunang di Manhattan (Soft Cover)

“Seorang penulis seperti Umar Kayam tak hanya seorang pendongeng yang melaporkan satu keping peristiwa kepada pembacanya, tapi jauh lebih penting adalah seorang teman bicara. Teman ngobrol.”
– Eka Kurniawan

-10%Sold out
Close

Coping with Depression: Jangan Mau Kalah Dari Depresi – Shira Media

Rp 39.000 Rp 35.100

Dalam buku ini, J. Maurus menganalisis masalah depresi dari sejumlah sudut pandang secara hati-hati dan sistematis. Dengan segenap bentuk stres dan ketegangan, kehebohan dan konflik, serta persoalan dan kesulitan yang dihadapi dalam kehidupan modern pada pelbagai bidang dan tingkatan, depresi berkembang dalam bermacam lingkaran dan melumpuhkan daya prakarsa, menghilangkan semangat petualangan dan keberanian, serta menghambat semua ikhtiar menuju hidup yang lebih berwarna dan bermakna.

J. Maurus pantas menerima ucapan terima kasih dari khalayak pembaca atas sekian banyak buku karangannya yang menarik, instruktif, serta penuh dengan pencerahan dan ilham mengenai psikologi dan masalah serta hubungan manusia, yang diterbitkan dalam rangkaian yang dipenuhi dengan obat dan penyembuh mujarab bagi beragam penyakit manusia.

-10%Sold out
Close

The Metamorphosis and Other Stories – Shira Media

Rp 65.000 Rp 58.500

“Keseluruhan seni Kafka sangat menarik pembaca untuk membacanya kembali. Karena interpretasi Kafka banyak dan pencarian untuk makna ceritanya seperti tak ada habisnya. Pembaca akan kembali ke cerita dengan harapan menemukan bimbingan dan penjelasan dari pemahaman yang belum ditemukan saat membaca pertama kali. Ini adalah tujuan dari buku ini untuk menyediakan akses ke seluruh korpus cerita Kafka; mereka, bukan novel, merupakan inti dari pekerjaan hidupnya yang singkat.”

(Albert Camus)

Close

Catatan Sang Murabbi – Diva Press

Rp 55.000

Bahwa jalan sulit dan berliku, ini adalah jalan menuju surga-Nya….. Disini.
Ada keterpisahan dan rindu yang tak yerengkuh kecuali oleh kata-kata.
oh…., kutahu diary ini ungkin hanyalah catatan rindu…..
Seorang gadis kecil di hadapanku…
Kini aku tak lagi melihatnya menangis…
Sepertiku barangkali, tapi tidak saat ini.
Saat ini air mataku kenapa tumpah begitu saja.
Tidak ada penyaringnya, pertahanan itu jebol.
Tapi intan mengajariku untuk kembali.

Close

Saleh Ritual Saleh Sosial – Diva Press

Rp 60.000

Kita menyembah dan mengabdi kepada Allah dalam sembahyang kita, dalam puasa kita, dalam zakat kita, dalam haji kita, dalam pergaulan rumah tangga dengan anak-istri kita, dalam pergaulan kemasyarakatan dengan tetangga dan sesama, pendek kata dalam segala gerak-langkah hidup kita.

Namun sayang, sering kali kita, bukan saja membatasi penyembahan dan pengabdian dalam ritus-ritus khusus seperti itu, bahkan dengan itu kita masih pula mendangkalkannya dalam pengertian fiqhi-nya yang lahiriah. Gerak-laku kita di dalamnya sering kali hanya sekadar gerak-laku rutin yang kosong makna.

Dari sinilah agaknya bermula ungkapan dikotomis yang sungguh tidak menguntungkan bagi kehidupan beragama di kalangan kaum Muslim, yaitu ungkapan tentang adanya kesalehan ritual di satu pihak dan kesalehan sosial di pihak yang lain. Padahal kesalehan dalam Islam hanya satu, yaitu kesalehan muttaqi (hamba yang bertakwa), atau dengan istilah lain, mukmin yang beramal saleh. Kesalehan yang mencakup sekaligus ritual dan sosial.

“Gus Mus adalah pendekar kehidupan yang bukan sekadar sanggup menemukan ketenteraman dalam kecemasan, menggali kebahagiaan dari jurang derita, atau menikmati kekayaan di dalam kemiskinan. Lebih dari itu Gus Mus bahkan mampu membuat kegelapan itu tak ada, karena yang ada pada beliau, dan bahkan beliaunya itu sendiri: adalah cahaya. ” – Emha Ainun Nadjib [Budayawan]

Close

Identitas Politik Umat Islam – Diva Press

Rp 90.000

Dalam politik, umat Islam seperti penumpang perahu yang berlayar di laut lepas, tanpa bintang, tanpa kompas, tidak tahu tujuan, dan tidak tahu cara berlayar. Kadang-kadang umat dibuat bingung karena panutannya berbuat seenaknya, lupa bahwa di belakangnya ada banyak orang. Karenanya, kaidah politik umat harus ditentukan dengan jelas, sehingga umat terbebas dari temperamen pribadi seorang pemimpin. Bahkan, seorang pemimpin harus mengikuti kaidah, bukan sebaliknya, menentukan kaidah.

-10%Sold out
Close

Solilokui Ramadan – Pelangi Sastra

Rp 50.000 Rp 45.000

Gusti, ramadan-Mu telah di muka pintu diri: menenteng janji-janji indah keselamatan hidup insani di bumi dan negeri abadi. Melampaui wangi wijaya kusuma yang mengarungi urat nadi: mengharumi jalan-jalan nafas kehidupan yang melayarkan rakit eksistensi. Tapi, tapi, pintu diriku kini berderak-derak dihantam badai angin angkara dan durjana: bagaimana bisa diriku bersuka cita menyambut ramadan-Mu nan mulia?! Bom-bom tengah memakamkan kota: cemas dan kalang kabut memeluk setiap jiwa. Gelegar-gelegar suara mengangsur tanda: nyawa-nyawa insan tak berdosa pulang ke alam baka. Pilu dan pasrah bersama merajam tiap dada: menatapi tubuh-tubuh koyak bernama jazad manusia.
(Solilokui Ramadan: Iftitah, Djoko Saryono)

-10%Sold out
Close

Pijar Matahari Muda dan Percik Tinta Merah – Pelangi Sastra

Rp 45.000 Rp 40.500

Dalam konteks inilah, jihad intelektual kreatif yang dilakukan IMM harus sadar milenial dengan mengembangkan etos kosmopolitan. Yang paling pertama harus dikuasai yaitu critical thinking atau kecakapan berpikir kritis lintas disiplin. Inilah yang sering disebut sebagai kecerdasan multidisiplin, interdisiplin maupun transdisiplin. Saya mengapresiasi buku karya anak-anak muda IMM ini, bukan soal konten atau substansi yang diangkat, tapi lebih-lebih pada semangat dan ikhtiar mereka berdakwah literasi yang tentu saja diawali dengan berpikir dan bersikap kritis.

Etos kosmopolitan yang kedua adalah kreatif; yakni kemampuan untuk memecahkan persoalan-persoalan kekinian (problem solving) dengan membuka ruang ijtihad baru. Harus diakui, ragam persoalan di era kekinian berbeda dan unik, karena itu dibutuhkan pola pikir kreatif dalam mengatasinya. Di buku ini, juga diulas soal siasat pemimpin kreatif di era kekinian. Sekalipun belum cukup mendalam, namun percikan-percikan pemikiran anak-anak muda ini bisa menjadi stimulasi yang melahirkan buah-buah kreativitas dalam gerakan mereka. Prof Dr Zakiyuddin Baidhawy– Guru Besar IAIN Salatiga

-10%Sold out
Close

Chelsea Islan Terbang ke Bulan – Pelangi Sastra

Rp 55.000 Rp 49.500

Mencintaimu
Mencuri posisi
Pada sebuah kalimat
Di paragrafmu

Bukan subjek
Aku bukan salah satu
Tokoh dalam novelmu
Bukan predikat
Aku bukan tetes keringat
Pada gerak langkah
Kesunyianmu
Bukan juga objek
Aku tak pernah
Merupakan sesuatu
Yang kaunikmati
Atau sakiti

Hanya preposisi
Seperti ke pada Chelsea
Islan terbang ke bulan
Sesuatu yang dalam dirinya
Tak terkandung arti
Namun tanpa hadirnya
Sebuah kalimat mustahil
Sempurna dipahami