Beranda » Politik & Ilmu Sosial » Ilmu Sosial

Tampilkan 3 hasil

Show sidebar

Hikayat Kebo – Linda Christanty – Circa

Rp 85.000

Hikayat Kebo – Linda Christanty

Jurnalisme yang disodorkan Linda lewat 17 tulisan bukanlah jurnalisme biasa. Hikayat Kebo tidak dibuat dengan model soft-news. Linda bahkan mengolahnya jauh dari sekadar feature. Dia menggunakan teknik bertutur fiksi, dengan bahan fakta dan peristiwa, atau dikenal dengan jurnalisme sastra.

***

Seperti sikapnya dalam sastra, dia menjadikan jurnalisme sebagai karnaval orang-orang pinggiran, yang menggugat pusat kekuasaan.
– Nezar Patria, Pemimpin Redaksi The Jakarta Post

Hikayat Kebo tidak sekadar sindiran norak terhadap sejumlah peristiwa penting yang terjadi di negeri ini, tetapi lebih dari itu merupakan tonggak dalam perkembangan genre yang meleburkan cerita ke berita, atau sebaliknya. Praktis tidak ada ‘jarak’ antara berita dan cerita kecuali huruf ‘b’ dan ‘c’ yang mengawali dua kata itu. Itu sebabnya buku ini wajib kita baca dengan cermat dan cerdik.
– Sapardi Djoko Damono, Sastrawan

Melampaui sebuah utopia, sang penulis Hikayat Kebo juga memotret ketimpangan sosial di suatu locus dan tempus yang kerap diklaim sebagai era kemakmuran: Orde Baru. Lebih dari sekadar berkisah, ia secara lugas lalu memfalsifikasi narasi kejayaan masa lalu. Lebih dari itu, ia memprotesnya. Dengan memotret sosok penyair kerakyatan bernama Wiji Thukul, ia memperlihatkan jejak-jejak pemegang kuasa yang terus menyalahgunakan kepercayaan rakyat demi keserakahan diri, keluarga dan kroninya.
– Usman Hamid, Direktur Amnesty International Indonesia

Politik 3.0

Rp 80.000 Rp 65.000

Dalam suasana elektoral sedemikian pekat dengan intensitas lintang pukang seperti yang kerap kita alami, sebuah pertanyaan penting diajukan: ketika kompetisi elektoral tengah berlangsung, adakah rakyat telah menjadi subjek yang sesungguhnya? Pertanyaan ini bukan remeh, meski sebagian akan menjawabnya sebagai hal yang telah usai. Pertanyaan itu sendiri masih menyimpan kemungkinan jawaban yang beragam, namun satu hal yang pasti adalah ketika suara telah selesai dihitung dan kotak suara telah ditutup, rakyat tak ada lagi.

POLITIK 3.0 ini, hendaknya ingin  menyajikan  bahwa semua politikus sebenarnya bisa berpolitik  di pangung demokrasi dan selama itu  pun mereka juga  akan tetap dicintai oleh rakyatnya. Bahwa politik bisa dikelolah menjadi upaya untuk menggapai mimpi-mimpi melalui program dan langkah-langkah strategis. Semua orang bisa menggapainya sepanjang memiliki asa dan tekad yang kuat untuk menghadirkan warna baru ditengah jagad perpolitikan kita yang cendrung seragam.

Yang dipotret di buku ini bukan sekadar perjalanan seorang Politisi muda, tetepi bagaiman para relawannya menjadi bagian penting  dari semua proses politik yang dilalui seseorang.

Para relawan  tak banyak dicatat, mereka kerap dilupakan.  Padahal peran merka tidaklah kecil. Mereka adalah kekuatan utama yang menjadi garda terdepan para politisi. Suka dan duka sudah dirasakan oleh mereka, tetapi dibalik sudak dan duka para relawan itu kemudian muncullah sosok politikus kita yang sesungguhnya.

Jokowi dan Ben-Hur

Rp 68.000 Rp 45.000

Dari sejak lahir hingga memulai membuat usaha mebel, tidak ada tanda-tanda bahwa Jokowi akan menjadi presiden. Bintangnya bersinar setelah dapat mengekspor mebel. Berhasil menduduki kursi walikota hingga kursi presiden, tidak lepas dari peranan Megawati Sukarnoputri yang menjabat Ketua Umum PDI Perjuangan sejak sebelum Jokowi menjadi Ketua Asmindo Solo. Dalam pemilihan gubernur dan pemilihan presiden, Jokowi bersama PDI Perjuangan harus menembus barikade SARA yang dipasang oleh pihak lawan dan berhasil dilewati berkat dukungan para relawan termasuk Grup Musik Slank. Disertai kegigihan mempertahankan politik non-transaksional, akhirnya terbuka lembaran baru Sejarah Indonesia, presiden terpilih dapat menjalankan kekuasaan sesuai amanat UUD yang menganut sistem presidensiil. Jalan penuh liku menuju kekuasaan yang juga mengungkap masalah suku dan adanya Tuhan yang berbeda. Ditulis agar dapat dibaca oleh banyak orang yang menginginkan bangsanya menjadi bangsa yang hebat.