Tampilkan 2 hasil

Show sidebar

Active filters

-5%
Close

Namaku Asher Lev – Chaim Potok

Rp 79.000 Rp 75.050

Dari judul buku sudah terjelaskan gambaran sudut pandang tokoh Aku bernama Asher Lev, sudut pandang yang cukup meyakinkan untuk mengungkapkan konflik-konflik batin dari seorang tokoh fiktif. Di buku ini, Asher Lev dibangun Potok dengan konflik batin sebagai akibat dari jalan pemikiran yang berseberangan dengan relijiusitas yang dianut keluarganya. Keluarga Yahudi nan taat.

Novel ini menarik, berbicara tentang kebimbangan, pergumulan batin seorang pelukis bernama Asher Lev yang musti berkawan dengan ketegangan, pergesekan antara individualitasnya sebagai seorang pelukis dengan relijiusitas yang sudah bersemayam lama di dalam rohaninya.

Tokoh Asher Lev adalah seorang pelukis. Novel ini juga menceritakan perjumpaan-perjumpaan Asher Lev dengan perupa dan karya-karya Van Gogh, Picasso, Matisse dll. Lewat para tokohnya cukup banyak Potok menyajikan perihal teknis melukis dan sebagainya.

-5%
Close

Identitas Hibrid Orang Cina

Rp 50.000 Rp 47.500

Buku ini mengajak kita untuk menginterogasi cara kita memahami apa yang kita sebut identitas. Tanpa interogasi-diri, kita mungkin mudah menjadi konsumen retorika-retorika baru yang sarat pesona, misalnya multikulturalisme, tapi isi kepala kita tentang mereka yang kita anggap si-Liyan (the Other), mungkin tak pernah berubah. Budiawan, Sejarawan Staff Pengajar pada FIB UGM).

Buku ini mengisi kekosongan yang sangat penting dalam kajian mengenai komunitas Cina. Dengan memanfaatkan konsep hibriditas identitas yang kerap diacu para penggiat cultural studies, penulis berhasil menangkap heterogenitas dan saling sengkarut identitas komunitas Cina peranakan Kristen. (Trisno S. Sutanto, Koordinator Penelitian Biro Litkom-PGI, Jakarta.)

Penulis menunjukkan adanya identitas hibrid (multiple identities): seseorang bisa menjadi orang Tionghoa, sekaligus orang Indonesia, serta di saat yang sama ia juga seorang Kristen. Seperti halnya kelompok lain, identitas orang Tionghoa adalah cair, dinamis dan heterogen. (Didi Kwartanada, Sejarawan Yayasan Nabil (Jakarta)

Buku ini akan menjadi pandu bagi semua orang Cina di Indonesia dan, terutama, bagi Indonesia untuk bersiap menyambutnya. Lalu semua suku dan semua agama di negeri ini berdiri dengan tangan kanan yang terkepal di dada sembari berkata lantang: Indonesialah poros bagi segala yang ada. (Muna Panggabean, Novelis).

Dengan bahasa yang jelas dan agumentasi cerdas serta menantang, buku ini menegaskan bahwa identitas merupakan routes, bukan root. Darwin mengajak kita melihat proses identifikasi diri menjadi sekaligus Cina Indonesia Kristen. (Albertus Patty, Pendeta GKI, aktivis Pluralisme).