Beranda » Politik & Ilmu Sosial

Tampilkan 3 hasil

Show sidebar
-7%Sold outHot
Close

Filosofi Pendidikan Musik – Kritik dan Renungan

Rp 59.000 Rp 55.000

Sejak dekade 1950-an hingga kini, pendidikan musik di Indonesia telah berkembang sedemikian rupa. Namun, bukan hal yang mudah untuk menghadapi tantangan-tantangan yang terjadi. Pendidikan musik di Indonesia belum memiliki identitas yang kuat, landasan filosofis yang kokoh, dan belum bisa dikatakan maju. Secara kritis, buku ini mengurasi abstraksi atas permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam dimensi filosofis. Menjadi renungan bersama demi menuai asa di masa selanjutnya.

-4%Sold out
Close

Mendengar di Bali – Sebuah Buku Harian Bunyi

Rp 120.000 Rp 115.000

Buku ini adalah catatan harian komponis-pianis Gardika Gigih selama 31 hari tinggal di Bali (Juli – Agustus 2017). Setiap hari tanpa henti ia mencatatkan pengalaman kreatifnya, mulai dari mengunjungi sanggar, menonton pertunjukan gamelan, aktifitas rekaman musik, hingga impresi-impresi atas karya musik yang ia dengar dengan dilengkapi data historis yang informatif. Buku ini adalah buku Gardika Gigih yang kedua, setelah Merindukan Awajishima (2016), yang menceritakan proses kreatif bermusik selama di Jepang.

-6%Sold out
Close

Musik Untuk Kehidupan (Kumpulan Tulisan)

Rp 50.000 Rp 47.000

Buku ini memuat 50 esai dengan dilengkapi prosa untuk menggambarkan berbagai fakta musik atas kaitannya makna-makna bagi kehidupan manusia. Ditulis dalam rentang 1 tahun (2015-2016), buku ini adalah lanjutan dari seri Short Music Service yang dicanangkan Erie sebagai memoar kumpulan tulisan-tulisan musiknya. Musik Untuk Kehidupan adalah Seri Short Music Service yang keempat, setelah Refleksi Ekstramusikal Dunia Musik Indonesia (2008), Memahami Musik dan Rupa-rupa Ilmunya (2014), dan Intuisi Musikal (2015).

 

“Seandainya musik bukan bagian dari nafas-nafas kehidupan individual, kehidupan sosial, dan kehidupan kebudayaan, maka musik di Indonesia sudah lama mati, dan Erie Setiawan, melalui bukunya ini, mengingatkan kita akan hal itu.” Rizaldi Siagian, Etnomusikolog

 

“Pikiran Erie melengkapi dan mencari-menemukan pasca perspektif era Dungga, Amir Pasaribu, Suka Hardjana, Remy Sylado, dan sekian esais kolom cetak kertas koran mapan. Kuota dimensi musikal Erie beda tajam melebihi mitos musikolog, komposer, instrumentalis dan operator non-digital, rekayasawan industri, pra online, dan hantam kromo. Erie punya ketekunan berharga, dan buku ini penting bagi generasinya.” Sutanto Mendut, Budayawan