Beranda » Toko Buku Online

Tampilkan 9 hasil

Show sidebar
-13%
Close

Hidup Ini Brengsek dan Aku Dipaksa Menikmatinya

Rp 69.000 Rp 60.000

Adakah yang lebih brengsek dari paket buku ini? Saya pikir TIDAK!!! Dalam waktu dekat karya termutakhir Puthut EA ini akan dapat segera kalian miliki. Novela terbarunya ini merupakan novela yang kasar, bahkan cenderung brutal, dan gelap. Penulisnya yang dikenal sangat menguasai teknis narasi apik dan liris, seakan membuang semua kemampuannya.

Seperti membuka katup kontrol emosi dan bahasanya. Menggedor dan meledak, tanpa tedeng aling-aling. Tokoh utamanya menguliti realitas dengan cara pandangnya yang sepintas naif dan tolol. Tapi mungkin dia, si tokoh utama, adalah sisi gelap kita. Sisi yang diam-diam ingin kita tutupi, tapi tak pernah sungguh-sungguh bisa kita sembunyikan. Tanpa dinyana, kadang meletup di salah satu bilik paling sunyi di kehidupan kita.

Ini karya kolaborasi antara penulis Puthut EA dan seniman jalanan Gindring Wasted yang kasar, bahkan cenderung brutal dan gelap. Tokoh utamanya menguliti realitas dengan cara pandangnya yang sepintas naif dan tolol. Tapi mungkin dia, si tokoh utama, adalah sisi gelap kita. Sisi yang diam-diam ingin kita tutupi, tapi tak pernah sungguh-sungguh bisa kita sembunyikan. Tanpa dinyana, kadang meletup di salah satu bilik paling sunyi di kehidupan kita.

Sold out
Close

[Pre Order] Jalan Bercabang Dua di Hutan Kesunyian – BOX SET

Rp 299.000

VERSI BOXSET:
– 1 buku bertanda tangan
– 1 random totebag (15 desain Totebag)
– 1 random Kaos (4 desain, ukuran S, M, L, XL)
– 1 blocknote
– 1 Postcard
– 1 Pin

Hasrat terdalam saya adalah menulis. Gairah terbesar saya ya menulis. Saya akan terus berusaha menulis selagi mampu. Dibaca atau tidak. Laku atau tidak. Karena hanya itu yang saya merasa bisa.

Saya juga tidak mau terus berbuih bilang bahwa setiap buku akan menemukan pembaca setianya dan melampaui waktu. Tidak perlu seberat itu. Jika hasrat serupa dengan rasa gatal, menulis serupa dengan prosesi menggaruknya. Mungkin akan menimbulkan luka. Tapi bisa jadi tak ada apa-apa. Hanya gejala psikologis tertentu. Yang jelas: nikmat rasanya.

Semacam itu. Sebiasa itu. Selazim itu. Dari presiden sampai paria tahu, rasa gatal bisa digaruk, dan nikmat. Tak ada sakralitas dan drama di sana. Hanya semacam garukan lembut di atas kulit gatal, yang bisa jadi tak ada apa-apa.

(Puthut EA)

-5%Hot
Close

Jalan Bercabang Dua di Hutan Kesunyian

Rp 99.000 Rp 94.000

Hasrat terdalam saya adalah menulis. Gairah terbesar saya ya menulis. Saya akan terus berusaha menulis selagi mampu. Dibaca atau tidak. Laku atau tidak. Karena hanya itu yang saya merasa bisa.

Saya juga tidak mau terus berbuih bilang bahwa setiap buku akan menemukan pembaca setianya dan melampaui waktu. Tidak perlu seberat itu. Jika hasrat serupa dengan rasa gatal, menulis serupa dengan prosesi menggaruknya. Mungkin akan menimbulkan luka. Tapi bisa jadi tak ada apa-apa. Hanya gejala psikologis tertentu. Yang jelas: nikmat rasanya.

Semacam itu. Sebiasa itu. Selazim itu. Dari presiden sampai paria tahu, rasa gatal bisa digaruk, dan nikmat. Tak ada sakralitas dan drama di sana. Hanya semacam garukan lembut di atas kulit gatal, yang bisa jadi tak ada apa-apa.

(Puthut EA)

Close

Residu – Semua Yang Tersisa Dari Cinta

Rp 59.000

Buku ini berisi puluhan puisi dan prosa yang menjadi karya terbaru dari Bernard Batubara. Kalimat dan ilustrasi yang menarik disuguhkan di dalam buku ini. Berisi pandangan-pandangan yang unik tentang cinta dan dinamika di dalamnya.

Profil:
Bernard Batubara (Benzbara) menulis sejak tahun 2007 dan sudah menerbitkan 14 buku. Saat ini tinggal di Yogyakarta, bekerja sebagai penulis dan editor lepas. Selain menulis dan membaca, ia juga hobi menyeduh kopi.

Sold out
Close

Residu – Semua yang Tersisa Dari Cinta (Plus T-shirt)

Rp 159.000

Buku ini berisi puluhan puisi dan prosa yang menjadi karya terbaru dari Bernard Batubara. Kalimat dan ilustrasi yang menarik disuguhkan di dalam buku ini. Berisi pandangan-pandangan yang unik tentang cinta dan dinamika di dalamnya.

Profil:
Bernard Batubara (Benzbara) menulis sejak tahun 2007 dan sudah menerbitkan 14 buku. Saat ini tinggal di Yogyakarta, bekerja sebagai penulis dan editor lepas. Selain menulis dan membaca, ia juga hobi menyeduh kopi.

Close
-6%Sold outHot
Close

Enaknya Berdebat Dengan Orang Goblok – Puthut EA

Rp 69.000 Rp 65.000

Bagi banyak orang, berdebat dengan orang goblok itu mengesalkan. Kadang saya juga merasa begitu. Sebab otak mereka seringkali di bawah rata-rata, dan niat berdebatnya bukan untuk mencari kebenaran.

Kalau menghadapi orang seperti itu, begitu dibantah pasti berbelok ke arah lain. Karena sejak awal, tidak ada niat yang beres di otaknya. Tapi apa pun itu, berdebat dengan orang goblok, apalagi yang menggebu, tak usah diambil pusing. Dibikin gampang saja. Lebih dari itu, harus bisa mendapatkan hiburan dari sana. Plus bonus. Misalnya, paling tidak, jadi tulisan ini.

(Puthut EA)

-7%Sold outHot
Close

Out of The Lunch Box – Iqbal Aji Daryono

Rp 59.000 Rp 55.000

Tulisan-tulisan Iqbal adalah ikhtiar untuk melontarkan kritik-kritik sosial yang disesuaikan dengan bahasa zamannya. Upaya seperti ini mesti diperbanyak, agar kalangan terdidik tidak putus komunikasi dengan masyarakat yang harus terus-menerus mereka ajak berdialog. -Ahmad Syafii Maarif

Anda penggemar gado-gado, yang makannya di pinggir jalan sambil duduk mengangkat kaki, ditemani secangkir kopi dan sebatang rokok? Jika iya, ini buku yang cocok untuk Anda. Isinya dipenuhi dengan tema beragam, mengalir santai, bisa dibaca kapan saja sesuai mood Anda. Dan satu lagi: gaya bertutur penulisnya begitu akrab seperti keakraban Anda dengan Mbok Yu penjual gado-gado. -Nadirsyah Hosen

-6%Hot
Close

Misa Arwah dan Puisi-Puisi Lainnya

()
Rp 69.000 Rp 65.000

***

sebab kecemasan itu tak pernah selesai
kini kutempatkan diri
di antara wajah pucat rumah duka
dan kaca-kaca jendelanya
yang memantulkan kegetiran tak bernama

kulihat orang-orang menyanyi dan berdoa bersama
cahaya memancar dari telapak tangan mereka yang terbuka
tetapi langit telah menjadi sekeping logam,
terlalu keras dan menyilaukan
bagi segala yang berasal dari manusia

di sudut jauh, di bawah bayangan salib yang jenuh
seorang perempuan tua
menyeka sudut-sudut matanya yang basah
dan mensucikan kesedihan
sebagai miliknya sendiri

sebab kecemasan itu tak pernah selesai
begitu mudah sunyi menyelinap
lalu bekerja dalam diriku

sembari menunduk dalam-dalam
kuraba gelang pemberianmu. dan diam-diam
tubuhku gemetar, menahan sepenggal keharuan
yang mungkin tak akan pernah kita percakapkan.