Beranda ยป Toko Buku Online

Tampilkan 5 hasil

Show sidebar
Close

Daisy Manis

Rp 45.000

Daisy Manis berkisah tentang Daisy Miller, lambang seorang gadis Amerika yang cantik, kaya, polos, yang sia-sia dalam menghadapi keangkuhan sosial bangsanya di Eropa. Ia lincah dalam bergaul, semaunya sendiri, tahu batas, tapi hancur jadi bahan pergunjingan, hanya karena ia kurang menghormati tata cara dan sopan santun yang telah menjadi adat.

Karya Henry James ini pertama kali terbit pada 1878 dan telah pula difilmkan.

Close

Puya ke Puya

Rp 50.000

Surga diciptakan karena…

Setelah puluhan tahun kau menunggu, kini kau telah berjalan ke surga. Ketika hampir tiba, ketika kutanyakan ‘kenapa surga diciptakan?’ kau hanya bisa diam. Untuk apa kau berjalan? Kau juga tidak tahu. Dasar manusia!

Kau hidup hanya untuk mati? Jika seperti itu, betapa kasihan kau, saya dan leluhur kau yang lain, tentu sangat kecewa. Tak pantas kau berjalan ke tempat suci ini–tak pantas kau menjadi orang Toraja yang kami banggakan.

Pulanglah, pulanglah dulu, tanyakan kepada kawa kau yang lain, tanyakan kepada semua orang: Kenapa surga diciptakan?

Close

Rumah Tangga Yang Bahagia

Rp 45.000

Rumah Tangga yang Bahagia merupakan kisah cinta yang sederhana antara Marya Alexandrovna dan Sergei Mikhailich. Dengan gambaran detail suasana pedesaan dan gejolak perasaan Marya, Tolstoy menyajikan cerita ini dengan sangat memikat dan gempita.

Leo Tolstoy dilahirkan pada 28 Agustus 1828. Tahun 1859 ia mendirikan sekolah untuk anak-anak petani dengan bekal ilmu metodik dan didaktik dari St. Petersburg, Jerman, Prancis, Italia, dan Inggris. Sekolahnya kemudian menjadi contoh bagi sekolah-sekolah di negeri Rusia. Roman besarnya Perang dan Damai menggemparkan pembaca, disusul dengan roman Anna Karenina, sehingga ia diakui sebagai pengarang terbesar di Rusia. Bukunya yang berjudul Sebuah Pengakuan menandakan perubahan dalam hidup dan karyanya yang menjadikannya seorang nasionalis dan moralis ekstrem.

Sold outHot
Close

Perawan Remaja Dalam cengkeraman Militer

Rp 60.000

“…kalian para perawan remaja, telah aku susun surat ini untuk kalian, bukan saja agar kalian tahu tentang nasib buruk yang biasa menimpa para gadis seumur kalian, juga agar kalian punya perhatian terhadap sejenis kalian yang mengalami kemalangan itu… Surat kepada kalian ini juga semacam pernyataan protes, sekalipun kejadiannya telah puluhan tahun lewat…”

Sold outHot
Close

Mangir-Pramoedya Ananta Toer

Rp 45.000

Setelah Majapahit runtuh pada 1527, Jawa kacau balau dan bermandi darah. Kekuasaan tak berpusat, tersebat praktis di seluruh kadipaten, kabupaten, bahkan desa. Perang terus menerus terjadi untuk memperebutkan penguasa tunggal. Permata-permata kesenian, baik di bidang sastra, musik, arsitektur tak lagi ditemukan. Selama hampir satu abad Jawa dikungkung oleh pemerintahan teror yang berpolakan tujuan menghalalkan cara.

Panembahan Senapati, Raja Mataram kurun 1575-1607, yang bercita-cita menjadi penguasa tunggal, menundukkan perlawanan gigih penduduk desa Mangir dengan cara kotor dan keji. Wanabaya atau Ki Ageng Mangir, pemimpin desa yang letaknya kurang 20 km dari Ibukota, dirayu putri kesayangan Senapati, dijebak, dan kemudian dibunuh dalam sebuah pertemuan keluarga.