Beranda » Toko Buku Online

Tampilkan hasil tunggal

Show sidebar

Memutus Belenggu Takdir

Rp 55.000

Seperti kata Imam al-Ghazali, “Kalau kau bukan anakseorang raja dan ulama, maka menulislah”. Bagiku, menulis tidak hanya sekadar mentransformasikan ingatan atau cerita ke dalam bentuk tulisan, melainkan lebih dari itu. Menulis membantu mengasah intuisi dan kreativitas. Maka, bagiku, kertas kosong adalah laboratorium kata untuk berekspresi. Manusia memang tidak diciptakan untuk abadi, tetapi, seperti kata Pram, manusia bisa bekerja untuk keabadian. Karena itulah menulis menjadi kebutuhan dan hobi bagiku.

Perihal isi buku ini, tidak lain adalah tentang kumpulan perjalanan hidup, semangat, dan mimpi seorang anak kampung. Kisah masa lalu yang berupa catatan-catatan kecil di lembaran kertas, kemudian dirangkai menjadi sebuah cerita utuh yang berlatarkan beberapa tempat; Lombok, Jogja, dan Eropa. Namun, gejolak dalam diri yang akhirnya mengantarkan kepada sebuah keberanian untuk merangkai kata menjadi sebuah buku di sela-sela kesibukan sebagai mahasiswa. Memang tidak mudah untuk menyegarkan kembali kenangan masa lalu yang berserakan.

Cikal bakal tulisan ini sebenarnya sudah ditulis ketika masih kuliah di Jogja dalam catatan-catatan kecil dan dilanjutkan kembali saat studi di Eropa hingga puncaknya, libur musim panas 2019. Sebelumnya, cerita dan kenangan masa kecil di Lombok, kerasnya perjuangan kuliah di Jogja dan petualangan di negara empat musim hanya ia tuliskan lewat blog, Facebook, dan Twitter hingga akhirnya muncul suatu ide, “Kenapa tidak dijadikan buku saja?” Sejujurnya masukan
dari teman-teman di media sosial sangat membantu dan mereka adalah salah satu inspirasi dari ide-ide baru.

Sekiranya sempalan cerita juang berisi beragam nuansa budaya; Lombok, Jogja, dan Eropa mendapat tempat untuk dilihat secara utuh. Maka, Memutus Belenggu Takdir hadir untuk para pemimpi nikmati. Selamat membaca dan salam literasi.