Beranda » Toko Buku Online

Tampilkan 7 hasil

Show sidebar

Active filters

-10%
Close

Masa Depan Sebuah Ilusi

Rp 50.000 Rp 45.000

Masa Depan Sebuah Ilusi merupakan sebuah tawaran untuk berdialog tentang apa yang mungkin terjadi dalam peradaban manusia di masa depan, dengan agama, (atau) tanpa agama.

Pada masa kini ketika dialog kian jarang ditemukan sementara gagasan-gagasan hitam putih hadir semakin sering dan dipekikkan semakin nyaring, mungkin sudah saatnya umat manusia membaca ulang satu analisis saintifik tentang agama dan peradaban dari masa silam tentang masa depan yang sudah menjadi masa kini.

Itulah kiranya alasan yang paling penting mengapa bisikan singkat pada hampir satu abad silam dari salah satu genius yang mengguncang dunia ini perlu dipublikasikan terjemahan bahasa Indonesianya, untuk pertama kalinya, dengan sebaik-baiknya.

-8%
Close

Matahari & Baja

Rp 60.000 Rp 55.000

Buku ini bisa dibaca sebagai cerita tentang bagaimana seorang anak menemukan nilai penting tubuh. Namun, bisa juga dinikmati sebagai sebuah perenungan yang intim oleh seorang novelis terkemuka tentang relasi antara aksi dan seni, khususnya dengan karyanya sendiri.

Secara lebih personal, buku ini merupakan rekaman tentang pencarian akan identitas diri. Atau, bisa juga dipandang sebagai semacam demonstrasi tentang bagaimana kesibukan personal yang sangat intensif dapat tumbuh menjadi filsafat yang mendalam tentang kehidupan.

“Sejak saat aku menempatkan tubuh tanpa kata, yang penuh dengan keindahan fisik, dalam posisi bertentangan dengan kata-kata indah yang meniru keindahan fisik, dan dengan demikian menyamakan keduanya sebagai dua hal yang memancar dari sumber konseptual yang sama, maka tanpa menyadarinya aku telah membebaskan diriku dari pikiran kata-kata.”

-8%
Close

Yang Telah Tiada

Rp 40.000 Rp 37.000

Gabriel Conroy bersama istrinya, Gretta, menghadiri pesta Natal yang diselenggarakan bibi-bibinya. Dalam pesta itu Nona Ivors mengejeknya sebagai “Inggris Barat” dan Gabriel kemudian menyampaikan gagasan soal identitas dalam pidatonya di penghujung pesta. Setelah kembali ke hotel, Gabriel mengalami efifani dari kisah istrinya tentang cinta masa muda yang sebelumnya tak pernah diungkap.

“Novela yang sangat bagus tentang kelembutan dan hasrat, sekaligus juga tentang cinta yang berujung kecewa serta ekspektasi-ekspektasi pribadi dan karier yang gagal.” –Daniel R. Schwarz

“Yang Telah Tiada hampir merupakan novela terbaik yang ditulis dalam bahasa Inggris.” –Dan Barry, The New York Times

-6%
Close

Hikayat Kebo

Rp 85.000 Rp 80.000

Jurnalisme yang disodorkan Linda lewat 17 tulisan bukanlah jurnalisme biasa. Hikayat Kebo tidak dibuat dengan model soft-news. Linda bahkan mengolahnya jauh dari sekadar feature. Dia menggunakan teknik bertutur fiksi, dengan bahan fakta dan peristiwa, atau dikenal dengan jurnalisme sastra.

***

Seperti sikapnya dalam sastra, dia menjadikan jurnalisme sebagai karnaval orang-orang pinggiran, yang menggugat pusat kekuasaan.
– Nezar Patria, Pemimpin Redaksi The Jakarta Post

Hikayat Kebo tidak sekadar sindiran norak terhadap sejumlah peristiwa penting yang terjadi di negeri ini, tetapi lebih dari itu merupakan tonggak dalam perkembangan genre yang meleburkan cerita ke berita, atau sebaliknya. Praktis tidak ada ‘jarak’ antara berita dan cerita kecuali huruf ‘b’ dan ‘c’ yang mengawali dua kata itu. Itu sebabnya buku ini wajib kita baca dengan cermat dan cerdik.
– Sapardi Djoko Damono, Sastrawan

Melampaui sebuah utopia, sang penulis Hikayat Kebo juga memotret ketimpangan sosial di suatu locus dan tempus yang kerap diklaim sebagai era kemakmuran: Orde Baru. Lebih dari sekadar berkisah, ia secara lugas lalu memfalsifikasi narasi kejayaan masa lalu. Lebih dari itu, ia memprotesnya. Dengan memotret sosok penyair kerakyatan bernama Wiji Thukul, ia memperlihatkan jejak-jejak pemegang kuasa yang terus menyalahgunakan kepercayaan rakyat demi keserakahan diri, keluarga dan kroninya.
– Usman Hamid, Direktur Amnesty International Indonesia

-8%
Close

Mengapa Aku Begitu Pandai

Rp 60.000 Rp 55.000

Serial Buku Kecil Ide Besar menghadirkan gagasan-gagasan besar yang mengguncang atau unik dan autentik dari para penulis terbaik dunia. Pikiran-pikiran mereka bergema panjang, dan menginspirasi generasi demi generasi di pelbagai masa. Kami sajikan dalam format buku kecil yang ciamik, yang mudah dibawa ke mana-mana, dan bisa dibaca dalam dua atau tiga kali duduk di stasiun atau di bandara atau di mana pun.

Dalam buku tipis ini kita akan menemukan Nietzsche yang bertanya dan menjawab sendiri pertanyaannya dalam narasi-narasi sastrawi, dilanjutkan dengan aforisme-aforisme yang menjadi ciri khasnya: deret proposisi padat yang berpotensi menimbulkan pertanyaan panjang dalam imajinasi pembaca, proposisi-proposisi yang mengutip Milan Kundera, merupakan salah satu dari enam karya yang lahir pada masa kematangan Nietzsche.

-7%
Close

Pulang

Rp 70.000 Rp 65.000

“Indah dan kuat, brutal tapi menyentuh…. Lugas, disusun dengan padat dan mendalam seperti karya-karya Morrison lainnya…. [Sebuah] buku yang sangat manusiawi dan efektif, dan sangat relevan.”

—Helen McAlpin, NPR

“Kisah yang senyap ini merangkum seluruh tema dahsyat yang telah dieksplorasi Morrison sebelumnya. Sebelumnya ia tak pernah seringkas ini, dan pengekangan itu menunjukkan kekuatannya…. Sebuah cerita penuh harapan tentang kekuatan menyembuhkan—atau setidaknya tentang bertahan hidup dalam bayang-bayang kedamaian.”

—Ron Charles, The Washington Post

-10%Sold outHot
Close

Kisah-Kisah Penculikan

Rp 100.000 Rp 90.000

Upaya perdana Circa adalah Marquez. Peraih Nobel Sastra 1982 sekaligus penulis besar dunia yang dikenang lewat karya ikonik; Seratus Tahun Kesunyian.

Namun yang tak boleh dilupa, karya-karya jurnalistik Marquez pun mewarnai literasi dunia. News of kidnaping; kisah-kisah Penculikan merupakan karya nonfiksi Marquez yang menggemparkan tentang penculikan sepuluh orang Kolombia terkenal, terutama jurnalis dan politisi, pada 1990an awal yang kemudian dijadikan sandra oleh kartel narkoba Medellin. Mula-mula Marquez sebenarnya hanya ingin menceritakan kisah sekitar penculikan Maruja, tapi dia merasa bahwa tak mungkin memisahkan penculikan itu dari penculikan-penculikan lainnya yang terjadi pada saat yang bersamaan. Dikerjakan dalam waktu tiga tahun—Marquez menyebutnya sebagai tugas yang paling sedih dan sulit—buku ini menjadi testimoni yang menyingkap dengan detail peristiwa-peristiwa absurd yang juga komis, sarat intrik, teror dan kengerian yang membayang tak putus-putus, dengan akhir yang dramatis.-